Sabtu yang lalu 25 Maret 2000, setelah selesai talk show di Atrium Senen,
Penyakit achir pekan saya kembali kambuh. Dalam perjalanan pulang kerumah
kira-kira jam 3.30 sore saya telepon A.B.K. saya dikapal untuk mengetahui
cuaca dilaut. Ternyata laut lagi sangat bersahabat, lalu saya ajak teman
mancing saya sdr Gunawan yang pernah mengunci Ais dikamar mandi dikapal.
Karena lagi sibuk dia tidak bisa ikut. Lalu saya ajak teman mamcing yang
lain sdr. Yoppie dan sdr. Winarto. Sekitar jam 6.30 malam kami berangkat
dari Marina Ancol menuju P. Bintang dikepulauan Seribu. Perjalanan memakan
waktu sekitar 1 jam 45 menit, karena laut sangat gelap walau pun tidak ada
ombak.
Sesampai didermaga P. Bintang bayak sekali pekerja dipulau tsb lagi asyik
mancing cumi suntung. Rupanya
cumi suntung lagi banyak disekitar dermaga, ada yang panjangnya hampir 40cm.
Achirnya karena tergoda oleh lezatnya cumi tersebut, saya dan teman dikapal
ikut memancing cumi, sambil bercanda saya bilang lumayan untuk dipakai nanti
malam. Kami membakar cumi didermaga, luar biasa enak dan manisnya cumi yang
baru ditangkap. Tidak terasa sudah jam1 tengah malam. Lalu kami naik tempat
tidar, bangun jam 5 pagi. Setelah selesai mandi langsung kami berangkat cari
ikan umpan di karang Mayung, Kami mendapatkan ikan tembang untuk umpat
sekitar 50 ekor. Jam 8.45 pagi kami menuju karang rahasia yang biasanya
terdapat banyak ikan tenggiri. Karena tidak ada arus waktu itu hanya Yoppie
dan Winarto yang mendapatkan ikan tenggiri masing-masing 1 ekor. Jam 10.30.
kami berangkat kekarang Kaimun. Sesampai disana sudah ada kapal pancing
bernama Pelangi Nusantar berlabu disana. Dan saya menaya kepada mereka apa
sudah dapat, mereka bilang baru satu ekor. Lalu kami lego jangkar dan
memancing disebelah kapal tsb.
Kembali A.B.K. saya mancing ngotrek untuk mencari umpan , terlihat banyak
sekali ikan tembang yang meloncat-loncat dipermukaan laut. Ini adalah
pertanta baik karena kalau ada kumpulan ikan kecil apalagi ikan tembang naik
kepermukaan pasti ada iakn besarnya. Mamat A.B.K. saya yang lagi ngotrek
teriak yah putus disamber ikan besar. Pada saat yang sama kotrekan A.B.K.
Mansur juga putus disamber ikan.
Sekonyong-konyong seekor marlin meloncat keluar dari laut yang tenang
kira-kira 15m. sebelah kiri kapal. Terlihat dengan jelas dimulut ikan marlin
tsb masih terkail pancingan kotrekan Mamat.
Saya lalu kasih tahu teman-teman supaya umpan jangan dilemparkan kebelakang
kapal melainkan langsung
ditenggelamkan disamping kapal karena ikan lagi ada dibawah kapal. Saya
meminta seekor umpan ikan tembang dari Maman, dikailkan dipancing ukuran 5/0
dan langsung diturunkan dibawa kapal. Sambil memegang joran saya intruksikan
kepada Maman untuk memasang timah kecil dipancingan Yoppie, pada saat yang
sama terrasa umpan saya ditarik ikan perlahan-lahan. Saya tidak buru-buru
nenyentak joran aku, karena lagi memberitahukan Maman bagai mana memasang
timah di pancingan, sambil memegang joran satu tangan satu tangan lagi
memberi contoh keMaman dimana harus memasang timah. Setelah selesai
memberikan contoh masih terasa oleh saya umpan ditarik dengan pelan oleh
ikan, lalu saya menyentak joran seketika.Terlihat tali pancing saya yang ada
dibawah kapal perlahan-lahan dibawa lari kebelakang kapal dan makin keatas
dan keatas, saya berkata kepada teman dikapal bahwa marlin telah menyanber
umpa saya. Kenur terus terulur dari real Daiwa EX saya semakin jauh, semakin
jauh dari kapal. Mendadak seekor marlin meloncat keluar dari laut sekitar
50m belakang kapal. Semua teman -teman dikapal serentak teriak "marlin".
Saya membiarkan kenur 8kg saya dibawa marlin tersebut, karena kalau marlin
lagi bawa lari kenur percuma
kita gulung ini akan menghabiskan tenaga kita saja. Selelah membawa lari
kenur sekitar 200m kembali marlin tsb berakrobat diudara, sesekali saya
mengulung kenur supaya tidak kendor oleh lompatan ikan. A.B.K. saya
menayakan apakah jankar kapal perlu dilepas, saya bilang tidak usahlah
kerena kalau lepas atau putus ya sudah, kitakan lagi memancing ikan
tenggiri, Kalau pun ikan marlin tsb kita dapat kita juga mau tag dia.
Setelah melompat-lompat lebih dari 10 kali ikan marlin tersebut sudah
kelihatan tanda-tanda menyerah, tampa ampun saya mulai memompa dan
menggulung sampai terlihat leadernya, Mamat langsung menyamber leader sampai
dapat memegang moncong marlin tsb. Tag sudah disiapkan oleh Maman karena
takut memasang tag ditempat yang salah dimana bisa menyiksa ikan tsb saya
menambil alih tag dan menancapkan ditempat yang aman yaitu dipunggung atas
ikan marlin tsb. Karena umpan ditelan maka kami hanya memutuskan leader
sependek mungkin dari mulut ikan. Setelah mengabadikan beberapa foto ikan
marlin tersebut dilepas dalam kondisi sangat sehat. Marlin yang panjang
180cm. dan ditafsir sekitar 20-15kg pun menghilang dikedalaman laut.
Terdengar Yoppie berkata setelah beberapa kali mengikuti memancing marlin
terrasa keharuan dan kebanggan yang luar biasa besar kalau marlin dilepas
tampa dibunuh. Dan merasa jauh diatas kelas teman -teman pemancing yang
menbunuh marlin.
Selamat tinggal marlin ku, semoga engkau menjadi seekor marlin yang besar
dan dikarunikan keturunan yang banyak.
Salam Marlin
Bobby Halim
yang luar biasa besar marlin tidak dibunuh
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.kreatif.com/mancingl --> Fishing information, online
chat, forum discusion, clasifiedads, etc
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **