Maraknya virus di Indonesia yang meningkat sejalan dengan 
perkembangan teknologi dewasa ini, dikhawatirkan dapat membahayakan 
sistem keuangan dan akun kartu kredit.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Alex Ng, produk manager 
Kaspersky untuk kawasan South East Asia. "Bahaya tertinggi dari 
keberadaan virus dan malware dikhawatirkan dapat menyerang sistem 
keuangan, akun kartu kredit, detail finansial Anda atau apapun 
menyangkut data uang yang tersimpan secara online," ujar Alex saat 
ditemui di FX Mall.

Menurut Alex, bentuk pembobolan suatu akun dapat terjadi dengan cara 
sederhana, malahan sebagian besar akibat kesalahan manusia itu 
sendiri. "Sebenarnya, sebagian besar karena human error. Masih banyak 
lapisan masyarakat yang belum memahami pentingnya sekuriti akun email 
ataupun ceroboh dengan undangan apapun yang mereka dapat saat online. 
Misalnya, perintah klik double yang datang tiba-tiba. Dan saat 
dilakukan ternyata mengarah kepada malware."

Alex melihat bahwa pesatnya teknologi harus seiring dengan pemahaman 
masyarakat soal pembatasan informasi itu sendiri. "Kita harus 
berhati-hati atas perintah ataupun informasi yang kita terima saat 
online. Harus melakukan pengecekan," tambahnya lagi.

Untuk jejaring sosial sendiri, Alex memaparkan bahwa tindak kejahatan 
dapat bermodus layanan belanja online. "Ini bisa dalam bentuk belanja 
online lewat Facebook misalnya dengan memberikan penawaran sejumlah 
voucher dengan syarat memasukkan akun email ataupun akun finansial. 
Padahal ini bisa jadi malware."

Smartphone pun tidak luput dari serangan pengganggu ini. Di Indonesia 
sendiri Alex melihat bahwa pada tahun 2009 muncul malware dalam 
bentuk SMS. "Di tahun 2009, muncul sebaran malware yang menyerang 
smartphone dalam bentuk SMS di mana mencantumkan nomor premium dengan 
iming-iming hadiah."

Kedepannya, Alex mengkhawatirkan bahwa keberadaan virus akan menjadi 
sulit dideteksi. "Saya khawatir nantinya ke depan kita semakin tidak 
sadar bahwa ada virus dalam perangkat teknologi yang kita gunakan," 
tandas Alex.

Indonesia sendiri, menurut Alex, berdasarkan statistik berada di 
peringkat pertama kawasan Asia Tenggara sebagai pencipta virus dan 
malware pengganggu. "Indonesia peringkat pertama yang paling banyak 
menciptakan virus di kawasan Asia Tenggara," kata Alex.

Sumber: www.inilah.com



Salam Gaib:


Eyang Sapu Jagad.

  ----------


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - www.avg.com 
Version: 9.0.839 / Virus Database: 271.1.1/2997 - Release Date: 07/12/10 
02:36:00


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke