Sip Pak,
sebetulnya saya ada juga unek2 seperti itu, tapi belum kesampaian ngomong sama
Pak Pudjo. Intinya, kenikmatan kita dalam memancing sangat tergantung dengan
kebaikan alam. Bentuk apapun mancing, faktor kelestarian alam tidak bisa kita
remehkan, pemikiran take it for granted adalah nonsense. Justru kita yang
harus
melestarikan alam supaya kenikmatan mancing yang sekarang kita nikmati dapat
dan harus dinikmati oleh anak cucu kita. Tentu kita tidak ingin menceritakan
suatu nostalgia mancing pada anak cucu yang saat itu sudah tinggal kenangan
(Pak Pudjo, tentu merasakan semakin menyusutnya populasi ikan didaerah
tertentu
dari waktu ke waktu). Menghindari pembuangan sampah non-organik oleh tiap
pemancing merupakan langkah nyata untuk akrab dengan alam. Apakah kita ingin
suatu saat nanti cerita bahwa ikan marlin itu dulu pernah ada di sekitar Jawa,
tapi sekarang pada pindah ke Cairns, Australia??? 
Masalahnya, kelestarian alam kita terganggu oleh penyebab yang bersifat
multidimensional yang penyelesaiannya tidak semudah membalikkan telapak
tangan.
Penanganan sampah & destructive fishing (racun, bom, setrum, dan penangkapan
ikan lain yang tidak memperhatikan kelestarian ikan) memerlukan kesadaran dan
usaha bersama yang sistematis, terutama kondisi alam kita yang mungkin
dikategorikan agak parah. Kesimpulan, pemancing kalau ingin tetap menikmati
mancing, melalui Formasi perlu memjadi penggerak dalam pelestarian air (laut
dan tawar). Terutama hal ini kebetulan sejalan dengan beban tugas Pak Pudjo.
Bagaimana Pak komandan ? 
Kalau hal ini, kita diskusikan di pertemuan darat mendatang tentu akan sangat
bermanfaat, syukur2 Kompas mau mengulas masalah ini di Kompas minggunya. 

Salam
Sunu

�� 
At 05:05 PM 4/11/00 +0700, you wrote:
>Buat temaaaannnn semua penggemar mancing.
>
>Mancing adalah kegiatan yang boleh dibilang cukup universal dari anak kecil
sampai orang tua, dari yang memancing sambil mengukur panjangnya kali dan
dalamnya lubuk, bayar bareng-bareng di kolam ikan atau nongkrong di dam dan
penahan gelombang di pantai sampai sewa perahu nelayan yang relatif murah
karena bayar patungan 6 orang hingga kapal motor yang mewah meriah karena
dengan peralatan yang serba canggih. Hal itu semata-mata sebagai penyaluran
hobby (ada juga yang memang mata pencahariannya), bagi sebagian orang mungkin
sebagai penghilang stres dimana setiap hari harus berkutat dengan berbagai
pekerjaan dan persoalan. Selain itu bagi pebisnis arena ini dapat juga dipakai
sebagai ajang tukar informasi, diskusi atau mungkin mengadakan kontak
bisnisnya
langsung.Tapi persoalannya bukan hanya itu, sebagaimana Kapten Bobby katakan
bahwa FORMASI tidak diperuntukan bagi pemancing the have saja tetapi ingin
menggalang seluruh peminat mancing sehingga dengan lambat laun secara
perlahan-lahan tentunya dengan tindakan nyata mensosialisasikan norma-norma
biru laut dan birunya langit (kata Mbak Aiz). Yang menjadi persoalan besar
sekarang adalah bagaimana menghimpun poro saderek peminat mancing ini untuk
dapat gabung di FORMASI. Pertama mengajak lewat millis ini (saya akan daftar
soalnya tadi baru ingetinsama Ibu Titi), yang kedua bagaimana mengadakan lomba
mancing dengan perahu nelayan (biaya relatif ringan) dengan hadiah selain ikan
terbesar dan terbanyak juga bisa sertakan terbanyak mendapatkan sampah di
tengah laut (ini perlu hati nurani artinya jngan bohong) karena kalau bohong
hati nuraninya yang tercemar). Sekian dulu lain kali disambung setelah ada
pemikiran lain dari para sohib. Trim's
>
>
>ES����������� 
>  

---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.kreatif.com/mancingl  --> Fishing information, online 
chat, forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **






Kirim email ke