YUNARTO GOH  |  Mr_Five   `WenZ  |  +628163116137  |  +6281310186137
K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero
Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda
www.wenz.web.id/myblog/  |  www.virtual-dalnet.com  |  www.vitmart.com


----- Original Message ----- 
From: kusalacitto gunawan 
To: [email protected] 
Sent: Friday, 03 April 2009 14:23 PM
Subject: [kongtai:3013] Re: [Fwd: [kongtai:2843] Fw: [MABINDO] Perenungan Pro 
dan Kontra Buddha Bar]


Haiyahhhh 

gini aja deh gua ga mo kejebak dalam polemik kusir.

gua kaga dukung jg kagak nolak, my position is no hiu (bahasa hokiyen medan).

yg gua bahas disini adalah, argumen dari pihak penolak buddha bar, yg 
horizonnya saya cuma sampai batas, dari yang sering mr.5 forward ke milis.
Dari sana kan udah keliatan jelas,
yang dinamakan perjuangan membubarkan BuBar cuma bisa menghujat :
1. buddhist ktp
2. Lius S.
3. Budiman SH (kalo ga salah ya namanya itu)

Apa itu esensinya? Cuma dengan menghujat setiap  pernyataan mereka, bisa 
membuat Buddha Bar bubar? 

Menolak Buddha Bar atau mo cari musuh sih? Agendanya untuk menolak Buddha Bar, 
ya beri argumentatif yang oke donk. Misalnya menurut Samyuta Nikaya pasal 30 
ayat 10 berbunyi apa gitu , maka dari dasar pemikiran itu Buddha Bar saya tolak.

Lah ini kan seperti anak kecil, cm ributin pribadi orang, organisasi yang 
diketuainya, ini kan sudah lari dari esensi. Kan daripada menjadi cari masalah 
antar umat buddhist yang akhirnya berujung pada PERPECAHAN. Mendingan kan kita 
rumuskan Apa alasan kita menolak Buddha Bar? 

Apakah karena:
1. Karena kita tidak suka patung Buddha dipakai dalam Bar? 
     Okelah, bisa diterima walaupun Ini sebenarnya alasan subjektip (makanya 
byk timbul polemik antara yg pro dan kontra). Tidak semua umat Buddha 
menganggap patung adalah rupang Buddha (seperti yang terdapat dalam vihara), 
bagi saya pribadi itu tergantung konteks, kalau patung ya patung. Sebuah karya 
seni! Kalau dia ditaruh di dalam vihara/kelenteng maka dia jadi objek 
penghormatan (sebuah rupang).

2. Karena kita tidak setuju ama pernyataan Lius Cs.
    Berikanlah argumen untuk melawan argumennya, bukan pakai Ad Hominem, sebuah 
maha karya yang dipakai ketika oraang tidak tahu apa lagi yang bisa dipakai 
untuk berdebat.

3. Tidak setuju memakai nama Buddha dan embel-embelnya untuk sebuah Tempat 
Hiburan/Pelesiran
    Yah kembali lagi, berikanlah argumen / bukti otentik bahwa ajaran Buddhisme 
tidak setuju pemakaian emblem/patung/simbol agama dalam sebuah tempat hiburan. 
Misalnya itu mengutip bukti otentik yang tidak bisa dibantah orang (misalnya 
ada dalam Ti Pitaka)

Intinya kalau cuma mo ngotot2an pendapat pribadi yang bunyinya "GUA SIH GA 
SETUJU YA KARENA MENURUT GUA PATUNG BUDDHA GA PANTAS DI TARUH DI BAR, MISALNYA 
FOTO BAPAK KAMU DI PAJANG DI WC MAU GA?" Itu kan cm pendapat subjektip yang 
berbeda-beda jawabannya, maka dari itu timbullah reaksi sebaliknya yang 
membantah, karena bisa saja orang lain itu merasa dia tidak terganggu walaupun 
bapaknya sendiri (bukan fotonya lagi) ditempatkan di kamar mandi (ya mungkin 
karena bapaknya adalah janitor?). Maka dari itu timbullah kontra karena menurut 
hati nurani dia itu tidak masalah.

