Regards, V e r a Be Good, Be Happy, Be Mindful
Indonesian Buddhayana Council 2nd Fl. Prasadha Jinarakkhita Jl. Kembangan Raya Blok JJ, Puri Kembangan, Jakarta Barat - 11610 T. 021-58359127 T&F. 021-58359125, 021-58359126 ----- Forwarded Message ---- From: kevin wu ..................... To: Vera <[email protected]>; Sent: Tuesday, May 5, 2009 4:34:41 PM Subject: Bls: [Dharmajala] jwban FABB: Buddha Bar Riwayatmu Kini ----------------------------------------- Dear Buddhis Fellow, Saya bisa memahami jika ada email2 sejenis ini bisa terlontar. bisa terjadi karena beberapa alasan: 1. Kurang paham atas dasar permasalahan yg ada. 2. Kurang paham atas perkembangan dan situasi saat ini (tidak update). 3. kesengajaan utk mendiskreditkan perjuangan teman yg aktif selama ini. utk alasan 1. saya bisa memahami krn si individu hanya ikut-ikutan sehingga tidak jelas apa yg menjadi dasar tuntutan Forum Anti Buddha-Bar. oleh karena itu akan saya coba sampaikan dalam email ini bahwa tuntutan FABB dr awal adalah penggantian nama dan mengeluarkan semua ornamen ke-agamaan (dlm kasus ini adalah agama Buddha) yes, itu "hanya" nama, itu "hanya" patung. itu hanyalah simbol. semua agama punya simbol utk di hormati, negara juga sama, ada bendera, burung garuda dll. walaupun hanya simbol bagi mereka yg menghormati dan mencintai tentu punya arti yg sangat mendalam. pertanyaannya, apakah boleh simbol tersebut boleh ditempatkan ditempat yg tidak pantas???? misalnya Lambang Garuda ditempatkan di selokan (got)? bendera merah putih dijadikan kain pel, dan seterusnya... boleh kah? jawabannya, tentu saja tidak pantas dan tidak boleh. sama halnya dengan sebuah simbol Agama tadi juga tidak boleh ditempatkan di sebuah tempat yg sangat tidak pantas, yaitu Bar (tempat menjual minuman keras) yg lebih mirip tempat hiburan malam (remang-remang, nuansa Hot music dan banyak org yg hadir tidak punya etika seperti yg berlaku di masy kita). teman2 pernah masuk ke dalam BB? kami sudah sering, kan ehipasiko... apakah pantas? utk alasan ke-2, saya perlu sampaikan bahwa apa yg diperjuangkan oleh teman2 di FABB dan forum-forum serupa lainnya di seluruh indonesia, sudah dimulai sejak bulan Agustus 2008 (hampir 10bulan sampai hari ini /mei09). penolakan mulai dari himbauan, menyurati baik2, ajakan diskusi, undangan bertemu, dll tidak pernah ditanggapi oleh manajemen ataupun pemilik, lalu apa lagi yg harus dilakukan untuk membuat Agama & "Nabi" (baca: Guru Agung) kita tidak dilecehkan???? oleh karena itu bagi yg turut memperjuangkan ini sejak awal pasti memahami bahwa sudah saatnya kita menolak dengan mengekspresikan suara hati kita melalui "Unjuk Rasa" damai sesuai ajaran Buddha-Dharma, terbukti sampai hari ini tidak ada unjuk rasa yg merusak, melukai ataupun sampai bentrokan apalagi korban jiwa. sangat jauh dr keluhuran gerakan ini. persepsi Buddhis yg beringas melalui cara-cara demo adalah persepsi yg sengaja diciptakan oleh PR dan Agen2 yg mendukung mereka selama ini. you know lah siapa???? itupun bukan hanya langkah unjuk rasa saja yg ditempuh teman2 perjuangan, kita juga melakukan tindakan hukum (baik Pidana, Niaga, dan PTUN) juga dilakukan. apakah teman2 tau sampai sejauh ini? utk Pidana sudah kita ajukan sejak 11maret yg lalu, tetapi proses hukumnya berjalan sangat lambat disinyalir pihak kepolisian juga tidak berani ambil resiko karena isu yg berhembus krn pemilik adalah petinggi di negri kita. apakah perjuangkan kita berhenti sampai disini? teman2 tau kalo kita diam saja hanya menuggu TIDAK AKAN ada kemajuan sampai hari ini. banyak lobby yg dilakukan, tentu saja tidak perlu di-ekspos ke umum. Proses pidana sudah sampai pemeriksaan ke saksi2 pelapor dan saksi ahli. pemeriksaan saksi kita terakhir pada tgl 27April yg lalu (-+9hr yg lalu dr hari ini) lumayan kan? Setelah melalui proses yg berliku dan panjang akhirnya perjuangan ini mulai terlihat titik cerah sejak dicabutnya sertifikat merek oleh Dirjen HAKI dan Direktur mereknya pd tgl 15 April 2009. berhenti sampai disini? hehehhe Kami juga ber-audiensi dengan Menteri Agama didampingi Dirjen Bimas Buddha kita, hasilnya dukungan penuh kepada perjuangan kita dan ditindaklanjuti dengan dipanggilnya pemilik menghadap pak Mentri. teman2 tentu tahu setelah itu "Nama" Buddha-Bar diturunkan pada 21 April 2009. berhenti sampai disini? heheheheh sekali lagi...... Kami langsung menagih janji Dinas Pariwisata DKI selaku pemberi Ijin Operasional untuk mencabut Ijin nya setelah merek nya dibatalkan. tentu bukan tanpa perjuangan, akhirnya Dinas Pariwisata mengeluarkan surat Kepada Pemilik untuk Memperbaiki merek dan semua ornamen (Buddha) nya jika ingin memperpanjang usahanya. batas waktu yg diberikan adalah 30 hari sejak surat dikeluarkan yaitu 23 April 2009. so, here we are..... kita tunggu sampai 23 mei 2009, apakah pernyataan itu benar. untuk Alasan ke-3. saya ingin menyampaikan kepada pihak-pihak yg menjilat dan dengan sengaja membela Buddha-Bar. adalah sangat berat karma yg akan diterima bagi mereka yg menjual Agama dan dengan sengaja (terencana dan teroganisir) memecahbelah umat serta Sangha. semoga Anda masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. so, untuk teman-teman yg concern agar Agama & "Nabi" nya tidak untuk dilecehkan. mari kawal perjuangan ini dengan bidang yg bisa kalian lakukan; * yg aktif di milis, cobalah buat tulisan disertai dengan fakta2 yg bertujuan positif agar perjuangan ini bisa segera tuntas. * yg aktif di Vihara2, cobalah sosialisasikan kepada umat2 bahwa, "sudah sepantasnya seorang Umat membela dan melindungi kehormatan Agamanya. jika itu pantas untuk dilakukan, perjuangankanlah dengan tulus dan penuh semangat niscaya para Boddhisatva dan Makhluk suci lainnya akan melindunginya" * yg aktif di Organisasi, berilah dukungan secara aktif kepada FABB (Forum Anti Buddha-Bar) atau Forum sejenis agar perjuangan ini lebih ringan dan segera tuntas. untuk informasi dll silahkan hubungi hotline FABB di 0818.876.970 atau www.fabb.info Semoga semua makhluk hidup berbahagia, Kevin Wu FABB ________________________________ ----- Forwarded Message ---- From: Mr_Five WenZ <[email protected]> To: Single_Buddhist <[email protected]>; MABINDO <[email protected]>; Milis Samaggi Phala <[email protected]>; Milis_Buddha <[email protected]>; Buddhist-Indonesia <[email protected]>; Aryadi Wijaya <[email protected]>; Dharmajala <[email protected]> Sent: Tuesday, May 5, 2009 1:01:28 AM Subject: [Dharmajala] Buddha Bar Riwayatmu Kini Dear all... Mohon tanggapan untuk email di bawah. Apakah aksi anti Buddha bar hanya hot-hot chicken sh*t seperti yang tersirat dan tersurat pada email di bawah ini??? Thanks. Best Regards, YUNARTO GOH | Mr_Five `WenZ | +628163116137 | +6281310186137 K-LINK Your Global Link - We Turn From Zero To Hero Hidup Sehat Alami Bersama K-LINK www.artikel. vithost.com/ k-ayurveda www.wenz.web. id | www.vithost. com | www.vitmart. com ----- Original Message ----- From: kusalacitto gunawan To: kong...@googlegroup s.com Sent: Monday, 04 May 2009 20:54 PM Subject: [kongtai:3600] Buddha Bar Riwayatmu Kini Alo Akbar! Apa Kabar?! Begini bung Akbar, saya mau sedikit tanya kejadian di Tanah Air. Di Tel Aviv sini susah dapat info soal tanah air, maklum tidak ada hub diplomatik otomatis tidak ada hubungan dagang, jadi tidak ada koran tanah air. Tempo hari, Ahad 3hb May 2009, saya mendadak teringat, bahwa pernah ada kejadian khalayak ramai melakukan protes terhadap Buddha Bar. Saya dengar Buddha Bar sudah ganti nama jadi Bataviache Kunstring (kalau tidak salah ketik, dan sepertinya salah deh), ah rumit sekali namanya, tidak menjual kalau dalam ilmu Marketing. Kenapa ya, media online Indo sudah ga ada yang ungkit Buddha Bar, apakah sudah paripurna masalahnya? Dengar-dengar, yang vokal ributin masalah itu sudah tidak berminat lagi, sudah lewat pemilu. Dengar-dengar mereka itu hanya oportunis yang di-bon oleh parpol/elite tertentu. Ya istilah kasarnya, cuma anjing. Sepertinya ketika saya baca dulu, bukannya yang dipermasalahkan itu, bukan hanya masalah nama, tetapi penempatan patung-patung dan atribut berhubungan dengan Budha didalam sana? Apa sekarang dengan ganti nama, tidak ganti interior, masalah sudah beres? Atau provokator lapangan sudah hilang minat? Mengingat parpol tertentu sudah jelas kalah PEMILU Legislatif, mungkin mereka yang oportunist tersebut sudah siap nyebrang parpol lain yang lebih gress dalam segi oportuniti setidaknya sampai 5 tahun mendatang? Heran juga ya, ketika dahulu awal-awal hangatnya Budha Bar, saya bahas sama bung Akbar, kenapa tidak dibawa ke meja hukum ketimbang demonstrasi turun jalan. Eh, malah makin marak demonstrasinya. Malah menjelang Pemilu, para tokoh (oportunis) yang awalnya mengompori masyarakat untuk turun jalan dan bahkan menuju saling serang antar pribadi figur, justru meminta masyarakat untuk memilih penyelesaian jalur hukum. Apakah karena setelah pemilu, maka harus di tune down volumenya? Atau setelah pemilu, sudah tidak ada yg perlu diributin lagi? Okelah bung Akbar, saya disini sudah malam, saya menantikan balasan dari bung Akbar mengenai kabar Budha Bar ini, soalnya saya sangat ingin tahu konklusi dari segala ini merupakan masalah politis atau memang masalah iman terguncang? Salam Hangat, Izhak ben Zvi (Iskandar Mirdad) --~--~------ ---~--~-- --~------ ------~-- -----~--~ ----~ Anda menerima email ini karna Anda diregister ke Google Groups "kongtai" group. Untuk posting email, silahkan kirim ke kong...@googlegroup s.com Untuk keluar dari grup atau milis ini, kirim email kosong ke kongtai-unsubscribe @googlegroups. com Untuk pengaturan lainnya, kunjungi (atau klik) http://groups/. google.com/ group/kongtai? hl=en -~---------- ~----~--- -~----~-- ----~---- ~------~- -~--- ________________________________ Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru sekarang! [Non-text portions of this message have been removed]
