maaf buat yang sudah pernah membaca ... langsung delete aja
tks.
----- Original Message -----
From: "Irwan Prasetya Gunawan" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, August 23, 2001 8:41 AM
Subject: [TELKOM] Re: Identifikasi SDM Infocom
> > From: Sutarman
> > Sent: Tuesday, August 07, 2001 10:28 AM
> > Subject: Identifikasi SDM InfoCom
> >
> > Pagi ini saya telah koord dg Corporate tentang identifikasi SDM InfoCom
> > sbb
>
> Saya jadi bertanya-tanya, apakah hasil koordinasi 'semacam' ini bisa
> dipegang secara 'legal'? Soalnya, dari edaran ND yang datang dari pihak
sdm
> di tempat kami, tidak ada pernyataan seperti itu --baik secara implisit
> maupun eksplisit. Menurut saya, apa pun visi, misi, maupun tujuan tes ini
> (apakah cuman sekedar survey, potret, atau memang seleksi dsb), karyawan
> BERHAK untuk mengetahuinya, dan perusahaan WAJIB untuk menginformasikan
hal
> ini kepada karyawan. Lucu juga dong, kalo menurut saya, apabila saya
> mengikuti suatu kegiatan tanpa mengetahui maksud dan tujuan diadakannya
> kegiatan tersebut. Kesannya adalah kita dibodoh-bodohin semata. Apakah ini
> memang hal yang ditutup-tutupi terhadap karyawan? Saya pikir, udah bukan
> jamannya lagi untuk bersifat tertutup, karena kontrol terhadap hal yang
> tertutup ini akan sangat kurang sehingga setiap lubang yang terjadi pada
> hal yang ditutup-tutupi tersebut akan terlambat untuk diidentifikasi dan
> ditindaklanjuti (contoh kasus kerugian akibat ketertutupan ini misalnya
> adalah adanya lubang pada standardisasi sekuriti pada wireless lan
> IEEE802.11).
>
> Jika kemudian hasil tes ini dijadikan bahan untuk penentuan training
> karyawan serta penelusuran minatnya, apakah ini bukan berarti bahwa bagian
> pengembangan sdm kurang berfungsi dengan baik? Lalu, diapain aja data-data
> karyawan sewaktu calon karyawan tersebut pertama kali masuk ke dalam
> Telkom? Saya pikir, karena mereka sudah semestinya familiar dengan yg
> namanya training need analysis, gap seperti ini tidak seharusnya terjadi.
> Atau, barangkali, ini merupakan salah satu bagian dari TNA tersebut?
>
> Berikut argumentasi saya (yang saya tulis pada awal minggu ini) mengenai
> mengapa tes seleksi sdm infokom ini tidak dipersiapkan secara matang dan
> serius oleh perusahaan. Beberapa point penting yang hilang dari kesiapan
> tes ini adalah INFORMASI yang masih sangat KURANG dan tidak TRANSPARAN,
> guidance yang tidak cukup bagi karyawan untuk mengadakan persiapan
(masalah
> tidak adanya informasi ttg REFERENSI yang sebenarnya sangat dibutuhkan
> --dan harus dimiliki-- oleh tiap karyawan sebagai acuan), serta kesan
> disudutkannya karyawan pada suatu kompetisi antar karyawan yang TIDAK FAIR
> dan masih TIDAK JELAS ATURAN MAINNYA SEPERTI APA, sehingga bisa merugikan
> karyawan (maupun perusahaan). Oleh karena itulah, saya berpendapat bahwa
> pelaksanaan tes yang terburu-buru ini akan membawa hasil yang sifatnya
> sangat bias dan jauh dari harapan yang kita inginkan semua.
>
> Segitu aja dulu,
> -irwan-
>
> ++++++++++++++++++++++
>
> Tes seleksi infokom -- Dagelan atau serius?
>
> Saat ini, sedang santer masalah tes SDM Infokom, yang kelihatannya kok
> nggak jelas (dari sudut pandang karyawan awam seperti saya) maunya itu
apa.
> Entah apakah tes ini serius ataukah tidak, terlihat bahwa INFORMASI yang
> diberikan kepada karyawan (calon peserta) sangatlah KURANG dan TIDAK
> REPRESENTATIF. Sebenarnya, hal ini tidaklah menjadi masalah potensial
> apabila informasi yang diberikan sehubungan dengan proses penyelenggaraan
> tes ini sudah bersifat cukup akomodatif; tetapi, saya pikir-pikir, kok
> informasi yang diberikan thd karyawan masih sangat minim. Untuk itu, saya
> coba untuk memberikan uraian singkat berikut ini mengenai hal-hal yang
> (menurut saya) membuat penyelenggaraan tes ini dilakukan dengan persiapan
> yang tidak matang, kurang serius, dan terkesan terburu-buru.
>
> Sebagai contoh adalah materi tes akademik untuk kategori Teknik Teknik,
> yang (ceritanya) dibagi dua klasifikasi besar, yaitu 1) Teknologi
Informasi
> dan 2) teknologi Telekomunikasi.
>
> Kalo saya lihat dari isi tes akademik teknik tersebut, saya kok melihat
> adanya kerancuan pihak SDM (atau siapapun yang sudah mendefiniskan hal
ini)
> dalam menginterpretasikan pengertian teknologi informasi (IT) dan
teknologi
> telekomunikasi yang mereka berikan. Tidak jelas apa referensi yang
> digunakan dalam menginterpretasikan pengertian teknologi informasi ini
> (selain mungkin referensi yang diambil dari CSS Corporate). Di samping ada
> juga sebenarnya materi2 yang menurut saya cocok untuk dijadikan bahan tes
> akademik, tetapi ternyata tidak tercantum di dalam daftar. Tambahan lagi,
> panduan materi yang telah diberikan oleh pihak SDM pun masih bersifat
> SANGAT GLOBAL, dan tidak memberikan kejelasan hingga sedalam apa materi
> yang hendak diujikan tersebut.
>
> Mungkin perlu juga untuk diketahui bahwa satu judul materi ujian infokom
> yang diberitahukan SDM tersebut bisa tercover oleh lebih dari satu judul
> buku text book. Sebagai contoh, untuk materi internetworking TCP/IP, kita
> bisa buka seri buku dari Douglas E. Comer (TCP/IP) Volume I, Volume II,
dan
> Volume III, atau buku teks yang dibuat oleh William Stallings (ada
beberapa
> judul juga), atau buku yang dikarang oleh Andrew Tanenbaum. Untuk IT
> Security, kita bisa buka buku-buku karangan Bruce Schneier (Applied
> Security), William Stallings (Network and Internetwor Security), dan
> lain-lain. Untuk materi-materi Data Network, kita bisa ambil buku-buku
> karangan William Stallings (Data and Computer Communications, Local &
> Metropolitan Area Networks), Bertsekas dan Gallager (Data Networks).
> Sedangkan untuk network manajemen bisa kita ambil buku Stallings yang
> berjudul SNMP, SNMPv2 & RMON. Kalo boleh saya sebutkan juga bahwa jumlah
> halaman masing-masing buku tersebut rata-rata adalah 500 halaman (!);
> sehingga jelas bahwa dari muatan materi yang diedarkan oleh pihak SDM
> tersebut, tes infokom ini tidak bersifat main-main. Tetapi, panduan yang
> diberikan kepada karyawan sangatlah jauh dari kategori cukup (atau bahkan
> memuaskan).
>
> ND maupun edaran dari pihak SDM menyarankan kita untuk mempersiapkan diri
> dalam menghadapi tes akademik tersebut, tetapi sungguh sangat disayangkan
> kok tidak mencantumkan bahan-bahan REFERENSI yang bisa kita jadikan ACUAN
> dalam persiapan tes. Kalo begini caranya (hanya mencantumkan materi dalam
> bentuk garis besar, tanpa detail yang cukup informatif kepada peserta,
> berikut tanpa bahan referensi minimum untuk keperluan persiapan), saya
> yakin hasilnya nggak akan mengena (nggak akan sesuai harapan), karena bisa
> jadi, kita belajar tentang materi A-B-C, ternyata yang keluar adalah
materi
> X-Y-Z. Kondisi ini mirip dengan kondisi sewaktu kita mempersiapkan diri
> dalam menghadapi ujian negara. Materi ujian negara memang jelas, tetapi
> seringkali bahan referensi yang dijadikan bahan persiapan para mahasiswa
> berbeda dengan bahan yang diujikan; akibatnya jelas, banyak nilai yang
> jeblok! Beberapa pencilan nilai bagus adalah sangat jarang, dan lebih
> sering terjadi karena faktor keberuntungan semata.
>
> Lalu, ada juga masalah lain. Seperti yang telah kita maklumi bersama, saat
> ini penempatan SDM telkom sangatlah kacau: banyak temen2 dengan latar
> belakang teknik ditempatkan di meja non-teknik, dan sebaliknya sehingga
> berakibat ruginya waktu dan tenaga yang sebenernya bisa dimanfaatkan
secara
> maksimal. Kerugian ini datang dari kompromi yang harus kita lakukan untuk
> menyesuaikan diri kita dengan lingkungan yang sebenarnya tidak sesuai
> dengan background pendidikan (atau bahkan dengan peminatan dan kemampuan)
> kita. Dari segi waktu dan resource yang digunakan untuk penyesuaian ini,
> hal tersebut jelas-jelas merupakan pemborosan!
>
> Jika kemudian datang program indentifikasi sdm infokom ini, saya pikir
akan
> ada beberapa teman yang cukup dipusingkan dengan kondisi pekerjaannya saat
> ini: bagi mereka2 yang saat ini bekerja di bidang non-teknik tetapi
> sebenernya memiliki latar belakang teknik, tes akademik apakah yang harus
> diambil? Begitu juga sebaliknya untuk mereka yang memiliki latar belakang
> non-teknik. Hal ini memang sudah diantisipasi oleh pihak SDM dengan
> mengeluarkan form untuk peserta-peserta yang hendak 'lintas batas' tes
> akademik. Dari sini, terlihat kebingungan kita semua dalam masalah sumber
> daya manusia ini. Akibatnya, ini mirip dengan bom waktu yang dibuat oleh
> kita sendiri, dan (dengan sangat disayangkan) harus kita terima buahnya
> (yang pahit) saat ini.
>
> Hal lain yang masih kurang jelas adalah follow up dari tes sdm infokom
ini:
> apakah ini satu-satunya tes yang akan menentukan nasib pegawai, ataukah
> akan ada tes lanjutan lain yang serupa dan hasilnya akan secara akumulatif
> dikombinasikan dengan tes pertama ini untuk dipergunakan dalam proses
> seleksi sdm infokom? Jika test ini merupakan satu-satunya, tentunya
> persiapan yang harus dilakukan pun harus benar-benar MAKSIMAL; padahal,
> sangat kontras dengan hal ini, guidance dari SDM sangatlah MINIMAL.
>
> Kesan saya, pihak SDM kurang bersifat TRANSPARAN dan FAIR dalam proses
> seleksi sdm infokom ini. Jika memang karyawan hendak berkompetisi satu
sama
> lain dalam seleksi tes sdm infokom ini, seleksi yang dilakukan harus
> bersifat fair dan menggunakan level kompetisi yang berimbang antara tiap
> pegawai. Padahal, kenyataan menunjukkan bahwa level dan background
> tiap-tiap karyawan ini sangatlah beragam. Untuk menciptakan kompetisi
antar
> karyawan yang fair, tentu harus diberikan pula 'aturan main' yang jelas:
> standardisasi, level permainan, serta aturan-aturan mainnya. Saat ini,
> sepertinya, aturan main ini yang tidak memiliki kejelasan (masih belum
> rampung dibuat kebijakannya ?), sehingga bisa mengakibatkan kerugian yang
> cukup fundamental bagi karyawan. Karyawan tentunya memiliki hak untuk
> diperlakukan secara fair sesuai dengan kemampuan, kemauan, serta minat
> mereka masing-masing.
>
> Saya kira masih banyak yg harus diklarifikasi dari proses seleksi
> identifikasi SDM infocom ini. Terlihat bahwa pihak SDM terlalu
terburu-buru
> untuk mengadakan tes ini, tanpa memikirkan pengaruhnya terhadap karyawan
> secara umum. Apabila tes ini memang hendak dilakukan dengan SERIUS, ada
> baiknya apabila guidance yang diberikan kepada karyawan tidak bersifat
> setengah-setengah, dan sedapat mungkin bersifat TRANSPARAN; tidak seperti
> sekarang, panduan yang diberikan malah semakin membuat ketidakjelasan
> tentang persiapan yang harus dilakukan. Materi pembicaraan antara sesama
> karyawan dalam beberapa hari belakangan ini pun tidak jauh-jauh dari issue
> tentang seleksi ini. Bahkan, tidak jarang pula, konsentrasi kerja
> teman-teman pun menjadi terpecah lantaran sibuknya mencari materi-materi
> pembelajaran (dan juga bocoran-bocoran soal, entah soal tersebut valid
atau
> tidak) untuk menghadapi tes seleksi sdm infokom ini. Suatu hal yang
sungguh
> sangat disayangkan yang sebenarnya bisa dihindari apabila visi, misi,
> panduan, maupun tahapan tes seleksi sdm infokom ini bisa diberikan secara
> TERBUKA, TRANSPARAN, dan dipersiapkan secara MATANG oleh pihak
> penyelenggara tes (baca: pihak SDM, pembuat soal, penseleksi, dan
> perusahaan).
>
> Terima kasih,
> -Irwan .G.-
>
>
> Bambang Irawan writes:
>
> > Info dari milis BDG ;)
> >
> > "Bambang Irawan" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Kami teruskan semoga bermanfaat.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Sutarman
> > Sent: Tuesday, August 07, 2001 10:28 AM
> > Subject: Identifikasi SDM InfoCom
> >
> > Pagi ini saya telah koord dg Corporate tentang identifikasi SDM InfoCom
sbb
> > :
> >
> > 1. Identifikasi sifatnya bukan seleksi. Oleh karena itu tidak ada yang
> > disebut gugur ataupun lulus yang ada seseorang itu nanti dalam InfoCom
> > cocok dimana.
> >
> > 2. Identifikasi dilaksanakan dalam satu paket identifikasi baik dilihat
> > menurut Basic,menurut minat dan bakatnya sehingga produktivitasnya
optimal
> > karena sekarang ini the right man onthe rigt job.
> >
> > 3. Hasil Identifikasi ini akan melahirkan suatu paket Training yang
> > disesuaikan dengan butir dua diatas.
> >
> > 4. Dari Training akan diperoleh sekumpulan pegawai yang disebut kotak
> > retention sekumpulan pegawai yang harus dipelihara dan didentifikasi sbg
> > pegawai yang di"retent".
> >
> > 5. Dari kotak ini sesuai dengan isinya (individual) program2 lebih
lanjut
> > dari strategi Perusahaan.
> >
> > Jadi untuk saudara kita yang saat ini bekerja tidak sesuai dengan basic
nya
> > tidak usah kawatir
> > karena identifikasi ini hanya potret untuk mendapatkan gambaran dari
maping
> > yang telah dibuat dengan kondisi yang ada/ kenyataan, bukan penentuan
> > ranking lulus atau tidak lulus tetapi pegawai secara keseluruhan sudah
> > teridentifikasi sehingga mudah untuk program2 pusat yang
> > telah dan akan disusun.
> >
> > Demikian informasi sebagai bahan penjelasan bagi yang menanyakan atau
minta
> > penjelasan.
> > Tks.
