/   |  _     \ |        | |
                    _o_\_,_;_(_  ,o _\;__,_,_,_; :
                   (    ..      (

Sentimen Anti-Islam Menguat Pasca "Kiamat Kecil" di AS 
13 Sep 01 12:56 WIB (Astaga.com)
SERANGAN teroris secara serentak yang menciptakan sebuah "kiamat kecil" di
Amerika Serikat, yang menjadikan tokoh-tokoh muslim sebagai sumber utama
kecurigaan, mulai menyulut kebencian terhadap umat Islam dan
simbol-simbolnya. Negeri-negeri barat mulai mencari kambing hitam. 
Dari Australia, Wakil Presiden Dewan Islam Australia Barat Ismail
Fredericks, Kamis (13/9), mengungkapkan, kotoran manusia dicecerkan ke dalam
pagar, di tangga dan pegangan tangga mesjid di Mirrabooka, di utara kota
Perth. 
"Ada dua wanita di situ, dan saya katakan bahwa saya orang Australia tapi
mereka malah melecehkan saya, dan mengatakan mereka akan membakar mesjid
sampai hancur luluh," kata pemuka Islam di Perth itu. 
Insiden terjadi hari Rabu hanya beberapa jam setelah dewan Islam kota di
Australia Barat menyerukan supaya masyarakat tetap tenang setelah tindakan
terorisme di New York dan Washington, Selasa. 
Komentar Jorok 
Di Amerika Serikat sendiri, setelah serangan maut ke New York dan Wasington
itu, komunitas Muslim Amerika mengalami serangan melalui ancaman e-mail,
pelecehan verbal dan insiden penganiayaan fisik. 
Kejadian-kejadian ini telah dilaporkan ke organisasi Islam di Washington DC,
seperti diwartakan American Muslim Council (AMC/Dewan Muslim Amerika) lewat
satu situsnya, Selasa (12/9). 
Aksi kekerasan ini mengingatkan mereka pada penyerangan terhadap Gedung
Federal Murray pada 1995 di mana masyarakat Muslim dan keturunan Arab
mengalami aksi balas dendam melalui pelecehan, ancaman dan aksi kekerasan
fisik. 
Sebegitu jauh, All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center di Herndon,
Virginia, pinggiran Washington DC dan Islamic Center di San Francisco,
California mengalami tindakan vandalisme dari pihak-pihak tertentu. Di kota
tua Alexandria, Virginia, satu toko buku Islam dirusak. Penyerang melempar
beberapa batu yang dibungkus dengan kertas diikat karet. 
Batu-batu disambitkan lewat jendela dan memecahkan kaca-kaca bersamaan
dengan tulisan-tulisan yang menyatakan ancaman dan komentar jorok. Sementara
seorang supir taksi Muslim di Manassas, Virginia, dikejar dan diserang
dengan botol sewaktu dia mencoba menjemput anak gadisnya dari sekolah. 
AMC mendesak semua pejabat kota di Virginia untuk mengawasi adanya serangan
terhadap masyarakat Muslim dan pusat-pusat Islam dengan meningkatkan patroli
polisi di sekitar mereka. 
Selain itu kepada kelompok Muslim dan pusat-pusat Islam diminta untuk
meningkatkan pengamanan swakarsa ataupun melaporkan insiden kekerasan kepada
polisi. Radio BBC melaporkan di Inggris terjadi sejumlah penyerangan
terhadap perempuan Muslimah berjilbab. 
Mengancam Jiwa 
Ancaman itu bahkan sudah mengancam jiwa. Anggota Dewan Muslim AS Muhammad
Syamsi Ali kepada Antara di New York, mengungkapkan, sejumlah sahabatnya di
wilayah Astoria, Queen, seorang wanita keturunan Arab ditabrak dengan
sengaja dari belakang oleh sebuah mobil ketika wanita itu sedang berjalan
kaki. 
Sementara di wilayah Brooklyn, masih di kota New York, tiga anak perempuan
yang baru keluar dari Masjid dipukuli oleh sekelompok anak muda dan jilbab
yang mereka kenakan ditarik hingga lepas. 
Syamsi juga menyatakan, di wilayah Harlem di wilayah Utara Manhattan,
seorang wanita berpakaian Muslimat, Selasa, ditusuk pada salah satu bagian
tubuhnya. Wanita itu dilaporkan langsung dilarikan ke rumah sakit. "Menurut
informasi yang saya terima, pelakunya adalah sekelompok anak muda dan
serangan itu dilakukan secara tiba-tiba," kata Syamsi. 
Kekhawatiran akan menguatnya sentimen anti-Islam, terutama oleh pemerintah
AS sendiri, pagi-pagi sudah diingatkan oleh Presiden Kuba Fidel Castro. Saat
berbicara pada peresmian sebuah gedung sekolah di Havana, beberapa jam
setelah tragedi di New York dan Washington, Castro mengatakan kejadian itu
telah membawa dunia kepada ketidakpastian dan mendesak AS menahan diri. 
"Adalah sangat penting untuk mengetahui bagaimana pemerintah AS akan
bereaksi. Ada kemungkinan munculnya hari-hari berbahaya di masa depan bagi
seluruh dunia," dia mengingatkan. 
Nasehat Castro 
Musuh abadi AS itu melanjutkan, "Jika pada satu peristiwa diizinkan untuk
memberi saran kepada musuh, maka kami akan mendesak para pemimpin negara
berkuasa itu untuk tenang, bertindak dengan kecermatan, dan tidak terseret
dengan momen-momen kemarahan ataupun kebencian...kepada keinginan memburu
orang-orang, melempar bom di seluruh tempat!" 
Untunglah bahwa sejumlah pejabat AS sendiri menyadari bahayanya sentimen itu
mekain mencuat. Walikota New York, Rudolf W Giulliani, misalnya, telah
menegaskan tidak adanya kaitan dengan kelompok agama maupun kelompok etnis
manapun. "Kejadian ini tidak berkait dengan dengan latar belakang agama
ataupun etnis," katanya menegaskan. Bahkan Menlu AS Colin L Powell juga
telah mengatakan hal serupa. Menurut Powell, Islam tidak bisa dikaitkan
dengan insiden tersebut. 
Dewan Muslim AS juga telah mengeluarkan pernyataan serupa. Organisasi yang
berpusat di kota Washington DC itu bahkan mengutuk keras tindakan terorisme
tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan.

Masjid Tetap Dijaga 
Meski begitu, kekhawatiran itu tetap saja mencuat, mengingat sejumlah
pejabat tinggi AS lainnya tak berhenti menyebut keterlibatan Osama bin Laden
yang dilindungi penguasa Islam keras Taliban di Afghanistan. 
Seorang anggota kongres AS yang terbang bersama Presiden George W Bush
dengan pesawat Air Force One, Selasa lalu, mengaku telah diceritakan bahwa
Gedung Putih "meyakini 95 persen" Osama di balik serangan-serangan itu. 
"Mereka merasa 95 persen yakin itu dilakukan oleh bin Laden," kata Dan
Miller dari Partai Republik Florida, seperti dikutip Reuters yang
mewawancarainya Rabu malam. 
Mesjid Al-Hikmah milik masyarakat Indonesia di kota New York, dilaporkan
terus dijaga petugas keamanan dari Departemen Kepolisian New York (NYPD),
guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Penjagaan itu
dilakukan sejak hari pertama terjadinya tragedi. 
Pengamanan serupa juga dilakukan terhadap sekitar 150 mesjid yang tersebar
di seluruh negara bagian New York, seperti dilaporkan Wartawan Antara dari
New York, AS, Rabu (12/9) malam. Tindakan pengamanan juga dilakukan oleh
NYPD terhadap sekolah-sekolah Muslim dan Pusat Islam atau "Islamic Centre"
di kota New York. 
"Sebenarnya kami tidak meminta, tapi pihak NYPD mengundang kami untuk
berbicara dan menawarkan fasiltias keamanan itu," kata Wakil Ketua Pengurus
Mesjid Al-Hikmah yang juga anggota Dewan Muslim AS, Syamsi Ali. 
Namun para tokoh Muslim di New York, termasuk tokoh Muslim Indonesia,
meminta pihak NYPD tidak melakukan pengamanan yang mencolok karena
dikhawatirkan justru akan menimbulkan sentimen beberapa pihak terhadap
fasilitas Mesjid. (berbagai sumber/*)

PRIVILEGED AND CONFIDENTIAL
This e-mail message is intended only for the use of the individual or entity
to which it is addressed and may contain information that is privileged,
confidential and exempt from disclosure. 
If you are not the intended recipient, please do not disseminate,
distribute, or copy this communication, by e-mail or otherwise, or take any
action in reliance on it.
Instead, please notify us immediately by return e-mail (including the
original message in your reply) to [EMAIL PROTECTED], and then delete
and discard all copies of the e-mail.



Silakan kunjungi website 'moderator' :-)
di http://abuharits.cjb.net

Kirim email ke