bisa dicross check disini:
http://kolamteratai.com/2009/03/interview-dengan-bhante-pannya/


一日不见如隔百秋

It's not what you can get but what you can give that makes you a rich person



2009/3/30 harpin70 <[email protected]>

>   Upgrade foto Tempo Doeloe Sayadaw Ashin Jinarakkhita
>
> Mulanya saya hanya ingin sharing foto-foto tempo Doeloe Sayadaw Ashin
> Jinarakkhita, tapi perkembangannya saat merunut data tahun foto-foto yang
> dikirim oleh rekan Momo dan teman-teman, juga mensearch data di forum2
> diskusi dan web di internet, tak disangka, foto2 dan data yang didapat
> saling berkait dan bercerita banyak tentang perkembangan Sangha di Indonesia
> yang mungkin selama ini tak pernah ditulis secara formal.
>
> Bacalah posting saksi sejarah di forum diskusi ini:
>
> Saya rasa, perkembangan yang tidak terduga ini mencemaskan Bhante Ashin …
> Soalnya sering kali bhikkhu-bhikkhu muda itu langsung pergi ke Thailand
> begitu saja dengan bantuan Bhante Win, tanpa minta pertimbangan Bhante
> Ashin; seolah-olah Bhante Ashin di-bypass begitu saja. (Ketika pada 1969
> saya ditahbiskan menjadi Samanera oleh Bhante Ashin, lalu pada 1970 dibantu
> oleh Bhante Win pergi ke Thailand untuk menerima upasampada, Bhante Ashin
> hanya dipamiti saja, tidak dimintai pendapat.) …
> Apa lagi, semua bhikkhu-bhikkhu muda itu ditahbiskan di Wat Bovoranives,
> garis keturunannya adalah Dhammayuttika. … dengan demikian semua bhikkhu
> yang berasal dari satu garis keturunan boleh mengikuti upacara patimokkha …
> bhikkhu yang bukan dari garis keturunan yang sama tidak boleh mengikuti
> patimokkha garis keturunan itu. … Misalnya, alm Bhante Girirakkhito juga
> ditahbiskan di Thailand, tapi garis keturunannya adalah Maha Nikaya … jadi
> beliau tidak bisa ikut patimokkha bhikkhu-bhikkhu Dhammayuttika. … Bhante
> Jinapiya yang ditahbiskan di Sri Lanka, tidak bisa ikut patimokkha
> bhikkhu-bhikkhu Dhammayuttika … sampai beliau bersedia ditahbiskan-ulang
> dalam garis keturunan Dhammayuttika sebagai Bhante Thitaketuko (saya tidak
> tahu, vassa beliau dihitung dari mana, dari penahbisan pertama atau dari
> penahbisan belakangan) … Tapi bisa dibayangkan kelak, kalau bhikkhu-bhikkhu
> muda Dhammayuttika mengadakan patimokkha, maka Bhante Ashin tidak bisa ikut,
> karena berbeda garis keturunan …
> Dan posting ini ada hubungan dengan foto tahun 1969 saat Sayadaw Ashin
> Jinarakkhita mengundang 4 Dharmaduta Thailand ke Indonesia.
>
> Foto ini juga memiliki hubungan dengan penabisan pemuda Usodo/Ong Tik
> Tjong(sekarang Bhante Sri Pannavaro Mahathera) menjadi samanera Tejavanto di
> Vihara Dharmasurya, desa Kaloran, Temanggung pada tanggal 24 November 1974.
> Karena sang guru penahbis adalah Ven. Phra Kru Pallad Attachariya Nukich
> yang kemudian memakai nama Chau Kun Vidhurdhammabhorn(yang juga akrab di
> panggil bhante Vin), salah satu dari 4 Dharma Duta Thailand yang diundang
> Sayadaw Ashin Jinarakkhita untuk membantu pengembangan agama Buddha di
> Indonesia.
>
> Tentu banyak kekurangan dalam merangkai sejarah yang aku lakukan. Bantuan
> data dan informasi tentu dibutuhkan.
>
> Lebih banyak tentang foto dan data yang sudah aku susun bisa dilihat di
> http://harpin.wordpress.com/pic-history
>
> Data ini selalu diupgrade menyesuaikan dengan informasi terbaru.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke