/   |  _     \ |        | |
                    _o_\_,_;_(_  ,o _\;__,_,_,_; :
                   (    ..      (

 

-----Original Message-----
From: Berny
To: 'Yoedho Mardikoesno'; Toto Dewanto; Thohir HUSEIN; [EMAIL PROTECTED];
'Suharyanto'; Suardi Panai; Siswati Maruto; Siswanto; Mochamad Sutjahjo;
masterman; [EMAIL PROTECTED]; 'Leo Armansya'; Langky; Kiki Muzakir;
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Harsono Pranoto - VP
Project; Ishak Thayeb
Sent: 9/10/01 12:52 PM
Subject: 17 x Sehari

Apabila kita termasuk orang yang ta'at untuk beribadah, dalam 1 hari
minimal kita membaca surat Al-Fatihah sebanyak 17 x dalam setiap raka'at
Shalat. 
Pada setiap Raka'at kita membacanya dengan khusuk dan penuh penyerahan
diri.
Tapi sayang banyak orang yang tidak mengetahui atau pura-pura tidak
mengetahui arti dan makna dari ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah
tersebut.
Banyak dari kita yang menganggap bahwa Surat Al-fatihah adalah perintah
Alloh untuk dibaca, dan kalau sudah dibaca akan mendapat pahala untuk di
akhirat nanti, padahal mereka sendiri tidak mengetahui arti dan makna
daripada surat tersebut.
 
Surat Al-fatihah disebut sebagai Umul Qur'an; 
Banyak orang mengartikan sebagai surat awal, surat pembuka, surat inti
dalam Qur'an. dlsb.
Secara garis besar arti seperti di atas ada benarnya, tetapi apakah kita
tahu makna dari arti tersebut ?
Mari kita bahas arti dan makna dari Surat Al-Fatihah:
 
1. ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIIN: Segala Puji bagi Alloh Tuhan Sekalian
makhluk beserta ciptaan-Nya.
Ayat ini mengajak kita untuk menyadari bahwa segala apa yang ada di
jagad raya ini adalah hasil ciptaan dan kreasi Alloh untuk menjalankan
skenario yang telah Alloh buat, sehingga manusia harus tunduk patuh dan
sadar fungsi dirinya adalah sebagai makhluk (ciptaan) agar beraktifitas
sesuai dengan hukum dan aturan yang dicipta-Nya.
 
2. ARROHMANI RROHIIM; Yang maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Disini ada dua makna yang terkandung: yaitu Pengasih, dan Penyayang.
Pengasih adalah sifat Alloh yang bermakna umum; artinya semua makhluk
dapat merasakan faedah dan manfaat dari benda-benda alam ini; baik dia
orang Islam, Kristen, Budha, Hindu, atau Orang Islam yang kafir dan yang
menjalankan Islam sepotong-sepotong.
Oleh karena itu tidak usah heran kalau ada orang Islam yang kafir atau
agama lain bisa mendapatkan harta yang banyak dan berbagai penghormatan
dari kaumnya, itu karena Alloh maha pengasih. 
Sedangkan Penyayang: adalah sifat Alloh yang bermakna Khusus; artinya
Alloh hanya menyayang manusia yakni Mu'min yang tunduk patuh
melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan diberikannya jalan dan cara
untuk mengabdi pada-Nya di dunia ini. Maka hanya manusia yang mau tunduk
patuh terhadap perintah-Nya lah yang di ridhoi aktifitasnya.
Dengan kasih sayang-Nya maka Umat Mu'min dapat mengkonkritkan Din Alloh
di muka bumi.
Dengan kasih sayang-Nya maka Umat Mu'min dapat menjalankan fungsi
dirinya sebagai pengabdi (abid) untuk memenangkan Din Alloh dan
memberlakukan perintah-perintahnya dengan seluas-luasnya di muka bumi.
 
3. MALIKI YAUMI DDIIN; Yang menguasai hari pembalasan.
Banyak orang yang mengartikan bahwa Yaumiddin adalah hari
kehancuran/pembalasan, yaitu yang terjadi pada akhir jaman dimana
manusia dan alam semesta diluluh-lantakkan. 
Padahal dari segi struktur bahasa maupun maknanya ayat ini sudah jauh
disalah artikan.
MALIK: Raja/Penguasa
YAUM: Hari/Saat, 
DIN: Din Alloh (Islam); 
Jadi secara bahasa artinya adalah hari dimana tegaknya Din Alloh dimuka
bumi.
Maka ayat ini artinya adalah: Yang menguasai/memenangkan hari tegaknya
Din Alloh.
Kalau ada orang yang mengartikan Yaummiddin adalah hari kehancuran, maka
kehancuran itu adalah bagi orang kafir termasuk dirinya sendiri.
Sedangkan bagi orang Mu'min maknanya adalah hari kemenangan. 
 
4. IYYAKA NA'BUDU WA IYYAKA NASTA'IYN; Hanya kepada engkaulah kami
menyembah dan hanya kepada engkaulah kami meminta pertolongan.
Pada ayat ini manusia digiring Alloh untuk menyadari fungsi dirinya
bahwa sebagai makhluk/ciptaan hanya memiliki satu sesembahan dan satu
tempat meminta pertolongan yaitu Alloh sebagai penciptanya.
manusia kadang merasa Arogan dan sombong untuk mengakui bahwa dirinya
adalah pengabdi, budak, penyembah, pelayan untuk Alloh. Tidak ada satu
daya upaya manusia sebagai ciptaan untuk melakukan pertolongan atau
untuk disembah. Kesemuanya itu adalah hasil kerja Alloh.
Oleh karena itu pada setiap Mu'min misalnya ia mendapatkan rizki
walaupun dari direktur/atasannya yang diucapkan pertama kali adalah
Alhamdulillah. Semua rizki yang diterima manusia baik rizki jasmani
maupun rokhani adalah dari Alloh, dan juga tidak ada satu benda
material/non material-pun yang dapat menyaingi fungsi Alloh sebagai
Ma'bud (sesembahan) 
Sehingga manusia sadar bahwa ia tidak dapat mengambil jatah Alloh untuk
dianggap sebagai sesembahan maupun pemberi pertolongan.  
Tetapi manusia adalah makhluk yang paling sombong, bodoh serta zalim.
Sudah tahu dirinya adalah 
Makhluk ciptaan, malahan merasa sebagai pencipta dan mengambil
sesembahan lain selain Alloh.
 
5. IHDINASSIROTHOLMUSTAKIYM; Tunjukilah kami jalan yang lurus
Sebagian besar manusia menganggap bahwa Sirothol Mustakim adalah
jalan/jembatan yang lebih kecil dari rambut dibelah tujuh yang
membentang melintasi jurang Neraka untuk menuju Surga.
Paham seperti ini banyak kita dengar dari para ulama dan da'i kondang,
bahkan sering kita dengar di televisi.
Paham ini adalah rekayasa yahudi untuk memperbodoh umat Islam sehingga
umat Islam hanya memiliki wawasan yang sempit dan bodoh.
Padahal menurut Alloh Sirothol Mustakim adalah pola berkehidupan yang
menjadikan Alloh melalui peraturan-peraturannya, dan tunduk patuh pada
"marka-marka" yang dibuat Alloh agar manusia selamat dari siksanya,
seperti: tidak menjadikan hal-hal yang bersifat materil (QS:9/24, 3/14,
60/12) untuk dijadikan tujuan hidup manusia, tetapi hanya dijadikan
sebagai sarana untuk beribadah kepada Alloh. Sehingga manusia dalam
beribadah ditujukan untuk mengkonkritkan Din Alloh di muka bumi ini.
Memang jalan atau pola yang seperti ini amat sulit dijalani. Kita tidak
boleh korupsi, tidak boleh berbohong, tidak boleh mencuri, berzina,
menggugurkan kandungan, dan tidak boleh mementingkan nafsu dunia
(Hayatiddunya).  
Maka ayat ini adalah permohonan manusia untuk diberikan
jalan/pola/contoh dari Alloh untuk beribadah.
 
6. SIROTHOLLAZIYNA AN'AMTA ALAIYHIM; Yaitu jalan orang-orang yang telah
engkau beri nikmat.
Jalan yang dibahas pada ayat ke 5 tadi adalah jalan yang diberikan Alloh
kepada orang-orang sebelum kita yaitu Nabi dan para sahabat didalam
aktifitasnya mengkonkritkan Din Alloh di muka bumi. Dan mereka adalah
orang-orang yang senantiasa diberi Ni'mat Qolbu maupun fisik karena
tunduk patuh akan aturan-aturan yang telah Alloh gariskan.
Oleh karena itu adalah sangat lucu dan konyol apabila ada orang yang
rajin Sholat tapi tidak mau mengikuti jalan-jalan yang telah dicontohkan
oleh para Nabi dan sahabat. 
Nabi berdakwah dan memperingati serta membahas ayat Alloh, tetapi kita
sekarang ini tidak mau seperti itu. 
Nabi dalam hidupnya tidak hanya memberlakukan ayat-ayat Alloh pada diri
dan keluarganya saja, tidak hanya memuji Alloh dalam ucapan saja,
orang-orang yang kafir pun beliau peringati.
Bahkan Khalid bin Walid seorang panglima perang Quraisy yang dulunya
memusuhi dan hendak membunuhnya, tanpa rasa takut dibilang pengacau dan
pembuat keruh suasana Nabi Muhammad tetap memperingatinya.
Tetapi kita sekarang ini tidak mau mengikuti langkah Nabi itu.
Dilain sisi banyak dari kita yang memuji-muji nabi sampai mulut berbusa,
tetapi tidak mau mengikuti derap langkahnya. Bukankah pujian itu
merupakan sebuah penghinaan ?!
Ketika Shalat minta ditunjuki, tetapi ketika Alloh tunjuki tidak mau.
Pantas menurut Alloh manusia bisa lebih rendah daripada binatang.
 
7. GHOIRIL MAGHDUBI ALAIYHIM WALADDHOLIIN; Bukan jalan mereka yang
engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang engkau sesati.
Petunjuk yang diminta oleh manusia dalam ayat 7 ini adalah bukan jalan
orang-orang yang dimurkai, bukan jalan orang yang mengambil fungsi Alloh
sebagai Ma'bud/pencipta.
Dan bukan pula jalan orang-orang yang Alloh sesati.
Mengapa Alloh menyesati manusia ? Bukankah Alloh yang menciptakan
manusia ? Kalau demikian, manusia tidak salah dong kalau berbuat jahat
?! 
Orang-orang yang Alloh sesati adalah orang-orang yang telah diperingati
dan menantang Alloh dan menghina-Nya, sehingga di dalam hatinya Alloh
ciptakan PENYAKIT, dan terus ditambahkan kadar penyakitnya itu. Hingga
siapapun yang berbicara tidak akan mengetuk hatinya untuk bertaubat dan
menjunjung Kalimat Alloh. 
Sementara ia merasa dirinya sudah berbuat untuk Alloh. Padahal tidak
satu perbuatanpun yang diridhoi oleh Alloh. Itulah Azab bagi orang-orang
yang mendustai Alloh dan orang-orang yang beriman (QS: 2/10)
 
 
Para ulama menyebut Surat Al-fatihah sebagai surat Pembuka, padahal
mereka tidak tahu makna dari surat pembuka ini.
Dikatakan sebagai Surat Pembuka karena, seluruh isi dari Al-Qur'an
mengacu kepada hukum antara abid (makhluk) yakni manusia dan Ma'bud
(Pencipta) yakni Alloh yang dikumandangkan oleh Surat Al-Fatihah ini.
Oleh karena itu  layaknya sebuah botol minuman, apabila penutupnya tidak
dibuka, maka kita tidak dapat meminumnya. Demikian pula dengan Surat
Al-fatihah, tanpa memahami arti dan makna inti surat Al-Fatihah, maka
kita tidak akan diberi pemahaman tentang isi dan surat selanjutnya oleh
Alloh.
Tanpa memahami makna dari surat Al-fatihah, maka akan sia-sialah kajian
kita mengenai surat-surat berikutnya, dan berarti akan sia-sialah ibadah
kita.
------------------------------------------------------------------------
--------
MAHA BENAR ALLOH DENGAN SEGALA HUKUM YANG DIBUATNYA
------------------------------------------------------------------------
--------

Silakan kunjungi website 'moderator' :-)
di http://abuharits.cjb.net

Kirim email ke