Assalamualaikum wr.wb.
Setelah beberapa hari di negeri yang mayoritas penduduknya sedang mencemooh umat Islam, senang juga mendapatkan wawasan demikian dan ini juga sejalan dengan penjelasan ustads kita Ihsan Tanjung minggu lalu di rumah pak Adhyaksa. Hal ini semakin menguatkan bahwa umat Islam memang berbeda dengan umat yang lain.
Ngomong-ngomong di Milis kita ini (dan juga di republika) pernah dimuat mengenai 4000 yahudi yang selamat dari kejadian WTC. Apakah ada di antara Ikhwan ada yang tahu bila ada referense(situs atau lainnya) mengenai berita tersebut dalam bahasa Inggris ? - soalnya setiap kali saya menyebut berita tersebut dengan lawan diskusi saya di sini (Paris dan London) mereka rata-rata terperangah dan tidak pernah mendengar masalah tersebut - setengahnya mereka nddak percaya bahwa ada berita sepenting itu yang tidak pernah di expose di media barat.
Wassalam,
iqbal
-----Original Message-----
From: Aris Permana
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: 10/17/01 3:30 PM
Subject: Menyikapi serangan WTC dan Afganistan: Qardhawi ajak ummat Islam obyektif
/ | _ \ | | |
_o_\_,_;_(_ ,o _\;__,_,_,_; :
( .. (
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
FYI
Qardhawi Ajak Umat Islam Objektif Menyikapi Perkembangan Pasca Tragedi
WTC
Tgl. publikasi: 16/10/2001 10:19 WIB
eramuslim, Qatar - Memperlakukan musuh tidak selalu harus sama dengan
apa
yang mereka lakukan terhadap kita. Dalam Islam, berinteraksi dengan
musuh
terikat dengan syarat-syarat moral. Begitu kurang lebih pernyataan
Dr. Yusuf Qardhawi dalam acara Syariah wal Hayah di televisi Al Jazeera,
. "Apakah bila ada musuh Islam yang memperkosa muslimah, kita juga akan
membalasnya dengan perbuatan yang sama kepada wanita non muslim?" kata
Qardhawi.
Qardhawi lalu menceritakan kisah yang terjadi pada zaman Abu Bakar
Shiddiq
ketika ia menjadi khalifah. Diriwayatkan ada seorang tentara yang
menghadap Abu Bakar dengan membawa kepala salah seorang musuh. Abu Bakar
bertanya, "Apa ini?" Tentara itu menjawab, "Ini kepala salah seorang
musuh," katanya. Abu Bakar marah besar dan mengatakan, "Jangan kau
ulangi
lagi hal ini." Tapi tentara itu berdalih, "Tapi orang orang Persia dan
Romawi melakukan hal ini pada kaum muslimin." Abu Bakar menjawab,
"Apakah
kallian mau mengikuti Persia dan Romawi. Demi Allah, jangan sekali kali
kalian datang kepadaku dengan membawa kepala musuh sejak saat ini."
Perkataan Qardhawi tersebut disampaikan terkait dengan pertanyaan yang
menganggap bahwa WTC itu sebagai pusat kekufuran yang layak dan boleh
dihancurkan. Menurut Qardhawi itu adalah analogi yang keliru. "Karena di
dalam WTC telah mati ribuan muslim yang berasal dari seluruh dunia. Kaum
muslimin rugi dan bangsa Arab rugi milyaran dolar. Islam tidak memudah
mudahkan dalam masalah penumpahan darah, tapi Islam sangat memberi
batasan
yang sangat detail," ujarnya.
Lebih lanjut Qardhawi mengatakan seharusnya AS mengambil manfaat dari
kejadian 11 September dengan merubah politik luar negerinya serta
mengevaluasi hubungannya dengan bangsa Arab dan kaum muslimin. Qardhawi
menolak apa yang dilakukan AS dari pembunuhan atas warga siopil di
Afghanistan menggunakan senjata canggih. "Saya tidak tahu, serangan AS
dan
Inggris yang begiru besar dengan senjata canggih untuk menyerang
Afghansitan. APa yang mereka inginkan di Afghanistan, Tidak ada di
Afghanistan yang bisa dihancurkan kecuali bangsa yang lemah fakir dan
sedang sekarat," ujarnya.
"Saya tidak mendukung pemerintahan Thaliban, tapi saya turut menyelami
perasaan bangsa Afghanistan yang telah 25 tahun mengalami peperangan,
" kata Qardhawi. Menurutnya perang AS terhadap Afghanistan tidak ada
gunanya bagi AS, bahkan justeru akan menjadi bumerang kehancuran karena
dengan menyerang Afghanistan, berarti AS memerangi kemaslahatannya
sendiri
yang ada di negara Arab dan kaum muslimin.
Dalam kesempatan itu, Dr. Yusuf Qardhawi juga mengatakan bahwa kaum
muslimin harus objektif menyikapi perkembangan yang kini
terjadi. Menurutnya, sikap objektif itu juga antara lain dengan
mengatakan
di AS, Inggris, Prancis, Jerman dan negara Eropa lainnya, di sana tidak
sedikit orang yang menolak serangan As terhadap Afghanistan. Karena itu,
tambah Qardhawi, tidak adil bila kita menyebut AS dan seluruh bangsa
Eropa
itu ada dalam satu sikap yang sama.
Tentang agresi AS itu, Qardhawi mengatakan, "Saya menolak pembantaian AS
atas kaum sipil di Afghanistan sebagaimana kita menolak pembantaian kaum
sipil di AS," kata Qardhawi. Terkait dengan hal itu, Qardhawi
mempertanyakan, "Siapa yang memberi hak pada AS menjadi polisi dunia dan
siapa yang melegitimasi bin Laden, Zawahiri, dan Abu Ghaits berbicara
atas
nama Islam?"
Qardhawi berpesan kepada kaum muslimin di Barat agar tidak pergi dari
tempat mereka, bersabar dan waspada. "Eksistensi Islam di Barat adalah
buah dari aktivitas dakwah Islam yang panjang dan berakar selama puluhan
tahun. Saya menolak pemikiran yang mengajak mereka untuk hijrah, karena
menurut saya justeru momentum ini harus dimanfaatkan lebih maksimal
untuk
meningkatkan interaksi dengan masyarakat yang akan membantah issu dan
tuduhan yang berkembang," kata Qardhawi. (na/iol)
Silakan kunjungi website 'moderator' :-)
di http://abuharits.cjb.net
****** Message from InterScan E-Mail VirusWall NT ****** ** No virus found in attached file noname.htm
This Message is certified VIRUS FREE !!!!! ***************** End of message ***************
