®

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Tue, 11 Aug 2009 12:05:35 
To: Milis SamaggiPhala<[email protected]>; Buddha 
Vacana<[email protected]>
Subject: [buddhavacana] Update bantuan untuk Sidarta, Lumajang per 11 Agustus 
2009


Namo Buddhaya, 
Berikut update bantuan untuk Sidarta, Lumajang hingga siang hari ini 11 
Agustus 2009.
Bagi yang melakukan transfer, harap memeriksa list di bawah. Jika ada yang 
tidak cocok, harap menghubungi saya atau bro Edi Sugino.
Bagi yang ingin berdana, kesempatan masih terbuka, (lihat bagian akhir 
posting).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
22/Jul/2009     Dana dari Kel. Thio Ie Kong      200,000 
22/Jul/2009     Dana dari Adiharta       300,000 
23/Jul/2009     Dana dari Tjhia Jhohan   100,000 
23/Jul/2009     Dana dari Amin Untario   500,000 
23/Jul/2009     Dana dari Kel. Suhairi   500,021 
23/Jul/2009     Dana dari Lie Mei Ling & Audrey T        100,005 
23/Jul/2009     Dana dari N.N.   201,250 
23/Jul/2009     Dana dari Lily Sumiko    370,000 
23/Jul/2009     Dana dari Sushan Gazali & Kel. Samarinda         200,000 
23/Jul/2009     Dana dari Darma Sanjaya  200,000 
23/Jul/2009     Dana dari Hasan Gunawan  100,003 
23/Jul/2009     Dana dari Mijanna        200,000 
23/Jul/2009     Dana dari N.N.   50,168 
23/Jul/2009     Dana dari Liong Lie Ching        200,008 
23/Jul/2009     Dana dari Wiwin M.       150,000 
24/Jul/2009     Dana dari Kel. Santi Widjaya & Gunawan Halim     100,000 
24/Jul/2009     Dana dari Kel. Lalan & Djaja     50,000 
24/Jul/2009     Dana dari Lauw Siu Lie   100,000 
24/Jul/2009     Dana dari Suherman Then  500,000 
24/Jul/2009     Dana dari Tan Siau Ming  500,000 
24/Jul/2009     Dana dari Jaya   100,000 
24/Jul/2009     Dana dari Tjahja Setiawati       100,000 
24/Jul/2009     Dana dari Thio Hendra Wijana     200,000 
24/Jul/2009     Dana dari Yulia Pannasiri        200,000 
24/Jul/2009     Dana dari Lie Kam Lok    100,000 
24/Jul/2009     Dana dari Agus Salim     100,008 
24/Jul/2009     Dana dari N.N.   200,000 
24/Jul/2009     Dana dari Herman         200,000 
27/Jul/2009     Dana dari Lita   100,007 
27/Jul/2009     Dana dari Kasman         200,002 
27/Jul/2009     Dana dari IR Hadi Pramana        100,000 
27/Jul/2009     Dana dari Jogiani        100,000 
27/Jul/2009     Dana dari Kurniadi Tjahya        250,000 
27/Jul/2009     Dana dari Ilphin         100,000 
27/Jul/2009     Dana dari Wi - Se        500,008 
27/Jul/2009     Dana dari Johny  100,088 
27/Jul/2009     Dana dari N.N.   50,000 
27/Jul/2009     Dana dari Sufinocoyo Halim       200,000 
27/Jul/2009     Dana dari Dana Sosial Perawang   1,000,000 
27/Jul/2009     Dana dari Obi Wan Kenobi         500,006 
27/Jul/2009     Dana dari Pan Pernan     100,000 
27/Jul/2009     Dana dari Sufenwati      200,000 
27/Jul/2009     Dana dari Petty Mulyawan         150,000 
27/Jul/2009     Dana dari Martin Norhaini        100,000 
27/Jul/2009     Dana dari Dharmamitta    500,000 
28/Jul/2009     Dana dari Chayadi        500,000 
28/Jul/2009     Dana dari Hanny & Kel.   50,000 
28/Jul/2009     Dana dari Lucilia Handojo        100,000 
28/Jul/2009     Dana dari Ir. Yulistina  100,000 
28/Jul/2009     Dana dari Vera Jessica Tjian     100,005 
28/Jul/2009     Dana dari Nelly Winata   20,000 
29/Jul/2009     Dana dari Wiryanto Widjaja       100,001 
29/Jul/2009     Dana dari Juliani        104,555 
29/Jul/2009     Dana dari Jeffry Halim   200,000 
29/Jul/2009     Dana dari 魏信女         500,000 
29/Jul/2009     Dana dari Arman Ali      250,000 
29/Jul/2009     Dana dari Juliarni       500,000 
29/Jul/2009     Dana dari Lisa Adi Cahyadi       50,008 
29/Jul/2009     Dana dari N.N.   100,001 
29/Jul/2009     Dana dari Tahadi Sun     200,008 
30/Jul/2009     Dana dari Yanna Harianto         200,008 
30/Jul/2009     Dana dari Henry Chen     300,089 
31/Jul/2009     Dana dari Sumber Rusi Handono    100,009 
3/Aug/2009      Dana dari Hendra         50,008 
3/Aug/2009      Dana dari Ang Thian YU   50,000 
3/Aug/2009      Dana dari Lunarty        100,000 
3/Aug/2009      Dana dari Hendra Jaya    100,000 
3/Aug/2009      Dana dari Suzan  50,000 
3/Aug/2009      Dana dari Hemawati Nurhalim      100,469 
4/Aug/2009      Dana dari Surjani        100,000 
4/Aug/2009      Dana dari Karman Tjandra         100,000 
4/Aug/2009      Dana dari Hendri         100,000 
4/Aug/2009      Dana dari In Lie         200,000 
4/Aug/2009      Dana dari Ramli  100,000 
4/Aug/2009      Dana dari Fut Sian       30,002 
5/Aug/2009      Dana dari Liony Wiguna   200,000 
5/Aug/2009      Dana dari henny Setiawan         50,000 
5/Aug/2009      Dana dari Imelda         50,099 
5/Aug/2009      Dana dari Lie Njoek Fie  10,009 
5/Aug/2009      Dana dari Tan Mei Lie    100,000 
5/Aug/2009      Dana dari Keluarga Bong  1,008,818 
5/Aug/2009      Dana dari Toni   150,000 
6/Aug/2009      Dana dari AndY Karim ( UD. Maju)         1,000,000 
6/Aug/2009      Dana dari Steven (Singapore)     500,000 
6/Aug/2009      Dana dari Dr. Ali Chandra SMD    200,000 
6/Aug/2009      Dana dari Dr. Erlin SMD  100,000 
6/Aug/2009      Dana dari Loei Sek Fan   200,000 
6/Aug/2009      Dana dari Tjendrasari Budiman    250,000 
7/Aug/2009      Dana dari Sisa Dana Panti Asuhan - Mabindo       6,367,299 

7/Aug/2009      Dana dari Wong Kok Lian  150,000 
7/Aug/2009      Dana dari Arief & Tiara  100,000 
7/Aug/2009      Dana dari Budiyanto Wahjudi      50,760 
10/Aug/2009     Dana dari N.N.   200,000 
11/Aug/2009     Dana dari Lily Purnomo   1,000,000 
11/Aug/2009     Dana dari Vivian Yanty   100,000 
11/Aug/2009     Dana dari Amisjah        100,000 
Total per 11 Agustus 2009       Rp 26,513,722 
Diserahkan/digunakan            Rp5,000,000

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Bantuan dana Untuk Sidarta - Lumajang
Please support.
MOHON DITERUSKAN PADA PARA DONATUR LAINNYA....

++++++++++++++

Namo Buddhaya,

Hari minggu kemaren, hari terakhir UAS semester 6. Pukul 12.00 ujian sudah 
selesai dan aku bergegas pulang ke Sidoarjo. 
Setelah makan siang dan mandi, aku meluncur menuju ke arah Lumajang, Jawa 
Timur.

Sebelumnya saya sempat bingung, harus meluncur ke Lumajang atau meluncur 
ke Madiun, karena ada 2 kasus yang harus saya survey. Yang pertama ada di 
Madiun, sedang yang kedua ada di Lumajang. Namun, karena saya sudah 
beberapa kali bantuan digalangkan untuk Madiun, kali ini saya coba 
melongok ke arah yang berbeda. Dan lagi dari informasi yang saya terima, 
kasus di Lumajang ini lebih menarik perhatian saya.

Saya meluncur bersama teman saya yang bernama Frans. Sepanjang perjalanan 
menuju Lumajang tidak ada yang cukup menarik untuk diceritakan, selain 
beberapa kali kami berhenti untuk ngopi, ada sedikit diskusi tentang orang 

yang sedang kami tuju di Lumajang, yakni seorang janda satu anak, sebut 
saja ibu Nissa (bukan nama sebenarnya). Anak ibu Nissa bernama, Sidarta, 
berusia 10 tahun. Suami ibu Nissa bernama pak Warsito, meninggal dalam 
sebuah kejadian di perkebunan tempatnya bekerja sekitar 2 tahun lalu.

Saya lebih tertarik pada kasus Lumajang ini, karena dari nama orangnya 
saja, terkesan kalau ibu Nissa pasti bukan beragama Buddha, tetapi nama 
anaknya sangat terkesan beragama Buddha. Ibu Nissa pindah dari agama 
sebelumnya menjadi beragama Buddha sejak menikah dengan Pak Warsito. Hal 
ini membuat ibu Nissa dibuang dari keluarganya dan tidak lagi diakui 
sebagai anak oleh orang tuannya.

Sejak pak Warsito meninggal, ibu Nissa berusaha memenuhi kebutuhan 
hidupnya dan anaknya. Ibu Nissa bekerja sebagai buruh pabrik kerupuk, dan 
kadang membantu di perkebunan tembakau. Selama beberapa lama semua 
berlangsung cukup dengan tidak terlalu banyak masalah, namun kemudian 
muncul masalah-masalah yang kemudian membuat ibu Nissa dipecat dari pabrik 

kerupuk, lalu kemudian tidak diperkenankan membantu-bantu di perkebunan 
tembakau.

Hari menjelang sore ketika kami sampai di tempat bu Nissa, tempat yang 
cukup jauh dari keramaian kota. Kami menemui ibu Nissa dan 
berbincang-bincang dengannya, dan akhirnya mendapatkan beberapa informasi. 


Ibu Nissa dipecat tanpa ada kesalahan, pihak pabrik sempat menyatakan 
bahwa tidak berdaya dan harus memecat ibu Nissa demi kepentingan pabrik. 
Ibu Nissa tidak diperkenankan membantu di perkebunan tembakau hanya dengan 

alasan bahwa tenaganya sudah tidak dibutuhkan. Walau tidak ada bukti, 
namun dapat saya simpulkan bahwa ibu Nissa kehilangan pekerjaannya karena 
campur tangan pihak ketiga.

Menurut ibu Nissa, seminggu setelah dia kehilangan pekerjaannya, pihak 
keluarganya mendatanginya dan menawarkan bantuan, tapi dengan syarat bahwa 

dia harus kembali ke agamanya yang dulu, juga anaknya. Namun ibu Nissa 
bertahan pada agama yang dipeluknya sekarang, terutama karena dia merasa 
sejak menganut ajaran Buddha, dia tidak punya banyak beban batin. Merasa 
lebih damai.

Informasi lain yang saya dapat adalah bahwa Sidarta memiliki seorang adik 
perempuan bernama, Mita. Ibu Nissa sempat terdiam beberapa saat ketika 
berkisah tentang Mita. Perlahan namun pasti matanya memerah dan basah. 
Mita meninggal setahun lalu karena DBD. Ibu Nissa berjuang sendiri 
menyelamatkan Mita, namun Mita akhirnya meninggal. 

Kisah Ibu Nissa ini membuat saya merinding waktu mendengarkan. Tengah 
malam gelap hingga subuh, ibu Nissa berjalan kaki menggendong Mita mencari 

pertolongan ke puskesmas, namun Mita tidak tertolong. Sebuah pelepasan 
yang sangat berat. Ketika bercerita tentang Mita, ibu Nissa berusaha 
menahan air matanya jatuh, namun tetap saja banjir di matanya tidak dapat 
dibendungnya.

Sejak tidak bekerja di pabrik krupuk dan perkebunan tembakau, ibu Nissa 
hanya menggantungkan hidupnya dari berjualan apa saja yang bisa dihasilkan 

dari halaman rumahnya. Dagangan tidak seberapa dijajakan ke rumah rumah 
penduduk atau ke pasar yang cukup jauh. 

Namun, kini ibu Nissa nampaknya membutuhkan uluran tangan, karena anaknya 
Sidarta telah divonis menderita leukemia type LLA. Gejala yang sudah 
tampak adalah cepat lelah dan nyeri perut.

Saya berusaha berpikir logis, tidak mau emosional. Karena urusan ini akan 
membutuhkan biaya dalam jumlah besar. Saya sarankan pada ibu Nissa untuk 
memenuhi apa yang disyaratkan oleh keluarganya yakni kembali pada agamanya 

yang lama asalkan keluarganya itu mau membiayai pengobatan Sidarta. Namun, 

ibu Nissa bersikukuh bahwa dia tidak akan kembali pada agama lamanya. 
Apalagi syarat dari keluarganya, Sidarta harus juga pindah agama. Kalaupun 

ia mau, belum tentu Sidarta mau. Dan benar, Sidarta tidak mau.

Karena alasan norma, kami tidak dapat menginap di rumah ibu Nissa. Langit 
sudah gelap ketika saya dan Frans meluncur memasuki pusat kota Lumajang. 
Kami mencari penginapan seadanya untuk beristirahat. Keesokan siangnya 
kami kembali ke Surabaya.

Walau kita sangat sadar bahwa kemampuan kita sangat terbatas. Mereka yang 
kita bantu juga endingnya tragis dan tidak selamat. 2 hari saya memikirkan 

hal ini, berusaha memecahkan dengan cara lain, namun akhirnya hari ini 
saya kembalikan ke forum.

Karena saya sedang memasuki masa liburan kuliah hingga awal September 
2009, memungkinkan saya untuk pergi sewaktu-waktu. Akan tetapi saya pasti 
kembali ke ibu Nissa pada 16-17 Agustus 2009.

Memasuki masa Vassa ini, bagi yang ingin berdana, seperti biasa dana bisa 
dikumpulkan via account bro Edi Sugino. 

Bank International Indonesia (BII)
Ac. 1174113160
An. Edi Sugino

Bank Central Asia (BCA) 
Ac. 5270348523
An. Edi Sugino

Bank Sinar Mas (Simas)
Ac. 0002028317
An. Edi Sugino

Jika mentransfer dana bantuan, mohon menginformasikan pada saya atau bro 
Edi Sugino via SMS.

abin: abin_a...@app. co.id (085746138868) atau 
edi sugino: edi_sug...@app. co.id (081513001808)

Mettacettana,
Abin Nagasena



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke