Ada anggapan dalam benak banyak orang jika yang mahal pasti bagus. 
Pemahaman ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya 
benar. Benar barang mahal itu bagus karena setidaknya pihak produsen 
harus mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya Riset dan Pengembangan 
Produk, sehingga akan menarik sejumlah biaya tambahan pada harga 
barang untuk menutupi biaya pengembangan unit. Namun salah jika 
menganggap bahwa barang murah pasti tidak bagus, karena pada 
kenyataannya banyak barang murah yang memenuhi sejumlah kriteria 
standar tertentu untuk layak dibilang baik.

Demikian pula halnya dengan produk pemutar cakram, dari mulai CD/DVD 
Player sampai Bluray Player. Banyak sekali jargon-jargon marketing 
yang misleading dan cenderung seperti menipu konsumen, dari mulai 
jargon 297 Mhz DAC Video Processing, 14 Bit Video Processor dan lain 
sebagainya. Termasuk juga perkara rigid chassis system yang 
berlapis-lapis yang menurut produsen bisa meningkatkan kualitas 
gambar dan audio secara signifikan.

Padahal pada kenyataannya, banyak sekali produk yang biasa saja namun 
punya kualitas luar biasa, dengan harga hanya separuh bahkan 
seperempat dari produk high end.

Berikut sejumlah tips untuk memilih secara jeli barang mana yang 
sebaiknya dipilih:

1. Misalnya jika anda membeli All In One Disc Player yang bisa 
memutar dari mulai Bluray hingga CD Audio, beli lah yang sesuai 
dengan kebutuhan dan kantong anda jangan dari sisi high end nya. 
Misalkan kebutuhan anda hanya Bluray-DVD-CD Audio, beli lah player 
yang hanya bisa memutar cakram tersebut. Tambahan kemampuan memutar 
disk SACD (Super Audio CD) dan HDCD (High Definition CD) akan 
menambah sejumlah biaya secara signifikan. Atau jika anda hanya punya 
koleksi disk bajakan, jangan buang uang anda dengan membeli player 
yang harganya selangit. Selain player nya akan cepat rusak mata laser 
optikal nya, juga tidak sebanding dengan harga disknya. Selain itu 
jika koleksi disk anda tidak ada yang memiliki opsi pilihan DTS 
Audio, tidak perlu membeli player yang ada fasilitas DTS nya, karena 
Player DTS umumnya lebih mahal ketimbang yang hanya mampu memutar 
Dolby Digital AC3.

2. Player High End yang memiliki struktur chassis berlapis-lapis yang 
konon kabarnya berfungsi untuk meredam vibrasi (yang padahal bisa 
anda buat sendiri dengan meletakan potongan gabus / busa pada alas 
kaki player) umumnya hanya signifikan unggul saat pemutaran Audio dan 
penyaluran data Video dan Audio secara analog memakai kabel Video 
Component dan kabel Audio 5.1/7.1 channel. Bukan kabel digital HDMI. 
Karena pada HDMI, semua disalurkan secara digital apa adanya, sejak 
pembacaan oleh laser optikal, hingga pengolahan gambar dan suara. 
Tidak ada, atau hampir tidak ada peningkatan yang signifikan. Lebih 
baik anda membeli player yang bisa mematikan fungsi sirkit audio 
analog nya, jadi bisa didapatkan peningkatan kualitas suara digital 
secara signifikan bebas dari gangguan sistem yang tidak perlu.

3. Player mahal high end yang memiliki fasilitas settingan video 
terhadap layar dari mulai 8 bit hingga 48 bit tidak akan cocok jika 
layar televisi / proyektor anda hanya kelas 8 bit. Lebih baik beli 
produk murah meriah yang hanya mampu menyalurkan gambar hingga 
kualitas kedalaman warna 8 bit - 10 bit saja. Dan gunakan kabel 
HDMI/DVI. karena pada kabel HDMI/DVI kualitas ditentukan oleh cakram 
dan proses rekaman, bukan oleh player nya. Lebih baik anda 
berinvestasi pada televisi / proyektor yang baik, karena prinsipnya 
sama seperti komputer vs printer, di mana Komputer kelas mahal tidak 
akan memberikan hasil signifikan ketimbang komputer murah meriah pada 
proses pencetakan foto, karena hasil akhir ditentukan oleh kualitas 
printernya dan kertas yang digunakan.

4. Upscaler yang sangat baik pada player High End hanya akan berguna 
jika kualitas upscaler pada televisi anda tidak begitu bagus namun 
kualitas panel LCD/LED anda lumayan baik. Lupakan saja jika televisi 
anda terlalu murah / sangat murahan, karena panel buruk tetap akan 
memberikan hasil buruk meskipun playernya sangat bagus. Dan satu hal 
yang perlu di ingat, player mahal seharga selangit, jika tidak 
disandingkan dengan Home Theater bagus tidak akan ada gunanya, karena 
untuk kualitas gambar terbaik, tidak ada yang bisa mengalahkan 
komputer dengan grafis prosesor yang sangat baik. HTPC (Home Theater 
PC) murah meriah berprosessor Intel Atom dengan chip video NVIDIA 
9400, mampu mengalahkan dengan mudah player yang harganya puluhan juta rupiah.

Jadi pikirkan secara bijaksana barang mana yang anda akan beli. 
Jangan terpancing oleh iklan-iklan yang sering membimbing opini kita 
secara keliru. Semoga bermanfaat.

Sumber: teknologi.kompasiana.com



Salam Gaib:


Eyang Sapu Jagad.

  ----------


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - www.avg.com 
Version: 9.0.839 / Virus Database: 271.1.1/3005 - Release Date: 07/15/10 
02:36:00


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke