--- On Thu, 3/19/09, Juan Ek Halim <[email protected]> wrote:
From: Juan Ek Halim <[email protected]>
Subject: Penjara Kehidupan Itu Bernama Benci , Takut dan Dendam
To:
Date: Thursday, March 19, 2009, 7:07 PM


Pernahkah Anda melihat seseorang yang sangat takut untuk berpergian
ke luar dengan memakai taksi / kendaraan umum ? well, saya pernah
melihatnya dan sering melihatnya.. Begitulah kalo seseorang yang sangat
jarang berpergian ke luar dan mengurung dalam rumah plus cara
berpikirnya sempit, jika suruh dia pergi keluar dengan kendaraan umum,
muncul rasa takut luar biasa dalam dirinya, mulai dari takut dirampok,
takut dibunuh, takut kesasar dan takut menghabiskan duit. Sepertinya
segala macam rasa takut itu bersarang dalam dirinya.
Begitu juga dengan diri saya waktu dulu, aku begitu takut dan grogi
bila harus berhubungan dengan orang-orang, karena banyak faktor
tentunya.. salah satu faktornya sejak kecil aku tidak dibiasakan
bersosialisasi dan cenderung sehari2 berada di rumah saja. Kalo keluar2
pun sering dilarang. Orang tuaku juga bukan tipe orang yang suka
bersosialisasi. Well, bukannya aku ingin menyalahkan, tapi kenyataan
memang demikian.
Setelah cukup lama, kebiasaan ku pun terbentuk.. aku menjadi orang
yang kuper.. terutama saat2 aku pindah dari tempat kelahiranku yang
agak kampungan menuju Kota Besar.. wow.. semua terasa beda.. Dan aku
perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan ini. Masa remajaku
tidak begitu happy, aku kesepian di kota besar ini.. aku tidak punya
teman.. tidak ada pacar.. orang2 di rumah sering bertengkar.. mulai
dari sang paman, bibi dan keluargaku.. Yang aku ingat, sering ada
tangisan dan kegaduhan di sana.
Aku tumbuh dengan menjadi orang yang tidak percaya diri. Dan aku
ingat aku mulai nonton film2 seronok di salah satu channel parabola,
Aku bahkan mulai melakukan hal2 yg seronok itu.  Aku jg tumbuh dengan
perasaan benci dan dendam terhadap bibiku.. Akhirnya kami pisah dan
pindah ke Kota TerBesar.
Rasa Takut,  Benci & Dendam, Prasangka negatif ( menganggap
orang lain tidak baik ), Cemas, Nervous sering bersarang di dadaku..
Aku hidup di neraka.. Aku sering menangis pada waktu itu.. Semuanya
terasa menyakitkan.. Aku merasa tidak bebas.. terbelenggu oleh rasa
sesak dan sakit di dadaku ini..
Aku tidak berani kemana2.. Aku tidak berani menyapa teman2 ku dan
bergaul akrab, walau aku ingin.. Aku tidak punya rasa percaya diri..
Aku tidak berani mengatakan isi hatiku, walau aku suka pada seseorang..
Kini setelah aku ingat2 kembali, air mata ini menetes begitu saja..
aku tidak bisa mengatakan semua ini telah berlalu dan telah berubah 180
derajat.. tapi yang pasti, aku tidak mau lagi hidup dalam “penjara
kehidupan��?itu..
ini adalah kisah nyataku.. semoga bisa sedikit menginspirasi Anda semuanya..
Dan Bagaimana dengan Anda ? Apakah masih hidup dalam penjara atau sudah Bebas ?





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke