--- On Sun, 3/8/09, Juan Ek Halim <[email protected]> wrote:
From: Juan Ek Halim <[email protected]>
Subject: Solusi Global Warning - SOS !!!
To:
Date: Sunday, March 8, 2009, 5:18 PM


sumber : http://www.suprememastertv.com/
Dikutip dari pamflet “GLOBAL WARMING Mengancam Keselamatan Planet Bumi��?
Kabar baik untuk kita semua: ada solusi untuk meminimalkan global
warming, dan saat ini kita masih punya kesempatan untuk melakukannya.
Yang kita butuhkan hanyalah kemauan yang kuat untuk berubah!
Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal
mungkin segala aktifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada
lima hal utama yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:
1. Berhenti atau kurangilah makan daging!
Dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow:
Environmental Issues and Options (dirilis November 2006), PBB mencatat
bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh
industri peternakan, yang mana lebih besar daripada efek pemanasan
global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia
digabungkan! PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya
berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai
kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah
satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.
Sebuah laporan dari Earth Institute
menegaskan bahwa diet berbasis tanaman hanya membutuhkan 25% energi
yang dibutuhkan oleh diet yang berbasis daging. Penelitian yang
dilakukan Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas
Chicago juga memberikan kesimpulan yang sama: mengganti pola makan
daging dengan pola makan vegetarian 50% lebih efektif untuk mencegah
pemanasan global daripada mengganti sebuah mobil SUV dengan mobil
hibrida. Seorang vegetarian dengan standar diet orang Amerika
akan menghemat 1,5 ton emisi rumah kaca setiap tahunnya! Seorang
vegetarian yang mengendarai SUV Hummer masih lebih bersahabat dengan
lingkungan daripada seorang pemakan daging yang mengendarai sepeda!
2. Batasilah emisi karbondioksida!
Bila memungkinkan, carilah sumber-sumber energi alternatif yang
tidak menghasilkan emisi CO2 seperti tenaga matahari, air, angin,
nuklir, dan lain-lain. Bila terpaksa harus menggunakan bahan bakar
fosil (yang mana akan menghasilkan emisi CO2), gunakanlah dengan bijak
dan efisien. Hal ini termasuk menghemat listrik dan energi, apalagi
Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan bahan bakar fosil
(minyak, batubara) untuk pembangkit listriknya. Matikanlah
peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakanlah lampu hemat
energi, dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif.
3. Tanamlah lebih banyak pohon!
Tanaman hijau menyerap CO2 dari atmosfer dan menyimpannya dalam
jaringannya. Tetapi setelah mati mereka akan melepaskan kembali CO2 ke
udara. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik,
dan harus dipertahankan oleh generasi mendatang. Jika tidak, maka
karbon yang sudah tersimpan dalam tanaman akan kembali terlepas ke
udara sebagai CO2.
Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre
pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi
emisi yang dihasilkan dari mengendarai mobil selama setahun. Sebuah
studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga
menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dlakukan di dua
kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat
biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar
lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.
4. Daur ulang (Recycle) dan gunakan ulang (Reuse)
Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila
proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negera bagian
California, maka energi yang dihemat cukup untuk suplai energi bagi 1,4
juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta
pohon, dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setera dengan 3,8
juta mobil!
5. Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
Penelitian yang dilakukan Universitas Chicago menunjukkan bahwa
beralih dari mobil konvensional ke mobil hibrida seperti Toyota Prius
dapat menghemat 1 ton emisi per tahun.
Mengkonsumsi makanan produk lokal akan mengurangi emisi dalam jumlah
yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Iowa State
University pada tahun 2003 menemukan bahwa makanan non-lokal rata-rata
menempuh 1.494 mil sebelum dikonsumsi, bandingkan dengan makanan lokal
yang hanya menempuh 56 mil. Bayangkan betapa banyak emisi karbon yang
dihemat dengan perbedaan 1.438 mil tersebut!
Gunakan sepeda sebanyak yang kita bisa sebagai metode transportasi.
Selain menghemat banyak energi, bersepeda juga merupakan olahraga yang
menyehatkan.
“Saya berusaha untuk menggunakan sepeda untuk pergi ke tempat kerja
sesering yang saya bisa untuk menghemat energi.��?- Margot Wallstrom,
Wakil Presiden dari Komisi Uni Eropa.
Berubahlah!
Satu hal yang sangat penting di samping lima hal yang dapat kita lakukan di 
atas adalah keinginan dan motivasi kita sendiri untuk berubah.
Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan
bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai
mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu
mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam
bila hal itu terlalu berat bagi kita. Lakukanlah secara bertahap tapi
konsisten dengan komitmen kita.
Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar kita.
Contoh dan praktek yang kita berikan sangat penting untuk menginspirasi
banyak orang lainnya untuk berubah pula. Berikanlah informasi kepada
orang-orang di sekitar kita sehingga mereka dapat mengerti mengenai
konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk
mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan planet kita tercinta
ini.
[ English Version ]


