Namo Buddhaya, berikut update terkini dana tergalang untuk Tian hingga 28 April
2009 dan share kunjungan ke 2 ke Tian pada Jumat - Minggu yang lalu.
Jika ada yang kurang cocok pada list dana di bawah, harap dikoreksi dengan
menginformasikan pada saya atau bro Edi.
++++++++++++ +++++++++ +++
16/Apr/2009 Dana dariToni 200,000
16/Apr/2009 Dana dariJuniawati 150,008
16/Apr/2009 Dana dari 魏信女 300,000
16/Apr/2009 Dana dari Vera Jessice 100,000
16/Apr/2009 Dana dari Philippe & Aaron Dharmawani 100,008
17/Apr/2009 Dana dari Lusie Tan 20,009
17/Apr/2009 Dana dari Adhitya Dharma 50,000
17/Apr/2009 Dana dari MT 50,000
17/Apr/2009 Dana dari Henry S & Vera 108,000
17/Apr/2009 Dana dari Hendra Wijana 300,000
17/Apr/2009 Dana dari Agus Salim 100,088
17/Apr/2009 Dana dari Kasman 100,008
20/Apr/2009 Dana dari Adiharto Salim SE 500,000
20/Apr/2009 Dana dari Amin Untario 300,000
20/Apr/2009 Dana dari Nety Natalia 100,000
20/Apr/2009 Dana dari XYZ 500,000
20/Apr/2009 Dana dari Ilphin 100,000
20/Apr/2009 Dana a.n. Sumber Rusi Handono Alm. 100,000
20/Apr/2009 Dana dari 佛弟子 200,000
20/Apr/2009 Dana dari Hendra 50,008
20/Apr/2009 Dana dari Yunike Swanny 100,001
21/Apr/2009 Dana dari Yudhi Wirawan Ho 200,048
21/Apr/2009 Dana dari Jhon Talim 100,000
21/Apr/2009 Dana dari 佛弟子 50,000
21/Apr/2009 Dana dari Toni Kie 100,008
21/Apr/2009 Dana dari 佛弟子 100,007
21/Apr/2009 Dana dari LB 1,000,000
21/Apr/2009 Dana dari Then Cun Lang 100,000
21/Apr/2009 Dana dari Romo Kusalo 150,000
21/Apr/2009 Dana dari Adhigunadharo 350,000
22/Apr/2009 Dana dari Nicky - Meli 200,000
22/Apr/2009 Dana dari Tjhia Jhohan 100,000
22/Apr/2009 Dana dari Toga 100,000
22/Apr/2009 Dana dari Agus Susanto Lihin 300,088
22/Apr/2009 Dana dari Siany Haryuni 50,000
22/Apr/2009 Dana dari Liong Lie Ching 100,008
23/Apr/2009 Dana dari Marry Yanna 65,000
23/Apr/2009 Dana dari Dr. Lie Mei Ling 50,008
23/Apr/2009 Dana dari Tjoe Li Jin 200,000
23/Apr/2009 Dana dari Indra Hermawan 100,008
23/Apr/2009 Dana dari Suhairi Suhaimi 300,007
23/Apr/2009 Dana dari Yulia Pannasiri 200,000
23/Apr/2009 Dana dari Yenny & Merry 100,000
23/Apr/2009 Dana dari Yahti 50,000
23/Apr/2009 Dana dari Lindawaty 100,000
24/Apr/2009 Dana dari Petty Mulyawan 150,000
24/Apr/2009 Dana dari Ping - Ping 100,000
24/Apr/2009 Dana dari Hemawati Nurhalim 100,469
24/Apr/2009 Dana dari Johnson 100,000
24/Apr/2009 Dana dari Darma Sanjaya 100,088
24/Apr/2009 Dana dari Agus Hartono 200,000
24/Apr/2009 Dana dari Shanti Widjaja 100,000
27/Apr/2009 Dana dari Sally Angretta 100,000
27/Apr/2009 Dana dari Jenny Iriani 300,000
27/Apr/2009 Dana dari Sufenwati 100,000
27/Apr/2009 Dana dari Kel. Thio Ie Kong (MKS) 500,000
27/Apr/2009 Dana dari Eriyati 200,000
27/Apr/2009 Dana dari Yanti Wong 100,000
27/Apr/2009 Dana dari Kel. Bong 1,008,818
27/Apr/2009 Dana dari Tomlion Thiosdor 500,000
28/Apr/2009 Dana dari Holiwati Sukamdi 200,000
28/Apr/2009 Dana dari Wiryanto Widjaja 100,000
TOTAL Rp11.652.687
DISERAHKAN (25 APRIL 2009) Rp5.000.000
SISA Rp.6.652.687
++++++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +++++++++ +
KUNJUNGAN KE-DUA (24 - 26 APRIL 2009)
Akhirnya ada sedikit waktu luang untuk share kunjungan ke tempat Tian pada hari
Jumat - Minggu yang lalu. Mohon maaf karena baru sekarang sempat share dan
hanya garis besar saja.
Tujuan utama dari kunjungan kedua ini adalah untuk mencari tahu apakah rumah
sakit di madiun memiliki fasilitas untuk melakukan tindakan operasi dan
radiasi.
Dua hari sebelum saya berangkat ke Madiun, ada sms dari seorang member milis
(namanya siapa saya lupa), yang bercerita kalau nasofaring tidak bisa
dioperasi. Ini masukan berharga karena saya perlu menanyakan hal tersebut
dengan jelas ke dokter rumah sakit, karena informasi yang saya dapat sebelumnya
adalah dari ibu-nya Tian yang menyatakan bahwa "kata dokter" tindakan yang
perlu diambil adalah operasi dan disinar.
Dari dokter saya mendapat jawaban bahwa tindakan yang bisa diambil adalah
radiasi dan operasi, bukan operasi dan radiasi. Tindakan yang pertama dilakukan
adalah radiasi, dan jika diperlukan tindakan lanjut mengangkat sisa bagian yang
terkena tumor (yang sudah mati diradiasi), baru dilakukan pengangkatan.
Kepastian lain yang didapat adalah bahwa radiasi dapat dilakukan di rumah sakit
di madiun.
Setelahnya, saya menanyakan soal biaya pengobatan dan kemungkinan mendapatkan
keringanan. Dokter menyarankan untuk menemui direktur keuangan rumah sakit,
namun sayangnya yang dicari tidak ada ditempat karena sedang keluar kota.
Namun, walau bagaimanapun hal tersebut tidak boleh sampai menghalangi apalagi
membatalkan pengobatan Tian.
Sudah mulai gelap, saya menginap di rumah salah seorang teman (yang dulu
membantu kasus Afuk di Ponorogo). Keesokan paginya saya langsung menuju tempat
Tian dengan menggunakan mobil teman saya. Tujuan hari ini (sabtu) adalah
memindahkan Tian ke rumah sakit Madiun. Namun karena beberapa hal, Tian baru
bisa dipindahkan keesokan harinya. Sore kami kembali ke kota Ngawi dan menginap
di penginapan, karena tidak mungkin untuk menginap di tempat tinggal Tian.
Minggu pagi, kami kembali menuju tempat tinggal Tian (jauh dari kota,
berbatasan dengan Blora). Semua sudah siap, dan kami pun berangkat ke Madiun.
Tian akhirnya didaftarkan sebagai pasien rawat inap, berbekal surat keterangan
tidak mampu yang dibawa ibunya Tian, saya kembali mencari direktur keuangan
untuk menanyakan soal keringanan, namun hari Minggu direktur keuangan tidak ada
di tempat. Mau tidak mau masalah ini baru dibicarakan lain waktu. Pihak rumah
sakit meminta deposit. Dana 5 juta yang sudah ditransferkan bro Edi
didepositkan 4juta.
Selanjutnya kami mencari kamar kos dekat rumah sakit untuk tempat tinggal ibu
Tian selama Tian dalam perawatan. Kos sebulan seharga 100ribu. Sisa uang
900ribu diserahkan pada ibu Tian untuk jaga-jaga. Ibu Tian berkali-kali
mengucapkan terima kasih atas bantuan dari kami. Saya jelaskan bahwa bantuan
tersebut adalah dana dari banyak orang, kami hanya membantu menyampaikan saja.
Menjelang sore kami pun meninggalkan rumah sakit. Saya meninggalkan nomor
handphone pada ibunya Tian, jika ada kondisi mendesak, bisa ke wartel dan
langsung kontak saya. Saya berpesan padanya agar setiap 1 - 2 hari mengabari
saya perkembangan Tian, terutama jika sudah akan mulai radiasi. Hal yang sama
saya pesankan pada teman saya.
Setelah itu saya dan teman saya pamit. kembali ke rumah teman saya,
beristirahat sebentar. Selepas maghrib saya meninggalkan Madiun dengan sepeda
motor saya. Satu langkah telah dilewati.
Mohon maaf karena hingga sekarang saya belum mendapatkan penjelasan hasil
pemeriksaan medisnya, jadi belum bisa share. Semoga nanti sore atau besok pagi
sudah ada kabar dari teman saya atau ibu Tian.
Tanggal 8 Mei malam saya akan kembali ke Madiun.
++++++++++++ ++++++++
KUNJUNGAN PERTAMA
Libur panjang pemilu legislatif kemaren saya gunakan untuk mendatangi beberapa
tempat mengunjungi beberapa orang. Karena awal minggu ini saya ada audit ISO
9001:2000, saya baru sempat share sekarang.Yang pertama hari Kamis, bersama
seorang teman (Deny) yang merupakan aktivis di sebuah LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat) saya melawat seorang penderita HIV+ di Mojokerto.
Sebut saja namanya AD, berusia 26 tahun. AD diketahui menderita HIV+ sejak
sekitar 1 tahun terakhir ini. Diyakini AD mendapatkan virus HIV melalui
hubungan sex sejenis yang bebas, karena dari penjelasan teman saya, AD adalah
seorang gay yang menurut pengakuannya sendiri suka gonta-ganti
pasangan.Kunjungan ke AD ini adalah sebagai lanjutan dari permintaan teman saya
ini yang beberapa waktu lalu kesulitan mendapatkan obat untuk AD, karena LSM
hanya menyediakan akses untuk mendapatkan obat anti retroviral (ARV). ARV bisa
didapatkan secara gratis lewat prosedur tertentu, namun untuk obat-obat lain
yang terkait komplikasi harus dibeli sendiri.
Saat itu, sekitar semingguan lalu, teman saya menghubungi saya per telpon
karena kesulitan untuk menebus obat antibiotik paru-paru untuk AD. Saat itu
beberapa teman milis yang saya hubungi via sms langsung memberikan respon dan
bantuan. Anumodana.Kasus AD ini memang bukan kasus yang saya tangani, namun ini
merupakan pengalaman pertama saya berinteraksi dengan penderita HIV+. Agak
bingung dan kikuk juga. Semisal ketika bertemu, walau AD (tampak fisik) sehat
walafiat, maksudnya tidak sedang terbaring tak berdaya di tempat tidur, ada
rasa was-was ketika bersalaman. Walau saya tahu bahwa penularan tidak bisa
terjadi hanya dengan bersalaman. Kemudian, ketika ngobrol, apakah boleh
merokok? Apakah asap rokok tidak akan menyebabkan menurunnya kekebalan
tubuhnya? Bingung juga. Akhirnya ya bertahan saja.
Pembicaraan juga sebisa mungkin tidak menyinggung hal-hal yang berhubungan
dengan kehidupannya dan dengan status yang disandangnya. Yang kedua, hari
Jumat, kembali diajak Deny untuk melayat (kali ini bukan melawat, tapi melayat)
seorang penderita HIV AIDS di Surabaya yang meninggal pada jumat dini hari.
Sebut saja R. Saya tidak tahu banyak tentang R. Yang saya dengar dari temanku
adalah bahwa R berprofesi sebagai pekerja sex yang menjual jasanya baik untuk
laki-laki maupun perempuan. Dalam perspektif penanggulangan penyebaran HIV
AIDS, R merupakan subyek yang paling berperan dalam menularkan HIV AIDS. R
meninggal dalam kondisi yang cukup menggenaskan karena tubuhnya kurus kering
digerogoti oleh penyakit-penyakit oportunistik yang muncul karena hancurnya
kekebalan tubuhnya.
Malamnya saya menuju pinggiran Ngawi, Jawa Timur, pas berbatasan dengan Blora,
Jawa Tengah. Sabtu pagi saya sudah sampai di tujuan. Kali ini dengan Yoga,
sahabat baik saya yang sudah saya kenal sejak 11 tahun lalu. Yoga berasal dari
Purwodadi, Jawa Tengah tapi sudah lama menetap di Surabaya. Yoga juga aktif di
klub motor di Surabaya.Ngawi boleh dikatakan merupakan perjalanan terjauh yang
pernah saya tempuh dengan menggunakan sepeda motor.
Tujuan ke Ngawi kali ini selain mengisi liburan pemilu, mengukur kemampuan
berkendara jauh, dan sekaligus untuk melihat menjeguk seorang penderita kanker
nasofaring (nasopharyngeal- carcinoma) . Namanya Tian, usianya 21 tahun.
Ayahnya bekerja sebagai tukang pijat, sedang ibunya berjualan bubur.Kondisi
Tian cukup memprihatinkan karena badannya kurus dan sering secara tiba-tiba
mengalami mimisan (keluar darah dari hidung). Seperti halnya ketika ngobrol
dengan kami di halaman depan rumah, tiba-tiba keluar darah segar dari
hidungnya. Saya sempat panik. Tapi Tian sudah cukup tenang menghadapi hal
tersebut. Dia hanya minta diambilkan kapas untuk menyumbat lubang hidungnya
sebentar.
Menurut penuturannya, awalnya sekitar setahun lalu dia mengalami mimisan, waktu
itu dikiranya hanya mimisan biasa karena panas dalam, namun kemudian mimisan
itu sering terjadi, hingga akhirnya dia sempat diperiksakan orang tuanya ke
rumah sakit. Pemeriksaan menemukan bahwa Tian menderita kanker nasofaring
stadium satu dan sempat diinapkan di rumah sakit beberapa lama. Namun akhirnya
pengobatan dan perawatan tidak diteruskan karena orang tuanya tidak mampu
membiayainya. Hanya kadang jika sakitnya cukup buruk, Tian dilarikan ke rumah
sakit, lalu setelahnya dibawa pulang lagi. Itu pun sangat membebani orang
tuanya karena jarak ke kota yang cukup jauh. Para pemeriksaan terakhir
diketahui bahwa kankernya pada stadium dua. Dokter menganjurkan untuk melakukan
operasi dan terapi radiasi atau terapi kimia (khemoterapi) , namun hal itu
nampaknya tidak memungkinkan. Informasi dari ibunya Tian, oleh rumah sakit
diperkirakan biaya operasi mencapai 30 jutaan dan
operasi tidak bisa dilakukan di rumah sakit di Ngawi karena tidak memadai
untuk melakukan operasi nasofaring yang beresiko tinggi karena pada bagian
kepala. Minimal harus dirujuk ke rumah sakit di Madiun.
Mengingat usia Tian yang masih cukup muda dan kemungkinan sembuh yang walau
hanya 50-50, saya cukup tergerak untuk membantu mencarikan dana untuk keperluan
pengobatan Tian. Orang tua Tian juga saya minta untuk mengusahakan dana
tambahan dari sumber lain, dari siapa saja, dari mana saja. Dan untuk
menguruskan surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan keringanan biaya
pengobatan dari rumah sakit. Kalau bisa mendapatkan keringanan 50% dari rumah
sakit sudah akan sangat membantu.
Dalam minggu-minggu menjelang Waisak 2553BE, saya mengajak para rekan sekalian
untuk membantu kasus ini. Sekecil apapun dana parami yang diberikan akan
memberi nilai besar untuk menolong Tian. Karena sulitnya komunikasi di daerah
terpencil tersebut, saya berjanji pada Tian bahwa saya akan kembali ke
tempatnya paling lambat pada Sabtu, 9 Mei 2009 (bertepatan dengan libur
Waisak), karenanya penggalangan ini akan ditutup paling lambat pada 8 Mei 2009.
Bagi yang ingin berdana, seperti biasa dana bisa dikumpulkan via account bro
Edi Sugino.
Bank International Indonesia (BII)
Ac. 1174113160
An. Edi Sugino
Bank Central Asia (BCA)
Ac. 5270348523
An. Edi Sugino
Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro Edi
Sugino, bisa via email maupun via sms (karena account-account tersebut juga
digunakan untuk penggalangan bantuan-bantuan lainnya)
abin: abin_a...@app. co.id (085746138868)
edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808)
Mettacettana,
Abin Nagasena
Sikap Peduli Lingkungan? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]