UPGRADE
Upgrade tidak harus. Lihat kasusnya terlebih dahulu. Kalo fungsinya hanya 
sebagai client yang 
menggunakan browser untuk mengakses server intranet local ngga perlu 
tinggi-tinggi. Pentium satu 
yang sudah ada pun sudah cukup.
Kalo untuk mejalankan aplikasi Office seperti OpenOffice dengan P3 600Mhz RAM 
128 pun masih mau jalan.

Kalo menurut saya, upgrade dengan yang lebih baik pun tidak masalah lho. Karena 
yang saya dengar dan 
lihat [tapi susah bisa dibuktikan] adalah Tradisi Akhir Tahun, tradisi 
menghabiskan anggaran. 
Seandainya alokasinya untuk upgrade kenapa tidak daripada ke pos yang ngga tau 
juntrungnya.


SDM
Sumber Daya Manusia di pemerintahan memang mayoritas adalah "minus entry 
level". Dan manusia-manusia 
yang bener-bener mengerti IT [level normal bukan advance] adalah manusia yang 
memang tugasnya di IT 
[Tenaga Ahlinya tapi tidak semua]. Dan penggunaan pc disana juga belum optimal. 
Masih sebagai mesin 
ketik elektrik mewah saja.
Saya setuju dengan Mas Eric, memang perlu waktu untuk adaptasi. Tapi jangan 
kelamaan dong. :) Dalam 
1 (satu) tahun saya yakin satu Badan Pemerintahan bisa beradaptasi dengan cepat 
... asal ... seperti 
yang disampaikan Mas Balthazor ... ada tenaga ahli yang mendampingi dan 
membantu bila ada user yang 
mengalami kesulitan. Kita bisa karena biasa.

PROGRAM/APLIKASI
Ini karena awalnya sudah salah kaprah. Kalo mau dijadikan bener kaprah agak 
sulit. Tapi bukan tidak 
bisa. Tergantung itung-itungannya. Mana yang lebih baik dalam artian 
keseluruhan. Kalo pun sudah ada 
seperti di BMG dan KPU yang memang sulit sekali untuk ke OpenSource ya pake 
windows juga ngga papa. 
Tapi kalo bisa pengembangan selanjutnya jangan tergantung oleh Mikocok tapi 
diarahkan ke OpenSource.
Seperti PT.POS, SAMSAT dan sebagian TELKOM kalo saya lihat masih menggunakan 
DBase,Clipper ato 
FoxBase yang DOS version [tapi didalam windows] mungkin bisa diarahkan 
menggunakan DOSEmu. CMIIW.

Dari semua kesulitan-kesulitan tersebut sebenarnya ada bagian yang tidak sulih 
untuk di OpenSource 
kan lho. Masih banyak bagian-bagian di Pemerintahan Pusat maupun Daerah yang 
belum ada Aplikasi yang 
terintegrasi. Nah bagian inilah yang seharusnya mudah. Mudah di OpenSourcekan. 
Dan seharusnya 
menjadi jatah dan pekerjaan rumah Anak Negeri untuk mengerjakaanya.

Kebetulan saya dipercaya untuk mengerjakan Aplikasi yang terintegrasi di salah 
satu Badan 
Pemerintahan. Dan kebetulan saya mendapatkan bagian mudahnya seperti yang saya 
sebut diatas. Dan 
aplikasi tersebut bisa berjalan di Platform apapun selama ada FireFox, Apache, 
MySQL dan PHP dan 
koneksi LAN atau Internet.


fajr_n

ERIC wrote:
> Ya itu alasannya bisa aja bener, ada juga yg mengada-ada..
> 
> 1. Komputer perlu diupgrade? Bisa jadi.. Liat rata2 dulu.. Yg pake pentium-I 
> masih ada.. pake Pentium-4 juga ada.. Core Duo juga ada..
> 
> 2. SDM.. yah kalo ini rata2 memang perlu waktu buat adaptasi.. dan ini tidak 
> bisa dalam waktu singkat.
> 
> 3. Printer? Printer yg dipake bisa macem2.. Ada Genicom, Epson lawas, sampe 
> Laserjet terbaru.. Udah pada punya Driver buat OpenSource?
> 
> Trus lagi, ada program2 pemerintah yg memang dibuat dalam platform Windows..
> dan program2 itu digunakan untuk menghasilkan report bulanan, mingguan bahkan 
> harian juga ada. Kesemuanya untuk bahan laporan kepada atasan, dan mungkin 
> sampai menteri..
> 
> Nah kalo tiba2 langsung ganti Linux/Open Source.. maka kerjaan juga langsung 
> terganggu.. dan menghambat kinerja kantor/departemen ybs..
> 
> Migrasi ke OpenSource? Mungkin jawabnya "Bisa", tapi saya kira tidak dalam 
> waktu sekejap.. Semua butuh proses.. 
> 
> 
> CMIIW
> 
> 
> Salam..
> 
> Budi Febrianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
> Sorry kalo OOT. Barusan baca di detik.com artikel tentan komentar 
>  menteri komunikasi dan informatika kita yang tercinta tentang mengapa 
>  pemerintah belum bisa beralih ke opensource.
>  
>  
> http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/15/time/153235/idnews/730465/idkanal/399
>  
>  >>>>> 
>  Menurut Sofyan ada tiga alasan hal itu akan terjadi.
>  Pertama, ujar Sofyan, komputer pemerintah perlu di-upgrade sebelum 
>  berpindah ke Open
>  Source.
>  "Kedua, kemampuan sumber daya manusia (yang menggunakannya-red)
>  belum memadai," tuturnya.
>  Sedangkan alasan ketiga Sofyan adalah soal dukungan driver bagi berbagai
>  perangkat pendukung komputer. "Pada sebagian Open Source, misalnya,
>  belum ada menu untuk men-support printer," ia menambahkan.
>  >>>>> 
>  
>  Open source disini saya anggap linux dan varian nya.
>  Tentang sumber daya manusia memang betul, pegawai pemerintahan harus 
>  mendapatkan training yang cukup tentang penggunaan open source.
>  Tentang hardware, bila harwarenya mampu menjalankan windows xp, maka dia 
>  lebih dari cukup untuk menjalankan linux.
>  Tentang printer, ehm... printer apa sih yang mau di pergunakan?
>  
>  -- 
> 

Kirim email ke