Pak Winan,

Share pengalaman aja. Di kantor udah migrasi ke Linux sejak akhir tahun
kemarin (2006). Kita pake Open Suse 10.1 yang diinstall di Server (Core
2 Duo dengan memory 1 GB). Selanjutnya Linux di server ini 'diekspor' ke
clients pake LTSP (ini dimaklumi mengingat PC clients di tempat kami
spec-nya sudah sangat udzur, beberapa masih pake Pentium I 166 dengan
memory 32 MB. Untuk Office-nya kita paken Open Office yang cukup OK
meski tidak sepenuhnya senyaman MS Office. So far OK, hanya saja pada
bulan2 awal migrasi, ya agak kagok juga tapi yang ini rasanya sesuatu
yang jamak sama seperti kita pindah dari wordstar yang berbasis DOS ke
MS Word yang berbasis Winblows. Ada beberapa rumus di excel (waktu itu
perintah =SUMIF bla bla bla) yang bermasalah saat file tersebut kita
pake Open Office, namun akhirnya dapat juga solusinya setelah bertanya
ke forum.

Sisi kurang menyenangkan pada saat migrasi ini beberapa periperal
utamanya printer apalagi yang masih pake pin (LX 800 dan sebangsanya)
tidak bisa bekerja secara sempurna seperti dalam lingkungan Windows.
Juga Canon BJC 2100 SP serta beberapa printer tua yang masih bermasalah
(biasanya berhubungan dengan masalah driver). Ada yang unik di sini saat
BJC 2000 SP & BJC 2100 SP yang driver versi Linux-nya lebih dioptimalkan
untuk pencetakan berwarna, namun karena kami jarang sekali cetak
berwarna, ketika kita 'paksa' mencetak hitam saja, printer tsb malah gak
mau mencetak file2 Open Office, sedangkan untuk mencetak file-file
aplikasi yang lain (Thunderbird, Kmail, kPDF dll) tidak bermasalah. Ini
yang sampai sekarang kami belum dapat solusinya. Kecepatan nge-print-nya
pun menurut hemat saya juga agak melambat dibandingkan jika bekerja di
lingkungan windows. Tapi jika dipasangkan dengan printer yang agak
baruan seperti iP1000, malah lancar abiss.

Jika nanti betul2 migrasi ke Linux (apalagi jika pake LTSP) mohon
dipertimbangkan juga beberapa kenyamanan dlm winblows misanya nyetel
MP3, transfers file dsb mungkin terasa agak ribet. Juga kalau listrik
tiba2 mati seluruh jaringan ikut mati juga (ini jika pake LTSP ya)

Terlepas dari itu, setelah hampir setengah tahun migrasi, serangan virus
boleh dikatakan nyaris tidak ada. Kalau di rumah - jujur - saya masih
dual booting dengan winblows karena ada beberapa aplikasi / device yang
masih bermasalah di Linux. Contohnya: Modem CDMA Netac (karena di rumah
saya ngi-net menggunakan jaringan Fren) yang sampai dengan saat ini saya
belum tahu bagaimana menyettingnya di lingkungan Linux.

Ada yang mahu nambahi ??? Pakde ?? Pak Maman ?? Pak Nohackers ??

Salam,
TT


Winan wrote:
> Mohon pencerahannya dong, saya mau tanya di kantor saya mau diganti
> systemnya pakai linux termasuk juga buat officenya.
> Apa dong distro Linux yang paling cocok berikut officenya, biar anak2 yang
> pakenya gak terlalu susah pakai. Selama ini mereka
> pakainya dari windows & officenya punya microsoft.
> Thanks atas info & bantuannnya
>
> Winan

Kirim email ke