/   |  _     \ |        | |
                    _o_\_,_;_(_  ,o _\;__,_,_,_; :
                   (    ..      (

Another thing for our contemplation.

-----Original Message-----
From: BDI BP Indonesia [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, September 24, 2001 11:34 AM
Subject: KATA-KATA KASAR




>From    : Rudy, Suryawan
Subject : KATA-KATA KASAR

===========================================================
APAKAH ANDA SUDAH BER PUASA SUNNAH PADA BULAN RAJAB INI?
===========================================================

KATA-KATA KASAR

Hampir saja saya bertabrakan dengan seseorang di jalan, "Oh, maaf" kata
saya. Orang itu berkata, "Maafkan saya juga; saya tidak melihat Anda." Kami
berdua, orang itu dan saya, sama-sama bersikap sopan. Kami bahkan
mengucapkan selamat tinggal sebelum berpisah. Namun keadaan menjadi berbeda
ketika berada di rumah, bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita
kasihi, baik yang muda maupun yang tua.


Pada hari yang sama, pada saat saya sedang mempersiapkan makan malam, anak
saya  berdiri di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya
menabraknya. "Minggirlah," saya menggerutu. Anak saya segera meninggalkan
tempat itu sambil bersedih hati. Saya tidak menyadari betapa kasarnya
kata-kata saya tadi.


Ketika saya berbaring di tempat tidur, saya mendengar suara Tuhan dengan
lembut berkata, "Ketika berhadapan dengan orang yang tidak kaukenal, engkau
bersopan santun, tetapi terhadap anak yang kaukasihi, engkau malah
menyakitinya. Pergilah ke dapur dan lihatlah, engkau akan menemukan bunga di
dekat pintu masuk dapur. Bunga-bunga tersebut dipetik khusus untukmu. Anakmu
sendiri yang memilih warnanya: merah muda, kuning, dan biru. Sebenarnya ia
bermaksud untuk memberimu kejutan, tetapi engkau tidak menyadarinya, dan
bahkan tidak melihat bahwa ia hampir menangis." Pada saat itu, saya merasa
begitu rendah, dan hampir meneteskan airmata.  Perlahan-lahan saya menuju ke
kamar anak saya dan berjongkok di dekat tempat tidurnya; "Bangun anakku,
bangunlah," kata saya. "Apakah bunga-bunga ini untuk ibu?" Anak saya
tersenyum sambil berkata, "Saya menemukannya di dekat pepohonan. Saya
memetiknya karena mereka cantik seperti ibu. Saya tahu ibu pasti
menyukainya, terutama yang berwarna biru." Saya berkata, "Maafkan sikap ibu
hari ini, tidak seharusnya ibu berteriak seperti itu." Ia berkata, "Tidak
apa-apa Bu. Saya tetap mencintai ibu." Kata saya, "Ibu mencintaimu juga, dan
ibu menyukai bunga-bunga itu, terutama yang berwarna biru."


Apakah KITA menyadari apabila besok kita meninggal dunia, perusahaan dimana
kita bekerja akan begitu mudahnya menempatkan orang lain pada posisi atau
jabatan kita. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan selalu merasa
kehilangan. Melihat kenyataan ini, jika kita lebih mementingkan pekerjaan
daripada keluarga, merupakan suatu penanaman modal yang kurang bijaksana,
bukan????, Apakah arti di balik cerita ini?,  Apakah KITA mengerti arti kata
KELUARGA?


regards,
Rudy Suryawan
Gas Controller E-2
Ext. 8510/11

Note :
1)Untuk mengirim pesan, artikel, pertanyaan atau tanggapan ke Mailing List 
BDI BP harap dikirim ke alamat [EMAIL PROTECTED] atau mereply surat dari BDI

BP Indonesia
2)Untuk mengikuti Mailing List harap mengisi form Join Mailing List di 
website http://www.bdibp.homestead.com atau mengirim ke [EMAIL PROTECTED]
3)Untuk berhenti mengikuti Mailing List / unsubscribe (Kalau bisa jangan) 
harap mengirim ke [EMAIL PROTECTED]


_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp

Silakan kunjungi website 'moderator' :-)
di http://abuharits.cjb.net

Kirim email ke