Sang Bhagavā berkata kepada
Lohicca, “Apakah benar engkau beralasan seperti ini, ‘Apabila seorang pertapa
atau brahmana menemukan beberapa Dhamma yang baik, ia seharusnya tidak
mengajarkannya kepada yang lain, karena apakah yang dapat seseorang lakukan
bagi yang lainnya? Itu hanya seakan-akan, setelah memotong suatu ikatan lama,
seseorang harus membuat suatu ikatan baru. Hal seperti ini merupakan suatu
perbuatan jahat yang berakar dalam kemelekatan, karena apakah yang dapat
seseorang perbuat bagi yang lainnya?’”
“Ya, Sang Gotama yang mulia,
memang demikianlah alasanku.”
“Apa pendapatmu tentang hal ini.
Lohicca? Engkau bertempat tinggal di Sālavatikā ini. Apabila seseorang berkata,
‘Brahmana Lohicca seharusnya menikmati seluruh pendapatan dan hasil dari
Sālavatikā, dengan tidak memberikan sesuatu pun kepada siapa
saja,’ akankah orang yang berkata demikian membahayakan bagi para penyewamu?”
“Ia akan membahayakan, Sang
Gotama yang mulia.”
“Dan jika seperti itu, akankah ia
mempertimbangkan kesejahteraan mereka atau tidak?”
“Ia tidak akan
mempertimbangkannya.”
“Dan dengan tidak
mempertimbangkan kesejahteraan mereka, akankah ia mempunyai pikiran yang penuh
dengan cinta kasih terhadap mereka, atau pikiran yang penuh dengan kebencian?”
“Penuh dengan kebencian, Sang
Gotama yang mulia.”
“Dan didalam pikiran yang penuh
dengan kebencian apakah terdapat pandangan salah atau Pandangan Benar?”
“Pandangan salah”
“Sekarang, apabila seseorang
berpandangan salah, Aku katakana bahwa ia akan mendapatkan dua akibat ---
terlahir kembali keneraka, atau sebagai seekor binatang.”
[Dīgha
Nikāya I : 227]
Metta,
Ahin
Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis.
Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/
[Non-text portions of this message have been removed]