Teman sedharma yang sangat kami muliakan:
Barangkali tidak ada kata terlambat, Detik - detik perayaan Tri Suci Waisak
2553/2009, telah kita peringati bersama dengan penuh hikmat, tiga peristiwa
agung secara bersamaan yang jatuh tepat pada purnama siddhi dibulan Waisak,
suatu peristiwa yang mengingatkan kita semua, akan perjuangan seorang manusia
mencapai kemenangan besar berlandaskan kesadaran dan kesabaran, pada kesempatan
yang berbahagia ini ,kami selaku ketua umum Waisak 2009 " Ekayana Buddhist
Centre " mengucapkan " Selamat hari raya Waisak ", semoga kemuliaan dan
keteladanan Hyang Buddha menjadi sumber inspirasi dan dapat memotivasi kita
semua untuk menjadi lebih bijaksana.
Sabbe satta bhavantu sukhitata.
Kunardy.
Untuk mengetahui suasana Waisak di " Ekayana Buddhist Centre " berita dan video
klipnya dapat diakses di : WWW.beritajakarta.com klik arsip berita tangal, 10
Mei 2009, dengan judul Umat Buddha diimbau tidak Golput dan Ribuan Umat Buddha
merayakan Waisak.
BERITAJAKARTA.COM — 10-05-2009 11:52
Hari raya Waisak 2253 yang jatuh pada tanggal 9 April 2009 berlangsung damai
dan harmonis. Seiring dengan tekad umat Buddha di DKI Jakarta yang mengusung
tema Eling Membangun Kemenangan Purnama Waisak, Damai Diri Harmoni dengan
Semua, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta kepada umat Buddha di DKI
Jakarta agar menggunakan hak pilihnya pada pemilihan presiden (Pilpres) 8 Juni
mendatang. Karenanya, gubernur meminta kepada umat Buddha di DKI Jakarta agar
segera mengecek kembali ke kelurahan untuk memastikan namanya tercantum dalam
daftar pemilih tetap (DPT).
"Umat Buddha di Jakarta merupakan warga negara yang memiliki hak pilih dan
harus berpartisipasi dalam Pilpres nanti. Pastikan nama kita tercantum dalam
DPT di kelurahan masing-masing," pinta Fauzi Bowo, saat menghadiri perayaan
Waisak 2553 di Vihara Ekayana Buddhist Center Jl Mangga II Nomor 8, Kelurahan
Durikepa, Kebonjeruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5) kemarin.
Selain mengingatkan soal DPT, pada perayaan Waisak 2253 yang dihadiri sekitar
tujuh ribu umat Buddha tersebut, Fauzi Bowo juga menyampaikan beberapa petuah
kepada umat Buddha di DKI Jakarta. Diantaranya, di hari yang sakral ini, umat
Buddha diminta dapat menyegarkan kembali ajaran-ajaran Buddha Gautama dan
memegang teguh dalam mengamalkan ajarannya. "Kita mengakui ajaran Buddha
Gautama sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sangat relevan apabila
dikaitkan dengan kondisi Jakarta dan tanah air saat ini," katanya.
Sebab kemiskinan, kobodohan, kebencian, kekerasan, dan berbagai tragedi
kemanusiaan merupakan fenomena yang terus berulang. Buktinya, sejak ribuan
tahun lalu termasuk pada saat Buddha Gautama masih hidup peristiwa itu juga
terjadi. Karenanya, Tema Eling Membangun Kemenangan Purnama Waisak, Damai Dalam
Diri Harmoni dengan Semua, merupakan tema yang tepat dan relevan untuk
memantapkan langkah umat Buddha menghadapi kondisi sosial saat ini.
"Kita memerlukan kedamain, kita juga memerlukan harmonisasi dengan dengan
lingkungan. Prinsip ini harus menjadi keyakinan umat manusia dan saya yakin
umat Buddha akan ada digaris paling depan dalam melaksanakan prinsip itu,"
tandas Fauzi. Oleh sebab itu, melalui perayaan Hari Waisak ini, gubernur
berharap umat Buddha khususnya yang ada di DKI Jakarta benar-benar berperan
dalam merekatkan keragaman dan menjadi pemersatu kemajemukan di tengah-tengah
masyarakat Jakarta.
Meski umat Buddha secara kwantitas masih terbatas, pria kelahiran Jakarta 10
April 1948 itu menyakini umat Buddha di DKI Jakarta sudah mampu memberikan
kontribusi nyata dalam kehiduopan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Hal
ini dapat dilihat dari perhatian dan kontribusinya terhadap kegiatan-kegiatan
manusiaan yang sangat bermanfaat untuk kepentingan warga Jakarta. Bahkan,
sebuah organisasi umat Buddha yang memperhatikan masalahan perumahan dengan
membangun rumah susun sewa murah untuk mereka yang tidak memiliki tempat
tinggal.
"Ini pasti menjadi contoh bagi umat-umat agama lain di Jakarta. Apalagi selama
ini umat Buddha juga sudah berperan dalam membantu sesama, misalnya melalui
program pengobatan gratis, bantuan-bantuan sosial, bantuan kepada korban
bencana alam, seperti yang baru terjadi pada bencana Situ Gintung, dan hal itu
saya minta terus ditingkatkan," tukasnya.
[Non-text portions of this message have been removed]