WAISAK MEMBAWA BERKAH UNTUK BANGSA & NEGARA
 
Oleh : Maha Bhiksu Dutavira Sthavira
Ketua Pengurus Harian DPP Majabumi Indonesia
 
Pada 9 Mei 2009, Umat Buddha merayakan Waisak 2553 BE/2009, memperingati tiga 
peristiwa, yaitu :
 
1.Kelahiran Maha Bodhisatva dari Surga Tursita 623 th SM, di Suku Sakya, 
Kerajaan Kapilavastu dengan Ayah Raja Sudhodana & Ibu Dewi Maha Maya, menjadi 
JURU SELAMAT, memberi solusi agar manusia bisa menaklukan penderitaan  ( 
Samsara) mencapai Nirvana.
 
2.Pencapaian sempurna menjadi Buddha ( Anuttara Sanyaksamboddhi), melalui 
pengorbanan melepaskan diri dari ikatan nafsu kesenangan duniawi.
 
3.Maha Parinirwana Hyang Buddha. Beliau adalah suri tauladan, mengajarkan 
manusia melihat kesunyataan dan terbebas dari roda samsara, terlahir di Tanah 
Suci Surga Sukhavati / Nirwana.
 
Ke-3 peristiwa ini, sumber renungan tiada habisnya bagi umat Buddha ( manusia 
pencari kebahagiaan hakiki).
Waisak menjanjikan manusia : semua bisa mengatasi roda tumimbal lahir dan 
meraih kebahagiaan tertinggi. Kehidupan manusia didunia, ada senang dan susah. 
Semua itu, bersumber dari perbuatan sendiri. Manusia menghadapi 8 kesukaran dan 
3 kondisi keadaan. 8 kesukaran : lahir, usia tua, sakit, mati, keinginan tidak 
tercapai , berkumpul dengan yang tidak disukai, berpisah dengan yang dicintai, 
serta terikat kebutuhan jasmani dan rohani. Sedangkan 3 kondisi : 1. Kejiwaan . 
2. Perbuatan. dan 3. Nasib(Alam).
 
Waisak mengajarkan kita, mencapai kebahagiaan tertinggi harus dimulai dari 
Pencerahan Bodhicitta ( batin) membuatnya menjadi kaya, batin memberi dan tidak 
melekat dalam 5 kegemaran duniawi, yaitu: 
 
1.Harta/Uang: Untuk mendapatkan harta/uang berlimpah, orang memaksakan diri , 
terus bekerja keras , akhirnya ia mudah sakit. Terkadang, suka memaksakan 
kehendak, melupakan keluarga, teman dan saudara, bahkan tega menjadi 
penghianat. Saat meninggal, harta tidak terbawa . Memang, harta didunia ini 
diperlukan, tetapi dipakai sekedarnya, bukan untuk ditimbun. Beruntung, jika 
bisa mendaya gunakan harta, untuk melakukan perbuatan baik / kebajikan.]
 
2.Emosi / kemauan  : manusia hidup pasti mempunyai emosi / kemauan ( kekuatan 
dalam jiwa). Alangkah beruntungnya, bila menjadi Pencerahan jiwanya, bisa 
membedakan nafsu keinginan baik dan buruk. (Banyak keinginan sumber penderitaan)
 
3.Kehormatan, kedudukan dan kekuasaan: Mudah menyebabkan orang lupa diri, 
dengan Pencerahan Batin, kita tahu kekuasaan dan kedudukan adalah sarana untuk 
memudahkan dalam berbuat baik.
 
4.Makanan: Kita harus sadar, makan untuk hidup sehat, belajar menerima dan 
mensyukuri makanan yang ada. Jadi, kita bisa melatih dan mengendalikan lidah 
hanya untuk hal berguna.
 
5.Kemalasan / mau enak sendiri: Manusia tentu mendambakan kemudahan. Renungkan 
kemudahan datang dari mana? Semua itu hasil buah karma kita. Waktu berlalu 
dengan pasti, bila kita bermalasan dan tidak mau menggunakan waktu dengan tepat 
guna , kemudian hari pasti menderita.
 
Manusia harus mau berjuang, mengembangkan 4 Daya Kemampuan diri sendiri, yaitu: 
kemauan, semangat, pikiran dan kesadaran. Daya kemampuan ini bisa kita 
kembangkan dengan 2 cara, yaitu ke luar dan ke dalam.
 
*Cara ke luar yaitu:
1.Kemauan baik yang belum dilakukan, segera diwujudkan, bagaikan orang memetik 
buah yang manis yang selalu ingin memetik lagi.
 
2.Kemauan baik yang belum dilakukan harus diusahakan segera diwujudkan, 
bagaikan orang menanam pohon buah yang manis, harus disirami air dan dirawat.
 
3.Perbuatan dan kebiasaan jelek yang dilakukan, harus dikurangi dan dihentikan, 
bagaikan orang mengusir ular berbisa.
 
4.Kemauan buruk yang belum dilakukan harus tidak diwujudkan, bagaikan orang 
mengusir penyakit menular.
 
*Cara Ke dalam, yaitu dengan cara intropeksi, merenung didalam 4 perhatian 
benar dalm jiwa. Kita harus merenungkan 4 hal sbb:
 
1. Hakekat jasmani / benda materi tidak kekal abadi / dapat hancur dan musnah : 
Dengan selalu merenungkan demikian dapat belajar mematahkan kegiuran, kerinduan 
dari nafsu indria. Dan dapat terlepas dari nafsu Tanha dan Trisna..
 
2.Hakekat mau menerima itu sumber penderitaan : Dengan selalu merenungkan 
demikian kita dapat mengalahkan kegemaran nafsu mau menerima saja / keserakahan 
/ suka memaksakan kehendak untuk DAPAT. Ingat , hakekat dapat itu proses buah 
karma masa lalu. Dengan melatih demikian , kita bisa mengalahkan nafsu angkara 
murka: Lobha, Dosa, Moha, Kemarahan, iri hati, dan memaksakan kehendak.
 
3.Hakekat semua kondisi adalah tanpa inti, sifatnya selalu berubah , intinya 
berasal dari perbuatan sendiri. Bila intinya baik maka berkah kebahagian 
diperoleh. Bila jelek, maka akan menderita: Dengan selalu merenungkan demikian 
kita bisa belajar menerima semua kondisi yang ada.
 
4.Hakekat batin tidak terbentuk, tidak terwujud, itu bisa terlihat dalam wujud 
perasaan dan pikiran yang selalu berubah, baik dan buruk perasaan dan pikiran 
itu tergantung benih karma yang dilakukan: Dengan selalu merenungkan demikian, 
batin harus dilatih bertekad "Aku bertekad menjadi Buddha" dan melaksanakan Sad 
Paramita (Dana, Sila, Ksanti, Virya, Samadhi dan Prajna) maka keberuntungan, 
ketenteraman dan kebahagian diperolehnya.
 
Hyang Buddha bersabda :" Manusia dapat memilih untuk melakukan 10 macam 
kebaikan atau 10 macam kejahatan".
 
Adapun 10 perbuatan jahat yaitu terdiri dari :
*Membunuh, mencuri dan berzinah (3 kejahatan badan jasmani)
*Mengadu domba, mencaci maki, berbohong dan omong kosong (4 kejahatan mulut)
*Iri hati, marah dan kebodohan (3 kejahatan pikiran  / batin)
 
10 Perbuatan Baik, yaitu terdiri dari:
* Menghargai hak asasi manusia / tidak memaksa kehendak, tidak menginginkan 
milik orang lain dan tidak melampiaskan nafsu / kemelekatan dengan salah ( 3 
kebaikan badan jasmani)
*Menghibur / membangkitkan semangat, menasehati orang dengan kata yang berguna, 
berbicara yang sopan santun dan berkata dengan tepat (4 kebaikan mulut)
*Berkorban / amal, sabar penuh pengertian dan kebijaksanaan  (3 kebaikan 
pikiran / batin)
 
Karena berbuat kejahatan maka terlahirlah ia sebagai manusia yang menderita , 
serba kekurangan, bila berbuat kebaikan maka terlahirlah ia sebagai manusia 
yang beruntung dan bahagia. Hasil dari perbuatan kejahatan maupun kebaikan, 
belum terlihat akibatnya hanya menunggu proses waktu saja.
 
Saat ini, bangsa Indonesia sedang merayakan pesta Demokrasi 5 tahun sekali, 
memilih Pemimpin Bangsa. Semoga kita bisa menggunakan Pencerahan Jiwa dalam 
memilih pemimpin yang dapat berkesinambungan membawa bangsa ini menjadi bangsa 
yang besar , demokrasi, adil, menghargai hak asasi manusia, bermoral dan 
bermartabat tinggi, anti memaksakan kehendak, anti Korupsi, Kolusi dan 
Nepotisme (KKN) serta menjalankan supremasi hukum, sehingga kemkmuran milik 
anak bangsa.
 
Peristiwa Waisak sumber inspirasi renungan bagi orang yang mencari kebahagiaan 
dengan mawas diri dan merenungkan ajaran Hyang Buddha, yakin karena kita 
mempunyai 4 kekuatan: Kemauan,Semangat, Pikiran dan Kesadaran, melatih diri ke 
luar dan ke dalam.
 
Selamat Hari Raya Waisak 2553 BE/2009  Semoga berkah Waisak membawa berkah 
untuk bangsa, negara dan keluarga kita. Semoga kita bisa menjadi Manusia 
Berguna. Roda Dharma selalu berputar di bumi persada Indonesia. omitofo 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke