Save the Children • Join With Us :

* Kasih Dharma Peduli - Anak Asuh :

Source :  http://groups.yahoo.com/group/Kasih-Dharma-Peduli

May All Beings Be Happy

Anumodana !

®

-----Original Message-----
From: "felixthioris" <[email protected]>

Date: Thu, 13 Aug 2009 10:44:21 
To: <[email protected]>
Subject: [Kasih-Dharma-Peduli] [info] Sekolah Gratis Dipertanyakan ( Sumber: 
kompas.com )


JAKARTA, KOMPAS.com — Penurunan anggaran pendidikan nasional dalam RAPBN 2010 
dinilai menunjukkan rendahnya komitmen pemerintah untuk membangun pendidikan. 
Meskipun persentase anggaran pendidikan nasional diklaim masih sebesar 20 
persen dari APBN, anggaran pendidikan tersebut dinilai masih belum bermakna 
bagi peningkatan mutu pendidikan karena akal-akalan untuk sekadar memenuhi 
amanat konstitusi.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat pemerhati pendidikan yang tergabung dalam 
Koalisi Pendidikan di Jakarta menyatakan keprihatinan terhadap pendanaan 
pendidikan nasional yang masih belum sepenuh hati. Pemerintah menurunkan jumlah 
anggaran pendidikan dari Rp 207,41 triliun tahun ini menjadi Rp 201,93 triliun 
dalam RAPBN 2010.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo seusai pembukaan 
Jambore Usaha Kesehatan Sekolah Nasional II di Jakarta, Rabu (5/8), mengatakan 
bahwa yang penting pemerintah tetap memenuhi amanat konstitusi 20 persen dari 
APBN dalam anggaran pendidikan. "Jumlahnya sangat bergantung volume anggaran, 
bisa naik atau turun," kata Bambang.

Fitri Susanto, Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal, mengatakan, jika 
pemerintah konsisten untuk mewujudkan rencana strategis pendidikan yang sudah 
dibuat, anggaran pendidikan mestinya tidak bisa dipotong seenaknya. "Dalam 
tahun 2010, targetnya kan semua sekolah punya perpustakaan. Sebanyak 50 persen 
sekolah setidaknya harus sudah mencapai standar nasional. Jika anggaran 
pendidikan tahun 2010 justru turun, bagaimana mutu pendidikan kita," kata Fitri.

Jumono dari Aliansi Orang Tua Peduli Transparansi Dana Pendidikan mengatakan 
bahwa kenaikan anggaran pendidikan saja belum berdampak banyak pada beban 
orangtua dalam beban biaya pendidikan. Sekolah gratis belum dirasakan semua 
anak. "Jika anggaran pendidikan turun, jangan-jangan sekolah punya alasan untuk 
memungut lagi ke siswa," kata Jumono.

Roy Salam, Peneliti dari Indonesia Budget Center, mengatakan, setelah menelaah 
dokumen nota keuangan RAPBN 2010 dan RUU APBN 2010 yang dikeluarkan Departemen 
Keuangan, ada beberapa kejanggalan yang perlu dicermati masyarakat. Dari 
alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah yang disebutkan Rp 
122,79 triliun, dari penelusuran ternyata hanya senilai Rp 28,28 triliun. Total 
alokasi di bagian belanja pemerintah pusat senilai Rp 79,13 triliun. "Jika 
temuan ini benar, anggaran pendidikan nasional hanya Rp 108,25 triliun atau 
sekitar 10,7 persen dari RAPBN 2010," kata Roy.

Kejanggalan lain yang ditemukan, kata Roy, dalam Bab IV halaman 119 dokumen 
Nota Keuangan tahun 2010 disebutkan, total anggaran Depdiknas sebesar Rp 51,79 
triliun. Namun, di dalam penjelasan Pasal 21 ayat i RUU APBN 2010, total 
anggaran Depdiknas tahun 2010 hanya Rp 51,51 triliun.

Penurunan anggaran di Depdiknas yang tahun ini berjumlah Rp 61,52 triliun juga 
dinilai mengkhawatirkan. "Penuruan itu akan sangat berimplikasi pada penurunan 
belanja pendidikan yang berorientasi langsung pada peningkatan akses dan mutu 
pendidikan," kata Roy.

Ade Irawan, Koordinator Divisi Monitor Pelayanan Publik Indonesian Corruption 
Watch, mengatakan pemerintah jangan lagi menyiasati anggaran pendidikan supaya 
dianggap memenuhi amanat konstitusi. "Tetapi mesti serius membangun pendidikan 
dengan memenuhi kebutuhan anggaran untuk mencapai tujuan pendidikan," kata Ade.

Penurunan anggaran pendidikan bisa menyebabkan tidak tercapainya amanat 
konstitusi, terutama dalam merealisasikan sekolah gratis. Sebagai contoh, 
program wajib belajar tahun 2010, dana yang dialokasikan Rp 11 triliun untuk 
27,6 juta siswa SD/setara, dan Rp 5,5 triliun untuk 9,6 juta siswa SMP/setara.

"Jika diasumsikan dana itu dibagikan kepada peserta didik, di tingkat SD hanya 
Rp 398.551/siswa/tahun, sedangkan di SMP Rp 572.917/siswa/tahun. Angka tersebut 
jauh dari kebutuhan faktual maupun ideal untuk merealisasikan sekolah gratis," 
kata Roy.

Source 
:http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/05/19051678/sekolah.gratis.dipertanyakan






[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke