Kagem Khouw,

ecs biasanya memang membuat produk untuk kelas value, walupun chipset
bisa sama, belum tentu harga relatif sama. kelengkapan fitur dan bundle
juga berpengaruh dengan harga. dan untuk gigabyte dengan seri ds3
biasanya memang termasuk kelas menegah dengan komponen2 yg lebih
bagus, misal semua memake solid capasitor. pendingin chipset yg lebih
baik dll. apalagi seri DQ6 yg biasanya untuk enthusiat yg mengoverclok
prosesornya, crossfire dan tentu biosnya juga lebih lengkap fiturnya.
kalo anda cuma mau mempergunakan standar saja dan sudah cukup dengan
fitur yg ada di ecs ya tidak perlu beli yg lebih mahal. performa mobo
seperti yg diuji bisanya tidak akan berbeda jauh, dibanding dengan
harganya. tapi kalo anda gunakan beda harga untuk membeli prosesor yg
lebih cepat, tentu bedanya lebih berasa.

-- 
Nuwun,
siBass                            mailto:[EMAIL PROTECTED]

Friday, March 28, 2008, 10:33:54 PM, Sampeyan nyerat:

> Rekan-rekan mailplus yth,

> Di PCPlus edisi 301 halaman 31 (rubrik uji) diulas mo-bo ECS A770M-A
> dengan chipset AMD 770. Di PC Media, mo-bo ini berada diperingkat
> kedua setelah Gigabyte GA-MA790FX-DQ6 yang menggunakan chipset AMD
> 790FX.
> Mohon saran, apakah mo-bo ECS A770M-A ini layak dibeli mengingat
> harganya "hanya" sekitar US$ 75 ?
> Jika dipasangkan dengan prosesor Athlon 64 X2 5200+ apakah mo-bo ini
> dapat memberikan unjuk kerja yang cukup baik ?
> Bagaimana jika mo-bo ECS A770M-A dibandingkan dengan ABIT AX78 New
> (harga sekitar US$ 99) atau Gigabyte GA-MA770-DS3 (harga sekitar US$
> 165) yang berchipset sama ?
> Apa yang menyebabkan harga GA-MA770-DS3 dua kali lipat ECS A770M-A ?
> Terima kasih atas perhatian dan pencerahannya.

> Salam,
> Khouw
..


Kirim email ke