1. Save lives and the planet by not eating meat

( Melindungi kehidupan dan Bumi dengan TIDAK MEMAKAN DAGING )


The 2006 United Nations report, Livestock’s Long Shadow, documents
the livestock industry’s 18% contribution to global warming, which is
more than the warming effect of all transportation throughout the world.

A 2007 report from the Earth Institute affirms that a plant-based diet
consumes only 25% of a meat-based diet.And changing from a meat-based
to a vegetarian diet is at least 50% more effective in counteracting
climate change as switching from a Suburban SUV to a Toyota hybrid car.

“Please eat less meat ��?meat is a very carbon intensive commodity.
Don’t eat meat, ride a bike, and be a frugal shopper ��?that’s how you
can help brake global warming.��?- Rajendra Pachauri, Chief of the UN’s
Intergovernmental Panel on Climate Change International environmental
organization EarthSave features VEGPLEDGE!TM at www.vegpledge.com, a program 
dedicated to helping anyone who wants to benefit the planet with a Go Veg! 
pledge.


Research by University of Chicago geophysics professors Gordan Eishel
Gidon Eshel and Pamela Martin concludes that going vegan for one year
saves 1.5 tons of emissions relative to the standard American diet, 50%
more than switching from an SUV to a Toyota Prius.

New York Times article written by Mark Bittman, a non-vegetarian,
explains the detrimental cost of meat consumption to our planet, our
health, and to the poor.

If each person in the Netherlands goes meat-free one day per week, the
lowered emissions would equal the Dutch government’s goals for emission
reductions for all households for one year.

A vegetarian driving a Hummer SUV is more environmentally friendly than
a meat-eater on a bicycle.In South America, where 400 million hectares
of soya crops are fed to animals for human consumption, only 25 million
hectares would be needed be needed to directly feed all the humans in
the world.


2. Recycling does make a difference

( Penggunaan Ulang & Daur Ulang )



California estimates that state-wide recycling saves energy to
power 1.4 million homes, reduces 27,047 tons of water pollution, saves
14 million trees and reduces greenhouse gas emissions equivalent to 3.8
million cars.

The Technical University of Denmark found that recycled aluminum uses
95% less energy than non-recycled aluminum, 70% less energy for
plastics, and 40% less for paper.


3. Planting trees benefits our Earth

( Reboisasi - Penghijauan Kembali )


Two years after planting hardwood saplings in the wettest areas of
Catahoula Parish, Louisiana Tech University scientists find each acre
of reforested land sequesters sufficient carbon to offset driving a car
for a year.

A US Forest Service Study showed that planting 95,000 trees in two
counties in metropolitan Chicago provides cleaner air and will saves
$38 million over 30 years due to lower heating and cooling costs.



4. Reduce carbon emissions with alternative energy transportation

( Mengurangi Emisi Karbon Dioksida dari alat berkendaraan )


A University of Chicago study indicates that driving a Toyota Prius
electric-gas hybrid car will save 1 ton of emissions per
year.Locally-grown food is deemed to have a lower carbon footprint, as
demonstrated by an 2003 Iowa State University study, which found
non-local food had traveled an average of 1,494 miles, versus 56 miles
for local food.“I try to save energy by using my bicycle to travel to
work as often as I can.��?- Margot Wallström, Vice-President of the
European Commission


5. Energy efficiency and sustainable energy can help renew our Earth

( Penghematan Energi dan Menggunakan Barang yang hemat energi dan tahan lama )



The American Council for Energy Efficient Economy recommends actions to reduce 
energy usage such as
turning off equipment when not in use.installing Energy Star-rated appliances 
and programmable thermostatsinsulating hot water pipes and using energy 
efficient bulbs.Install solar panels as an alternative energy source.

Kirim email ke