Title: Introspeksi bersama untuk tujuh belasan kemarin dan rencana yang akan datang...

Assalamualaikum wr.wb.

Sedih juga saya mendengar peringatan tujuh belas Agustusan lalu yang seharusnya menjadi media untuk mempererat silaturahim tetapi malah ada dampak membuka friksi lama yang kita semua bersusah payah menutupnya.

Mungkin kita semua harus berinstrospeksi diri - semua tanpa kecuali - dan beristigfar.  Hal ini penting karena yang mesti benar hanya Allah dan RasulNya, sedangkan kita semua tentu  bisa salah.   Saya sendiri ikut merasa bersalah karena mendanai kegiatan yang ternyata belakangan dipandang oleh sebagian kita sebagai kurang islami - saya beristigfar untuk ini.

Sebenarnya Agustusan tahun ini kita mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga dari Ustads kita Dr. Muslich Abdul Karim tentang sikap kita yang seharusnya dalam menghadapi perayaan-perayaan tujuh belasan dlsb.  Dengan ilmunya yang tinggi tentu beliau sangat memahami ini sehingga apa yang disampaikan patut kita implementasikan secara maksimal. 

Menurut saya pribadi  content dari nasihat yang disampaikan oleh beliau tentu benar, yang agak kurang pas mungkin konteks dan waktunya dimana kita menerima nasihat tersebut .  Dalam hal konteks misalnya, menurut saya kok kurang tepat menganggap orang-orang yang memperingati/hadir dalam peringatan 17 agustusan seperti yang kita alami kemarin termasuk dalam kategori "...menentang Allah dan RasulNya..." berdasarkan  Surat Al Hasyr ayat 4.  Hal ini terasa terlalu keras mengingat ayat tersebut dan ayat-ayat sebelumnya membahas mengenai pengusiran yahudi kali yang pertama.  Dalam hal waktu tentu sulit bagi kita merubah segala sesuatunya mengingat ketika nasihat tersebut disampaikan segala persiapan 17 Agustusan sudah matang bahkan sebagian anak-anak kita sudah berdatangan ke lokasi.  Kalau nasihat yang sama disampaikan sebulan sebelumnya misalnya, tentu banyak yang bisa kita perbuat.

Bagaimanapun nasihat tersebut baik dan bisa jadi bekal kita untuk mempersiapkan Agustusan yang islami setahun yang akan datang, insyaallah.

Sebenarnya kita bersama Ustads Ihsan Tanjung pernah membahas masalah musik/kesenian sekitar dua tahun lalu berdasarkan bukunya Dr. Yusuf Qardhawi.  Pembahasan masalah ini relevan dengan Agustusan kita karena yang paling sering jadi permasalahan adalah di area ini selain acara hura-hura yang lain.

Bagi yang dahulu tidak hadir pada saat Pak Ihsan membahas masalah tersebut, berikut saya ringkaskan inti dari fatwa  Dr. Yusuf Qardhawi  mengenai hal ini.

    ·       Masalah nyanyian dengan atau tanpa musik masih menjadi perdebatan fuqaha
    ·       Mereka sepakat mengenai haramnya nyanyian yang mengandung kekejian, kefasikan dan kemaksiatan
    ·       Mereka berbeda pendapat selain itu
    ·       Dari berbagai pendapat tersebut " saya (dalam hal ini Dr. Yusuf Qardhawi) cenderung berpendapat bahwa nyanyian adalah halal karena awal segala sesuatu adalah halal selain tidak ada nash sahih yang mengharamkannya.  Kalau ada dalil yang mengharamkan nyanyian ada kalanya dalil itu sharih (jelas) tetapi tidak sahih atau sahih tetapi tidak sharih".

    ·       Barang siapa mendengarkan nyanyian dengan niat mendengarkannya untuk berbuat maksiat kepada Allah berarti ia fasik, demikian pula terhadap selain nyanyian.  Dan barang siapa mendengrakannya dengan niat untuk menghibur hatinya agar bergairah dalam menaati Allah Azza Wajalla dan menjadikan dirinya rajin melakukan kebaikan, maka dia adalah orang yang taat dan baik, dan perbuatannya itu termasuk kategori kebenaran. Dan barangsiapa yang tidak berniat untuk taat juga tidak berniat untuk maksiat, maka mendengrakan nyanyian itu termasuk laghwu (perbuatan yang tidak berfaedah) yang dimaafkan - ini sama dengan orang yang pergi ke taman sekedar rekreasi.

Di akhir fatwanya Dr. Yusuf Qardhawi menganjurkan tiga hal yang harus dijaga :

    ·       Tema atau nyanyian harus sesuai dengan ajaran Islam
    ·       Penampilan penyanyi harus dipertimbangkan
    ·       Tidak berlebih-lebihan yang menyebabkan adanya hak yang dilanggar.

Yang tertarik baca lebih detil mengenai fatwa tersebut dapat dibaca/dibeli di show room-nya Pak Umar dengan judul Buku "Fatwa-fatwa Kontemporer - Dr. Yusuf Qardhawi" jilid I. (Bukunya sampai saat ini ada dua jilid).

Nah maksud saya menulis ini adalah supaya tidak ada lagi silaturahim yang dikorbankan kedepan,  sudah seharusnya kita sadar bahwa tidak semua saudara kita bisa kita temui di masjid.  Sebagian mungkin ketemu di tempat olah raga, sebagian ketemu di acara-acara Agustusan semacam ini.

Tantangan setahun yang akan datang adalah bagaimana kita bisa mengadakan Agustusan yang islami, yang mengeratkan silaturahim dan menebarkan rahmatan lil-alamin ke lingkungan kita.  Karena kalau tidak salah giliran RT 3 tahun yang akan datang maka tantangan buat Pak Azwin, Pak Tommy, pak Ernawan dll. Yang di RT 3 untuk mulai memikirkan hal ini - sehingga kita tidak telat lagi mikirnya.

Sekali lagi kita semua bisa salah, termasuk tulisan ini ...jadi mudah-mudahan tulisan ini tidak menambah friksi baru.

Wallahualam bissawab..

****** Message from InterScan E-Mail VirusWall NT ******

** No virus found in attached file noname.htm

This Message is certified VIRUS FREE !!!!!
*****************     End of message     ***************

Kirim email ke