Saya sudah “menikah” dengan idealisku atas pelayanan
Di Prancis, saya sudah menulis surat-surat yang manis untuk ibu saya
setiap minggu, mengatakan betapa saya merindukannya. Namun, ketika saya
kembali, saya menghabiskan semua hari-hari saya bersama orang-orang
miskin di perkampungan perintis dan kumuh. Kadang-kadang, Ibu akan
berkata kepada saya, “Kamu bilang sayang sama ibu, tapi lalu kamu
menghabiskan semua hari-harimu dengan bekerja untuk orang miskin dan
datang melihat ibu hanya di tengah malam.” Saya dengan lembut
menghiburnya, “Tolong anggap saya seperti sudah menikah—bukan dengan
seorang pria, tetapi dengan idaman kehidupan saya. Umpamanya saya sudah
menikah, saya akan menghabiskan siang dan malam saya dengan suami saya,
memberikan kebahagiaan hanya untuk dia. Namun, karena saya menikah
dengan cita-cita dari kehidupan saya, saya dapat membawa kebahagiaan
bagi banyak orang, dan saya juga dapat pulang ke rumah di malam hari
untuk bersama dengan Ibu.” Ibu saya mengerti, dan sejak hari itu ia
selalu mendukung pekerjaan saya.

dicuplik dari “Learning True Love”

http://learningtruelove.wordpress.com/2009/04/06/saya-sudah-menikah/

---------------------------------------------------------------

Piknik "Seni hidup berkesadaran" bersama Sister Chan Khong dan monastik dari 
Plum village yang merupakan representatif dari Bhante Thich Nhat Hanh.
Kalau ada waktu, mampir ke

http://learningtruelove.wordpress.com/

kami akan mengadakan piknik bersama pada tanggal 7 Mei sampai dengan 10 Mei 
2009, keterangan lanjut silakan hubungai [email protected] atau
sms ke 
Henry 0816-181-5767
Liana 0815-913-8270
Rohana 0813-1012-5688
Suryati 0818-1800-96




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke