Sejak 1.9.09 lalu, Telkomsel (TSEL) menurunkan kuota Fair Usage untuk TSEL Flash, dari 2GB, menjadi hanya 500MB. Dibuktikan dengan misuh-misuhnya user di situs forum dengan pengguna terbanyak se-Indonesia yaitu KASKUS. Ini contohnya:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2456947 HEBATNYA, ketika salah satu VP Telkomsel diwawancara oleh DETIK, dalam berita yang dikeluarkan PAGI INI, dia mengatakan KEBIJAKAN ITU BELUM DIBERLAKUKAN. Dan masih bisa bilang "kami anggap respon positif karena menunjukan pelanggan kami sangat banyak dan loyal". Ohohoho... blunder yang bagus sekali, bilang pelanggan loyal... kita lihat berapa banyak yang exodus dari TSEL setelah ini "diberlakukan. Sana minum obat, biar nggak amnesia. Jumat, 02/10/2009 08:10 WIB http://www.detikinet.com/read/2009/10/02/072427/1213391/328/tanggapan-telkomsel-soal-sunat-kuota-flash Jakarta - Telkomsel coba menjelaskan alasan penyunatan kuota bandwidth layanan internet Telkomsel Flash. Simak petikan wawancara bersama Yoseph Garo (YG), Vice President Interconnect & Regulatory Telkomsel, saat ditemui di gedung Depkominfo, Jakarta, Kamis (1/10/2009) Bagaimana tanggapan bapak soal kebijakan penurunan kuota bandwidth yang dikeluhkan pelanggan Flash? YG: Kebijakan itu belum diberlakukan. Belum ada eksekusi. Kalau sudah dilakukan, kami pasti memberikan informasi kepada pelanggan lewat iklan di media massa. Belum diberlakukan? YG: Masih tetap free kok sampai sekarang. Tapi ya memang, speed data itu kan turun naik kecepatannya. Tetap akan diberlakukan? YG: Bisa saja kebijakan itu dibatalkan kalau memang melanggar aturan. Kita patuh kok dengan setiap aturan, kita comply. Bagaimana dengan respon pelanggan yang kecewa? YG: Kalau respon pelanggan jadi ramai, itu biasa. Itu kami anggap respon positif karena menunjukan pelanggan kami sangat banyak dan loyal. Itu bisa jadi pertimbangan kami untuk dibatalkan. Apa alasan memangkas kuota yang katanya tidak sesuai kontrak? YG: Rencana pemangkasan dari 2GB menjadi 500 MB itu didasarkan pada hasil survei internal Telkomsel. Kami punya data berapa banyak bandwidth yang dihabiskan tiap bulannya. Langkah itu sebenarnya untuk mengoptimalkan layanan data Kemudian bagaimana dengan teguran regulator dan permintaan kompensasi? YG: Kalau soal urusan dipanggil BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), ya memang itu sudah kewajiban mereka untuk menjembatani antara kami dengan pelanggan. Kalau memang melanggar regulasi, kami akan patuh. Soal kompensasi, kami kan belum memberlakukan. Apa yang perlu dikompensasi? -- Adi Jayanto "I Love Gratis, Gratis is My Life" http://electrohide.blogspot.com -- via archive mail 2009
