File dikunci karena sedang digunakan. Apabila dia dipindahkan atau
dihapus maka winsows akan crash atau malahan rusak sama sekali,
mangkanya dikunci biar gak bisa diutak-atik.
Penulisan file itu tergantung dari keadaan yang kosong di HDD. Kalo
yang kosong masih sangat banyag, maka sangat mungkin akan disusun
rapi. Tapi kalo yang kosong sudah tinggal sedikit maka mau tidak mau
yang diletakkan di sembarang yang kosong aja. Apalagi kalo ada proses
penghapusan file, makin gak keruan dah daerah kosongnya.
Cara yang paling mudah untuk defrag adalah dengan memindahkan file ke
HDD lain sampai HDD-nya kosong lalu dipindahkan balik ke HDD lama.
Biasanya akan diletakkan dengan rapi. Tapi proses ini kan membutuhkan
HDD lagi yang besar. Apa kita perlu berboros-boros seperti ini.
Makanya dibuat program defragmenter.
Kalo gak salah, sistem NTFS sudah tidak begitu membutuhkan defrag
kok. Rasain aja apakah ada bedanya sebelum dan sesudah defrag.
Apalagi kalo pakai sistem chip, seperti SSD, flashdisk, atau memory
card. Mereka mempunyai random accesss yang jauh lebih cepet dari HDD
konvensinal.

______________   _______________
Budhi Astiyadi   Indonesia 15413
aspireONE|compactFLASH|tselFLASH 

| -----Original Message-----
| From: [email protected] 
| [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Khouw TH
| Sent: Monday, October 27, 2008 6:23 PM
| To: [email protected]
| Subject: Re: [PCplus] Disk Defragmenter
| 
| 
| Oom mbUdh, terima kasih penjelasannya. Kalau boleh 
| melanjutkan pertanyaan dari Oom Dimas Sandi, mengapa CPU 
| tidak sekaligus menaruh datanya pada tempat yang teratur 
| sehingga nda usah di-defrag ? Pertanyaan yang kedua adalah, 
| mengapa file-file tertentu dikunci oleh Windows sehingga 
| tidak bisa dipindahkan ? Matur nuwun.
| 
| Salam,
| Khouw


Kirim email ke