Hello Iwan,my answer is
soal bandwith ini rumit,org yg kagak tau pasti nyangkanya yg enggak2.klo gak
salah
dulu gw pernah mengganalogikan dengan suratpos (sebab term of condisinya sama)
begini:
kalo anda ngeposin surat ke amrik anda bayar dimana pak? di sini bukan? nah
apakah
anda pikir "pos di negara kita gak bayar" ke amrik juga? pasti bayar lah,hanya
saja
itugane secara global.
demikian jg dgn internet,banyak website kita yg di host di luar negeri,sehingga
banyak "request address" kita yg kudu di transfer kan scr exchange ke luar.apa
itu
gratis? terang saja di sono lebih murah,wong bandwithnya enggak kemana2! lha
klo di
indonesia semua akses bandwith ada di dalam negeri maka semua juga lebih murah
lah...mau tau? scr statistik request kita ke DNS luar negeri lbh banyak drpd di
dalam negeri.so timpang bukan...siapa yah yg bayar traffik ini? negara? ya
pastilah...ada kok undang2nya,dlm pos dan telekomunikasi diatur oleh ITU dan UPU
(badan PBB).
jgn nyalahin sesuatu klo gak tau analogi yg ada di dalamnya....
Friday, May 25, 2007,11:00:54 AM, you said!:
> ha..ha...kalau mo dibandingin gitu sih lebih parah....ditempat yang cost of
> livingnya lebih mahal dan pendapatan lebih tinggi tapi harga internet lebih
> murah padahal lebih mampu.....artinya kita yang lebih miskin disuruh
> menanggung biaya lebih tinggi..logikanya kan kalau semua lebih murah di
> Indonesia kenapa internetnya justru lebih mahal.............
===============================
www.oprekpc.com/forum/
www.warungplus.com
YM: sqf_trustno1
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com