iya bener, setuju......
kota mungil asal saya juga gitu......
di Ngawi Jawa Timur, kalo mau nge-net, sejamnya 6000!!! parah......
Dan jangan tanya soal TI-nya.....
memang sih, kalau cuma office banyak yang bisa, tapi itu juga cuma sebagian
kecil (sekali).
bahkan masih ada yang pegang komputer saja belum pernah....
sedih sekali......
memang ada beberapa yang bisa, tapi mereka jadi seperti menutup diri, sebab
gara2 bisa, semua tuigas yang berhubungan dengan komputer di timbun ke
mereka semua, dari yang bikin proposal, presentasi, editing, gambar,
malware, install sampe yang gak jelas kaya game......
duh, parah deh......pingin nagis liatnya.......
masalahnya, gimana internet mo murah, lha yang kasih regulasi aja dikuasai
ma pihak2 yang tidak ingin keuntungan besar yang mereka dapatkan ilang (no
offence!). coba kalo pemerintah mendukung sepenuhnya, pasti TI kita gak
separah ini......
yah, ini di kota mengil asal saya loh, gak tau kalo di kota lain. tapi kalo
dipikir2, gimana pemerintah mo mendukung, lha urusan negara aja kacau
terus.....(menangis tanpa air mata)

On 20/11/06, hpx_21 M <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Dear Millis,maaf jika e-mail ini tidak sesuai dengan topik.Tapi ini
> sangat penting bagi saya.
>
> Saya mengucapkan terima kasih dengan adanya rubrik ini,karena sebagai
> seorang pemula yang begok masalah TI saya merasa sangat terbantu,dengan
> informasi - informasinya.
> Saya cuma ingin menyampaikan unek - unek saya masalah TI,saya tinggal di
> sebuah kota kecil di Sumatra Selatan tepatnya di-Baturaja,di sini
> pengetahuan tentang dunia TI sangat jauh tertinggal dari luar,untuk sekolah
> saja cuma ada satu Universitas yang menyediakan program TI dan itu cuma
> sampai jenjang Diploma 3,masalah kwalitas masih diragukan.Jangankanseorang 
> ahli,yang nguasain Office aja masih
> sedikit.Karena itu saya belajar TI dengan mengikuti rubrik - rubrik yang
> ada di Internet,atau baca tabloit,dan majalah,supaya ga' ketinggalan
> terus,tetapi saya rasa masih kurang efektif karena ga' ada yang
> ngontrol,kalo saya coba eksperimen,alhasil saya harus instal ulang
> Windows,ya kalo lagi mujur sih sering berhasil.Yang saya sedihkan lagi ga'
> ada yang tertarik untuk meninjau masalah ini.Apakah kota - kota kecil lain
> yang ada di-Indonesa juga mendapat masalah sama dengan Kota di tempat saya
> tinggal?Kalo Ya,kapan dunia TI Indonesia bisa maju,kalo pun maju,paling
> hanya di kota -
> kota besar saja.
> Bayangkan saja dari 100% pemakai komputer di Kota saya,hanya 20% yang tau
> kalau virus bukanlah satu - satunya penyakit kompeter,bahkan yang termasuk
> di 80% itu adalah seorang tehnisi komputer yang bekerja di servis - servis
> komputer.Hal ini di sebabkan oleh sulit dan mahalnya akses internet di
> Kota saya,untuk warnet saja di kenakan tarif sangat mahal per 
> jamnya.Jadihanya orang tertentu saja yang bisa akses internet,Jujur untuk 
> akses
> internet saya mesti kucing - kucingan dengan orang tua,karena biaya telfon
> sering bengkak,di sini yang ada hanya akses Dial-up,dan itupun sangat
> lamban.Utuk software saja saya cuma bisa dapat dari download berjam - jam
> di Internet,atau ke luar kota,karena kalo mau beli belum ada tempatnya.
>
> Saya menyampaikan berita ini karena saya berharap ada orang yang mau
> membantu menghadapi masalah ini,karena jika terus di anggap masalah
> sepele,akibatnya dunia TI hanya bisa dinikmati oleh mereka yang bisa dan
> tinggal di kota besar.
>
>
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]


Kirim email ke