arsitek gak perlu belajar gergaji, karena tugas dia lebih berat, walupun mesti tahu fungsinya gergaji. sampe kapanpun linux akan tetap pada posisinya. jangankan bersaing dengan os yg closed source, karena mereka masih bersaing sendiri dengan distro yg lain. pengembangannya bisa sejalan? selama tidak ada kepentingan bersama dan mengandalkan idelismenya sendiri2, mereka akan sulit eksis. karena user baru akan bingung. dan juga produsen hardware/software juga bakal bingung mau ngikut yg mana? kalo ane sekarang sudah cenderung mau make ubuntu saja. jangan tanya baik buruknya dimana. karena cuma merasa sreg saja. entah besok2nya.
taufiq wrote: > > > Iya jugak ... si > > kembali ke pertanyaan semula apa beda linux dan windows, brgkali bisa > kita katakan bahwa linux memerlukan semangat pengembangan dan perbaikan > yg terus menerus dari semua anggota komunitas pemakai. di lain pihak > windows adalah produk jadi yg segera dapat dipergunakan utk bekerja, > sedangkan masalah perbaikan dan pengembangan kita serahkan sepenuhnya > sama bill gates and crew, toh kita sudah membayar mereka. > > perkara sulit atau gampang; menggunakan gergaji aja kalo nggak belajar > juga sering mleset-macet. tul kan? >
