Bantu nerjemahin yaaa :P
~To moderator : maaf kalo gak diedit supaya bisa dikoreksi langsung kalo ada
kesalahan. Makasih atas pengertiannya.~
bAkT on Sunday, April 06, 2008 22:50 elaborated this:
tambahan lagi, didalam battery emang tidak ada ic, cuma cartridge nya
terdapat banyak komponen
*
Temperature sensors*
When assembled, these two arms run alongside two of the cells in the
battery stack (see inset, above), monitoring the overall pack
temperature. If this reaches a high level for whatever reason, the
electronics isolates the batteries from charging or discharging. The
notebook may also have temperature sensors in the battery compartment,
feeding its own safety systems.
*Sensor suhu*
Saat dipasangkan, kedua sulur yang melekat pada dua buah sel di susunan
baterai (lihat gambar kecil di atas) akan memantau suhu satuan baterai secara
keseluruhan. Jika terjadi pencapaian ambang batas suhu karena alasan apapun,
partikel elektronya akan mengisolasi baterai dari keadaan mengisi atau melepas
daya. Komputer jinjing biasanya juga dilengkapi sensor suhu pada ruang
penempatan baterai yang berfungsi menunjang sistem keselamatan perangkat
komputer jinjing itu sendiri
*Lithium ion cell*
One of eight in the example above, this contains about six watt-hours of
energy. That translates to two kilowatts over ten seconds, a rate of
discharge that's theoretically possible under some fault conditions.
Excessive heating in one cell can cause the failure of the next, and so
on, an avalanche effect that leads to the energetic destruction of the
entire pack.
*Sel Ion Lithium*
Salah satu dari delapan contoh tersebut di atas mengandung energi sekitar
enam watt-hours (~istilah watt hours tetap dibiarkan karena lebih familiar~).
Itu berarti dua kilowatt pada kisaran sepuluh detik, suatu tingkat pelepasan
energi yang secara teori dimungkinkan dalam kondisi kegagalan tertentu. Panas
berlebihan pada sebuah sel dapat menyebabkan kegagalan fungsi yang menular ke
sel sebelahnya, dan begitu seterusnya proses kerusakan ini menular ke sel
sebelah berikutnya. Efek bola salju ini pada akhirnya dapat mengakibatkan
kerusakan seluruh satuan baterai.
*Voltage converter/regulator circuit*
This maintains safe levels of voltage and current during charging and
discharging. Although it's designed to spot dangerous conditions and
prevent cell damage by shutting down the battery pack, component faults
here can actually increase the risk of catastrophic failure.
*Pengubah tegangan/pengatur rangkaian*
Unit ini bertugas menjaga tingkat ambang batas aman suatu tegangan dan arus
selama proses pengisian dan pelepasan daya. Walaupun dirancang untuk mengenali
kondisi berbahaya yang muncul dan mencegah kerusakan sel dengan
mematikan/memutuskan hubungan satuan baterai dengan sumber listrik, terjadinya
kegagalan kerja komponen ini dapat meningkatkan resiko kerusakan yang lebih
parah.
*Notebook connector*
This is shrouded and designed to minimise the risk of short circuits
when the battery pack is separate from the main equipment. Even if the
plastic shroud is damaged, the circuitry inside the pack should detect
short circuit conditions and protect the cells from rapid discharge.
*Konektor komputer jinjing*
Komponen ini dibungkus pelindung tersendiri dan dirancang untuk meminimalisir
resiko hubungan pendek/korslet saat satuan baterai dipisahkan/dicopot. Bahkan
walaupun selubung plastiknya rusak, rangkaian dalam baterai masih bisa
mendeteksi adanya hubungan pendek yang muncul sehingga mampu melindungi sel2
baterai dari kondisi pemutusan hubungan koneksi mendadak.
*Voltage tap*
Most consumer equipment treats a stack of cells as a single battery, but
this can be dangerous in lithium ion. As the cells age, some will lose
capacity faster than others -- and if one cell becomes flat before the
others, it can actually start to charge in reverse, which is a highly
dangerous condition. The internal circuitry of the battery pack thus has
to monitor cells separately and shut down the whole pack if one cell is
too far out of balance.
*Pemantau tegangan*
Kebanyakan peralatan elektronik rumah tangga memperlakukan kumpulan sel
sebagai sebuah baterai tunggal. Hal ini berbahaya jika diterapkan pada jenis
baterai ion lithium. Seiring proses menuanya sel2, sejumlah sel akan kehilangan
kapasitasnya lebih cepat dari yang lainnya (tidak merata). Jika suatu sel sudah
benar2 nol kapasitasnya maka sel ini justru akan melakukan pembalikan proses
pengisian daya, yang mana hal ini amat berbahaya. Karenanya rangkaian dalam
suatu satuan baterai harus memantau seluruh sel per individu dari sel2 yang ada
sekaligus langsung mematikan seluruh satuan baterai jika terdapat satu sel yang
menunjukkan gejala ketidakseimbangan yang berlebih.
*Battery charge state monitor*
Many lithium ion packs have a built-in meter consisting of a row of LEDs
and a button. To accurately report the state of charge, the pack
electronics has to keep a record of the current in and out of the cell,
as well as a model of its behaviour. This can become more inaccurate
over time; more modern cells will recalibrate themselves.
*Pemantau kondisi pengisian baterai*
Banyak baterai berjenis ion lithium yang telah memiliki alat pemantau ini di
dalamnya, berupa sederetan LED dan sebuah tombol. Untuk dapat menghasilkan
laporan hasil pantau yang akurat maka alat ini akan mencatat arus keluar masuk
suatu sel sekaligus jenis perilakunya. Seiring menuanya baterai alat ini akan
berkurang juga keakuratannya. Pada banyak tipe sel yang sudah lebih mutakhir
maka akan terjadi proses tera ulang (rekalibrasi) dengan sendirinya.
Demikian mudah2an bisa membantu. Pengen aja soalnya dah lama gak nerjemahin
nih.
Salam,
Yusliz
------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]