Jadi seperti si awen (Mr.5) ini seperti kebakaran jenggot  membaca ulasan saya 
(yang walaupun menyatakan tidak mendukung/menolak tetapi memberatkan pihak 
Kontra Buddha Bar) karena menyatakan kalah intelejensianya dengan yang pro 
(saya tidak menunjuk nama orang sama sekali yang intelejensianya kurang).

Itu karena adanya reaksi dari saya yang menurut saya secara subjektif perlu 
saya komentari. Menurut saya ini karena kita semua sudah perang ego, sudah lari 
dari esensi. Kalau mau reply argumentasi yaitu dengan argumentasi jangan pakai 
melecehkan / menghina pribadi orang lain.  Kalau misalnya Lius S. tersulut juga 
(semoga dia itu cukup terpelajar), pasti dia serang balik akhirnya ya jadi 
berantemlah antar organisasi. Perbedaan pendapat itu kan wajar, penyelesaiannya 
ya tinggal penyatuan pendapat. Kenapa harus dibikin jurang antara Buddhis oke 
Buddha Bar dengan Buddhis tidak Oke Buddha Bar. 

Kalau cukup beradab ya angkatlah dua kubu dalam 1 talkshow yang diselenggarakan 
kubu netral. Lalu kalau bisa dua kubu ini satu pendapat dulu gitu loh, baru 
dehhhhh ributin esensi sebenarnya yaitu BUDDHA BAR. 

Itulah intinya pembahasan saya.




2009/4/3 Mr_Five WenZ <[email protected]>

  gak tau ya guk...
  yang gak punya intelejensia itu siapa atau siapa ya?
  yang menunjuk atau yang ditunjuk ya?
  jadi ingat 1 jari dan 4 jari... banyakan mana?

  M5W


  2009/4/3 kusalacitto gunawan <[email protected]>

    Kekerasan tidak harus melalui tindakan. 
    Walau Body Language meliputi 80% dalam komunikasi manusia terutama primata. 
Makanya mereka itu lebih senang demo. Sudah itu ditambah 20% nya komunikasi 
verbal yaitu orasi pake TOA. 

    Yang saya maksud Kekerasan adalah dalam bentuk verbal sering dilontarkan 
oknum (pasti ga da yg mau di generalisir) lihat saja itu respon-respon kontra 
pada respon-respon pro. Semua tidak menunjukkan intelejensia, sebaliknya yang 
Pro kok anehnya tidak melakukan penyerangan secara pribadi. Mungkin kalau 
oknum-oknum seperti itu berkumpul nantinya bisa menyampaikan kekerasan dalam 
bentuk body language ;)) Bisa saja, kalau semua ini dibiarkan, sama seperti FPI 
dibiarkan sejak tahun 90an. Sekarang merasa raja.



    2009/4/3 Mr_Five WenZ <[email protected]> 


      guk... lu itu ntah buta tuli atau apa...
      wa tanya lu... sejak kapan kita-2 yang demo Buddha Bar itu pake kekerasan?
      Coba tunjukkan kapan dan dimana?
      Sejauh ini semua aksi yang dilakukan cuma aksi damai, dan penggalangan 
dukungan melalui berbagai media, salah satunya lewat media internet.

      M5W


      2009/4/3 kusalacitto gunawan <[email protected]>

        JADI MENYAMBUNG LAGI (LOM PUAS):

        ISTILAHNYA YA:

        TIDAK ADA INTELEJENSIA DALAM PERGERAKAN KONTRA BUDDHA BAR.

        APAKAH SEGITU KUALITAS GENERASI MUDA BUDDHIS SEKARANG? 

        MAKA ARTINYA KITA MENUJU JURANG KEHANCURAN

        DIMANA ORANG SUDAH LEBIH SUKA MEMAKAI JALUR KEKERASAN/ADU OTOT LEHER/ 
ADU FISIK DARIPADA JALUR DIPLOMASI. BERARTI PERADABAN MANUSIA SUDAH  DIANTARKAN 
MENUJU UJUNG PINTU BELAKANG KEMERDEKAAN. 









--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima email ini karna Anda diregister ke Google Groups "kongtai" group. 
Untuk posting email, silahkan kirim ke [email protected] 
Untuk keluar dari grup atau milis ini, kirim email kosong ke 
[email protected] 
Untuk pengaturan lainnya, kunjungi (atau klik) 
http://groups.google.com/group/kongtai?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke