"Bagaimana dengan semua atribut dan simbol-simbol agama Buddha dalam BAR 
tersebut? ............."

Pertama: ucapkan dulu terimakasih kepada Menteri Agama dan Dirjen Buddha 
melalui website mereka: http://www.depag.go.id/ (di bagian kontak kami)

Kedua: Mintalah Dirjen Buddha untuk menertibkan penggunaan simbol-simbol agama 
Buddha di tempat yang tidak sesuai dengan norma2 agama Buddha seperti bar yang 
menjual minuman keras.

Ketiga: Laporkan keberatan kepada Dirjen HAKI melalui website mereka
http://www.dgip.go.id/ebscript/publicportal.cgi
bahwa Buddha-bar masih menggunakan merek 'buddha-bar' dalam mempromosikan 
aktivitas mereka seperti di website mereka:
buddha-bar.co.id

Keempat: Di website buddha-bar.co.id (di bagian contact us) kirimlah email 
sebanyak-banyaknya ke [email protected]
untuk menutup website mereka itu dan/atau larang mereka
menggunakan lagi kata'buddha-bar'.
Attensi bisa ditujukan ke manager operasional Henry Marheroso.
Berikan ULTIMATUM jika dalam waktu 1 bulan website itu masih ada, maka kita 
akan menyewa HACKER untuk mengacak-ngacak website mereka!

YG
------------------------------------------------------------------------
"World peace must develop from inner peace.
Peace is not the absence of violence.
Peace is the manifestation of human compassion."
DL 14TH
--- In [email protected], siwu <b83...@...> wrote:
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: <abin_a...@...>
> Date: 2009/4/21
> Subject: [buddhavacana] Nama Buddha Bar Jadi Bataviasche Kunstkrin
> To: Milis SamaggiPhala <[email protected]>, Buddha Vacana <
> [email protected]>
> 
> 
> 
> 
> 
> Bagaimana dengan semua atribut dan simbol-simbol agama Buddha dalam BAR
> tersebut?
> Jika memang ini adalah bentuk penghormtan (bukan permainan politik saja),
> maka semua atribut dan simbol-simbol Buddhist harus dilepaskan, termasuk
> lampion-lampion bertuliskan kata BUDDHA sekecil apapun.
> +++++++++++++++++++++++++++++
> 
> 
> Nama Buddha Bar Jadi Bataviasche Kunstkring
> Penggantian nama diresmikan dengan penurunan papan nama Buddha Bar.
> 
> VIVAnews - Buddha Bar berganti nama. Tempat hiburan di pangkal Jalan Teuku
> Umar Menteng ini kini bernama 'Bataviasche Kunstkring'.
> 
> Manager Operasional Buddha Bar, Hendri Marheroso, Selasa 21 April 2009,
> mengatakan, nama itu dipilih untuk mengabadikan nama asli gedung sejarah
> yang ditempati Buddha Bar.
> 
> Gedung Bataviasche Kunstkring merupakan gedung eks Imigrasi yang dibangun
> Belanda pada 1913. Bangunan itu termasuk salah satu cagar budaya Ibu Kota.
> Gedung tua itu dibangun seorang arsitek Belanda, Pieter Adriaan Jacobus
> Moojen.
> 
> Penggantian nama diresmikan dengan penurunan papan nama Buddha Bar yang
> melekat di gedung tersebut. "Ini bentuk penghormatan managemen terhadap
> menteri agama," ujarnya. "Tidak ada niat sedikit pun untuk melukai umat
> Buddha di Indonesia."
> 
> Dengan penurunan papan dan penggantian nama itu, manajemen Buddha Bar
> berharap segala polemik yang selama ini mencuat teredam. Semua dilakukan
> demi penghormatan terhadap umat Buddha di Indonesia.
> 
> Sebelumnya, Buddha Bar dituding melecehkan umat Buddha melalui berbagai
> ornamen yang menghiasi interiornya oleh Forum Anti-Buddha Bar. Buddha Bar
> didesak mengganti nama dagang dan melepaskan simbol keagamaan Buddha.
> 
> Buddha Bar merupakan usaha waralaba yang berpusat di Prancis. Di Jakarta,
> lisensinya dipegang PT Nireta Vista Creative. Bar mewah itu juga ada di
> sejumlah kota besar dunia seperti Dubai, Kiev, Dublin, New York, dan New
> York.
> • VIVAnews
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke