Dear all... Mohon tanggapan untuk email di bawah. Apakah aksi anti Buddha bar hanya hot-hot chicken sh*t seperti yang tersirat dan tersurat pada email di bawah ini??? Thanks.
Best Regards, YUNARTO GOH | Mr_Five `WenZ | +628163116137 | +6281310186137 K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel.vithost.com/k-ayurveda www.wenz.web.id | www.vithost.com | www.vitmart.com ----- Original Message ----- From: kusalacitto gunawan To: [email protected] Sent: Monday, 04 May 2009 20:54 PM Subject: [kongtai:3600] Buddha Bar Riwayatmu Kini Alo Akbar! Apa Kabar?! Begini bung Akbar, saya mau sedikit tanya kejadian di Tanah Air. Di Tel Aviv sini susah dapat info soal tanah air, maklum tidak ada hub diplomatik otomatis tidak ada hubungan dagang, jadi tidak ada koran tanah air. Tempo hari, Ahad 3hb May 2009, saya mendadak teringat, bahwa pernah ada kejadian khalayak ramai melakukan protes terhadap Buddha Bar. Saya dengar Buddha Bar sudah ganti nama jadi Bataviache Kunstring (kalau tidak salah ketik, dan sepertinya salah deh), ah rumit sekali namanya, tidak menjual kalau dalam ilmu Marketing. Kenapa ya, media online Indo sudah ga ada yang ungkit Buddha Bar, apakah sudah paripurna masalahnya? Dengar-dengar, yang vokal ributin masalah itu sudah tidak berminat lagi, sudah lewat pemilu. Dengar-dengar mereka itu hanya oportunis yang di-bon oleh parpol/elite tertentu. Ya istilah kasarnya, cuma anjing. Sepertinya ketika saya baca dulu, bukannya yang dipermasalahkan itu, bukan hanya masalah nama, tetapi penempatan patung-patung dan atribut berhubungan dengan Budha didalam sana? Apa sekarang dengan ganti nama, tidak ganti interior, masalah sudah beres? Atau provokator lapangan sudah hilang minat? Mengingat parpol tertentu sudah jelas kalah PEMILU Legislatif, mungkin mereka yang oportunist tersebut sudah siap nyebrang parpol lain yang lebih gress dalam segi oportuniti setidaknya sampai 5 tahun mendatang? Heran juga ya, ketika dahulu awal-awal hangatnya Budha Bar, saya bahas sama bung Akbar, kenapa tidak dibawa ke meja hukum ketimbang demonstrasi turun jalan. Eh, malah makin marak demonstrasinya. Malah menjelang Pemilu, para tokoh (oportunis) yang awalnya mengompori masyarakat untuk turun jalan dan bahkan menuju saling serang antar pribadi figur, justru meminta masyarakat untuk memilih penyelesaian jalur hukum. Apakah karena setelah pemilu, maka harus di tune down volumenya? Atau setelah pemilu, sudah tidak ada yg perlu diributin lagi? Okelah bung Akbar, saya disini sudah malam, saya menantikan balasan dari bung Akbar mengenai kabar Budha Bar ini, soalnya saya sangat ingin tahu konklusi dari segala ini merupakan masalah politis atau memang masalah iman terguncang? Salam Hangat, Izhak ben Zvi (Iskandar Mirdad) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima email ini karna Anda diregister ke Google Groups "kongtai" group. Untuk posting email, silahkan kirim ke [email protected] Untuk keluar dari grup atau milis ini, kirim email kosong ke [email protected] Untuk pengaturan lainnya, kunjungi (atau klik) http://groups.google.com/group/kongtai?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- [Non-text portions of this message have been removed]
