pak yohan, pak sibass, pak ste, dan teman2 lainnya, saya setuju dengan pendapat anda2 sekalian. posting awal saya yg menanggapi yang punya ide di subject ini adalah 'meragukan' si penemu ide yang katanya efek 3d desktop nya memukau. padahal memang akan memukau kalau ada 'syarat dan ketentuan yang berlaku' :D yaitu kalau menggunakan hardware tertentu dan tidak dengan semua hardware.
posisi saya bukan pendukung yg punya ide kolaborasi itu, atau juga saya bukan hendak kampanya opensource. saya cuma kebetulan sedang mencoba linux (ubuntu) dan yang saya tulis berkait subject ini adalah berdasar yang saya alami itu saja. sekali lagi saya mohon maaf kalau ada tulisan saya2 yang salah atau tidak berkenan dengan temen2 :-) salam, achmad -newbie di linux- Yohan wrote, On 01/18/2008 03:50 PM: > Kagem achmad kamali, > > Lha kita ini para pemakai dua vga kelas wahid tuh man, rata2 pada pake > mbak nvidia atau mbak ati ... masak saya ingin nyoba sopwer open > source kok nggak mulus, dan baiknya beli mobo yang pake vga chipset > intel. trus tunggu saja biar nanti orang bikin driver yang cocok buat > ini itu .. itu mah namanya cumin mengelak saja dari pertanyaan. > > Dari sampeyan survey sudah membuktikan bawa kolaborasi 2 o/s itu nggak > bisa mulus disembarang platform ...jadi o/snya pilih2 dulu mana yang > mau dihuni. sejak dulu khan selalu dibilang sama mbah Nero kalo o/s > open source itu selalu terlambat ngurusin GUI, karena sejak dari > hulunya ya memang dunia open source memakai mode console atau command > line, entah mungkin vi, pico apalagi .. lupa !
