®

-----Original Message-----
From: Juwita Guan <[email protected]>
Date: Sat, 19 Dec 2009 19:55:43
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: [Dharmajala] bhidksu bertangan satu dan bhiksu

Ada Seorang pengemis yang hanya memiliki sebuah tangan. Ia datang ke suatu 
biara dan memohon sedekah kepada kepala biara.

Tanpa sungkan kepala biara itu menunjuk
setumpuk batu bata yang terletak di depan pintu seraya berkata,”Tolong
kamu  bantu saya memindahkan batu bata itu ke halaman belakang.��?
Pengemis itu dengan marah menjawab, ”Saya hanya memiliki satu tangan.
Bagaimana dapat memindahkan? Tidak mau memberi ya sudah, tidak perlu
mempermainkan orang!��?
Kepala
biara itu memandangnya, lalu menggunakan satu tangan mengambil sebuah
batu bata lalu berkata, “Masalah seperti ini  juga bisa dikerjakan
dengan menggunakan satu tangan.��?
Melihat
keadaan itu si pengemis tak berdaya, terpaksa menggunakan satu tangan
itu memindahkan batu bata. Selama dua jam penuh dia  memindahkan semua
batu bata itu. Kemudian kepala biara itu memberi sedikit uang, dengan
sangat bersyukur pengemis itu berkata, ”Terima kasih.��?
Kepala biara menjawab, ”Tidak perlu berterima kasih kepadaku, ini adalah uang 
hasil jerih payahmu sendiri.��?
Pengemis
itu membungkukkan badan dan berkata, ”Budi baik anda ini akan saya
ingat untuk selamanya��? Lalu dia menegakkan badan dan melanjutkan
perjalanannya.
Beberapa hari
kemudian datang lagi seorang pengemis ke biara itu. Kepala biara lalu
membawa pengemis itu ke halaman belakang, menunjuk setumpuk batu bata
itu seraya berkata, ”Pindahkan batu bata ini ke halaman depan, dan saya
akan memberimu uang.��?Tapi pengemis yang memiliki dua tangan ini
menganggap hina pekerjaan ini, lalu di tinggalnya pergi.
Para
murid dengan tidak mengerti bertanya kepada kepala biara, ”Kemarin dulu
anda menyuruh pengemis memindahkan batu bata dari halaman depan ke
halaman belakang, kali ini anda juga menyuruh pengemis lain untuk
memindahkan dari halaman belakang ke halaman depan, sebenarnya batu
bata ini ingin anda letakkan di halaman depan atau halaman belakang
biara?��?
Kepala biara berkata
kepada pengikutnya, ”Bata-bata itu diletakkan di depan atau di belakang
adalah sama saja, tetapi mau memindahkan atau tidak bagi pengemis itu
tidaklah sama.��?
Beberapa tahun
kemudian, seorang yang berpenampilan luar biasa datang ke biara. Namun
ada hal yang kurang sempurna yaitu orang ini hanya memiliki satu
tangan. Ternyata dia adalah pengemis yang memindahkan batu bata.
Ia
melakukan pekerjaan yang dia kerjakan mengandalkan kemampuan dirinya
sendiri untuk berjuang. Akhirnya dia memperoleh keberhasilan yang
sukses, menjadi orang kaya yang ternama di daerahnya. Tetapi bagi
pengemis yang memiliki dua tangan lengkap, hingga saat ini masih
meminta sedekah di luar pintu gunung.
Disini
bisa dilihat, menyelamatkan manusia harus menyelamatkan hatinya. Nasi
dalam duniawi bisa menghilangkan rasa lapar sesaat, tapi itu bukanlah
makanan batin yang sebenarnya. Uang dalam duniawi bisa memuaskan
keinginan sesaat manusia, tetapi bukanlah cahaya kehidupan yang
sebenarnya.
Dengan pengetahuan
intuitif menyadarkan kejujuran dan kebajikan yang ada dalam hati
manusia, barulah bisa dari dasarnya menolong manusia untuk menjauhi
kejahatan, terlepas dari lautan kesengsaraan.
Dengan
prinsip yang sama, memberi orang sekantung uang, lebih baik menyadarkan
kebaikan hatinya. Karena ketulusan dan niat (pikiran) baik merupakan
satu jaminan yang paling dasar bagi satu kehidupan untuk bisa berjalan
menuju ke masa yang akan datang.

Kirim email ke