Buat pengalaman aja, mang kata temen yg punya toko di denpasar hardisk2 seagate rada sensi sama PSU dan panas yg berlebihan. Mangkanya sebelom ambil seagate, pastikan PSU nya sehat2 dan bakalan kuat ngangkat hdd tambahan ini. Oh ya sama hindari matiin PC tanpa prosedur shutdown (sengaja ato ga sengaja). Temen saya itu berani bilang demikian, karena banyak sekali "bangkai2" seagate di tokonya yg dibalikin sama pelanggan nya. Yah mang sih diganti semua kalo garansi (entah new ato diperbaiki)! Brarti ada pelajaran satu lagi.. cari toko yg enak aftersales nya. Hehehehe!
Dari, Rully ----- Original Message ----- From: Sima Andy To: [email protected] Sent: Thursday, October 30, 2008 8:33 PM Subject: [PCplus] Seagate Baracuda jadi Seagate Baracupu... Salam rekan-rekan, beberapa waktu yang lalu di milis ini ane pernah tulis masalah Hardisk Seagate yang gak pernah mau "baikan" sama ane. Selalu saja kalau beli nih Hardisk, ane selalu mengalami masalah/kerusakan. Ternyata, saat ini ane kembali mengalami masalah pada hardisk merek tersebut. Hardisk Sata 250 GB yang baru ane beli bulan April 2008 ini ternyata hanya kuat sampai bulan September 2008 saja (hanya 5 bulan). Hardisk tersebut sudah bad sector dan berbunyi "kreoot..kreeot" merdu sekali. Bahkan sampai BIOS pun sudah gak mengenalinya sama sekali. Hardisk tersebut dipakai secara normal dan disandingkan dengan WDC SATA 80 GB yang ane beli hampir 2 tahun lalu. WDC tersebut sampai saat ini,normal dan baik-baik saja. Saat ini ane masih klaim ke toko tempat ane beli, dan dahsyatnya sudah hampir 1 bulan, hardisk tersebut belum juga kelar. Alasan toko, macam-macam, yang stok kosong lah, pihak distributor belum kasih tanggapan lah, dan terakhir.. baru saja ane mampir ke toko tempat klaim... jawabannya lebih "menyenangkan" lagi... " orang yang ngurus masalah ini gak masuk.. sakit..." ???? wuaahh. coba gimana gak gondok nih ati.... duh.. Tapi ane, masih tetep bersabar.. kata orang bijak... orang sabar disayang Tuhan!!!. Rekan-rekan... Saya cuma mau tanya pendapat rekans sekalian.. sebaiknya gimana kita-kita menyikapi situasi seperti ini. Saya yakin pasti rekans pernah mengalami situasi yang saya hadapi ini. Situasi dimana kita sebagai konsumen, gak terlindungi dan gak berdaya sama sekali. (Saya aza udah puluhan kali menghadapi situasi seperti ini.. tapi tetep aza... ati nih jeeeengkeeeelll banget). Ane gak tau siapa yang nakal, toko atau distributornya. Mau marah-marah ditoko juga, saya rasa gak akan menyelesaikan masalah, karena mereka juga pasti dapet tuh barang dari distributor. Apa menurut rekan-rekan, saya mesti ngadu ke koran? atau ke YLKI? atau cukup kita rela in aza tuh barang kita ? Demikian, rekan-rekan... Sorry nih email panjang kayak ngarang cerpen.. saya cuma mau minta pendapat-pendapat rekan semua....Thanks.... Peace, Sima . [Non-text portions of this message have been removed]
