Elwin Chow on Saturday, April 05, 2008 11:58 said:
Kok diluar negri tarif koneksi internet bisa murah ya ?. kok disini gak bisa. *Karena pemerintah yang di negerinya punya tarif koneksi internet murah itu merupakan pemerintah yang peduli terhadap kecerdasan rakyatnya (baca : pemerintah yang cerdas). Disini bisa juga sih asalkan budaya korupsinya diminimalisir sekecil mungkin (ini mission barely impossible) dan pemerintahnya itu peduli sama rakyatnya (masih impian, kapan ya jadi kenyataan). Apakah mentteri IT kita gak tahu, kalo diluar negri harga koneksi internet udah sangat murah ?. *Pasti tahu lah. Cuman kan tahu bukan berarti mampu mengambil pelajaran. saran saya mentteri IT kita buka2 forum/milis. Jadi gak gaptek. Kalo perlu studi banding ke luar negri. *Boleh aja studi banding asal perginya jangan mbawa anak istri en keluarga besarnya yang gak ada hubungannya dengan tugas. Solusinya kalo mo semua orang Indonesia pintar adalah dengan cara menurunkan tarif koneksi internet semurah mungkin. *Yak, setuju banget. Tapi apa iya pemerintah masih bisa diharapkan??? Bukannya pintarnya cuman korupsi en narik pajak doang? Untuk saat ini masyarakatlah yang harus inisiatif kompakan buat mengusahakan internet murah di lingkungan masing2 secara swadaya. Begitu settingan berhasil dibangun baru deh dateng pemerintah narikin pajaknya. Memang untuk issue ini masih kalah gaungnya ama sembako yang rajin sekali naik harga. Apalagi mayoritas masyarakat kita masih belum menganggap internet sebagai hal yang penting. Tapi kalo gak ada inisiatif seperti itu gimana lagi ya??? Bingung juga jadinya, hehehe... Pemerintah? Gak usah diharapkan deh. Bayangkan kalo kita bisa mendapat berita dari internet. Gak perlu lagi membeli Koran / majalah. *Media cetak tetap diperlukan sebagai partner. Lagian gak semua orang kan betah membaca di depan monitor. Diselang-seling lah, saling melengkapi gitu. *BukanMaksudMenyingungCumaKeluarkanPendapat* *Bebas aja kok ngeluarin pendapat sepanjang untuk tujuan baik dan tukar pikiran yang mencerahkan. Pihak yang gak bisa terima kritik konstruktif berarti menunjukkan kebodohannya. Salam, Yusliz ------------------------------------------------------------------------------ [Non-text portions of this message have been removed]
