sabbe sankara annicca, hai budiman sudharma, lieus sungkharisma, ronny bb management: Renny MarCom Director Herry General Manager Deny Marketing and Sales Manager Carole Public Relation Manager Vincent Finance Controller Nads Graphic Designer
http://www.facebook.com/group.php?gid=37763200606 segala sesuatu yang berkondisi tidak kekal, demikian pula buddha bar, managementnya, pemiliknya, dan kekuasaan sutiyoso, renny sutiyoso, djan faridz, dsb, yang di atas suatu waktu akan jatuh ke bawah, inilah hukum alam sebab akibat yang abadi... Umat Buddha Kembali Protes Demonstrasi Sporadis Digelar jika Nama Buddha-Bar Masih Digunakan Minggu, 15 Maret 2009 | 06:57 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 200 umat Buddha yang tergabung dalam Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia atau Magabudhi berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia dan di depan Restoran Buddha-Bar, Sabtu (14/3), yang mereka nilai menggunakan simbol agama untuk bisnis. Mereka menuntut penutupan restoran dan penggantian nama Buddha-Bar karena memakai nama dan simbol agama untuk kepentingan komersial. Dalam unjuk rasa itu, umat Buddha memblokir salah satu pintu masuk restoran dari arah Jalan Cut Nyak Dien, Menteng, Jakarta Pusat. Restoran Buddha-Bar yang beralamat di Jalan Teuku Umar Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, memiliki dua pintu di kedua jalan itu. Pengunjuk rasa membakar dupa dan membawa bunga sedap malam sambil berdoa agar pengelola restoran itu mau mengganti nama Buddha menjadi nama lain. Para biksu membaca doa-doa selama sekitar 30 menit. Perwakilan umat Buddha diterima oleh pengelola restoran untuk mengungkapkan aspirasi mereka dalam sebuah pertemuan tertutup. Namun, tidak ada keputusan apa pun dari pertemuan itu. Wartawan tidak diizinkan masuk untuk meliput pertemuan itu atau meminta tanggapan dari pengelola restoran. ”Umat Buddha keberatan jika simbol agama kami menjadi simbol restoran komersial, yang menjual wine dan daging. Nama Buddha kok digunakan untuk berjualan? Mereka, kan, dapat menggunakan banyak nama dagang lain selain nama Buddha,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Magabudhi Pendeta Surya Widya seusai pertemuan dengan pengelola restoran. Menurut Surya, para pengelola restoran belum dapat memberi jawaban atas tuntutan umat Buddha itu. Mereka hanya dapat menampung aspirasi umat Buddha. Surya mengatakan, jika pengelola restoran Buddha-Bar belum mau menutup restoran dan mengganti nama, umat Buddha akan kembali menggelar demonstrasi secara sporadis. Aksi menutup pintu masuk pada malam hari saat restoran itu buka, rencananya juga akan dilakukan. Sementara itu, dalam surat edaran nomor DJ.VI/2/BA.00/ 202/2009 Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada Departemen Agama RI Budi Setiawan mengatakan, pihaknya tidak memberikan rekomendasi terhadap usaha dagang dan hiburan yang menggunakan nama ”Buddha”, seperti Buddha Bar, Buddha Spa, dan Buddha Cafe. Penggunaan nama Buddha-Bar dinilai telah menimbulkan keresahan di lingkungan umat Buddha. Budi sudah meminta secara persuasif kepada Gubernur DKI Jakarta dan pengelola restoran untuk mengganti nama Buddha-Bar dengan nama lainnya. Atas permintaan itu, kata Budi, pimpinan PT Nireta Vista Creative sebagai pengelola Buddha-Bar telah menyanggupi untuk mengganti nama usahanya dengan nama lain yang tidak menggunakan kata ”Buddha”. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/03/15/06575253/umat.buddha.kembali.protes Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda Prihatinn @ Minggu, 15 Maret 2009 | 10:19 WIB Seharusnya bukan umat Budha aja yg protes, yg mendukung kerukunan hidup di negeri ini harus ikut pula mendukung. Ini adalah TONTONAN UNJUK KEKUATAN PEJABAT BERKUASA DAN MANTAN yg dulu waktu sekolahnya sama2 mungkin gak di ajari menghargai org lain.(or mungkin gak sekolah?!)..... ayo siapa yg kuat?! dgn cara pelecehan. Kasihan negeriku, penguasanya sok kuasa, gak rendah hati......
