Kalau mau lihat cuplikan video nya kita Science punya.
Mau lihat ?
--- Irwin Ismail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> semoga bermanfaat ....
>
> ii.
>
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > Date: Tue, 25 Apr 2000 17:36:46 -0400
> > From: [EMAIL PROTECTED]
> > Organization: Voice of America
> > To: "Radio Suara Amerika" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Menangkap Ikan Dengan Racun
> > Reply-to: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Menangkap Ikan Dengan Racun
> > Disiarkan: 21 April, 2000
> > ----------------------------
> > Di banyak kota di Asia, seperti Hongkong, Bangkok
> dan Singapura,
> > banyak
> > restoran Cina yang menawarkan ikan hidup kepada
> para pelanggan.
> > Ikan-ikan itu biasanya dipajang dalam akuarium
> besar dekat pintu
> > masuk,
> > supaya para pengunjung restoran bisa memilih ikan
> yang akan
> > disantapnya.
> >
> > Santapan ikan yang dibuat dari ikan segar itu
> harganya lebih mahal
> > dari
> > pada santapan ikan yang dibuat dari ikan yang
> sudah mati waktu
> > dibeli.
> > Orang-orang Cina biasanya makan ikan segar seperti
> itu dalam
> > pesta-pesta
> > perkawinan, ulang tahun dan untuk memperingati
> tahun baru Cina.
> >
> > Tapi agaknya tidak banyak yang tahu bahwa dengan
> menyantap ikan
> > seperti
> > itu, orang juga sekaligus merusak alam lingkungan,
> mulai dari India
> > sampai ke kawasan Pasifik Selatan. Robert Johannes
> adalah ahli
> > ekologi
> > laut yang bekerja di Hongkong. Dia mengatakan,
> ratusan ton racun
> > sianida
> > dipergunakan tiap tahun untuk menangkap ikan-ikan
> laut yang
> > digemari
> > oleh para pelanggan restoran.
> >
> > Racun sianida disemprotkan ke dalam celah-celah
> karang supaya
> > ikan-ikan
> > yang bersembunyi di sana pingsan. Kemudian, para
> penangkap ikan
> > membongkar batu-batu karang tadi supaya bisa
> menangkap ikan yang
> > pingsan
> > tadi untuk dibawa ke permukaan laut dan kemudian
> dijual ke
> > restoran.
> > Penggunaan racun sianida untuk menangkap ikan
> seperti itu, sangat
> > merusak lingkungan hidup ikan dan hewan-hewan
> laut lainnya. Dalam
> > jangka panjang, kadar sianida dalam tubuh manusia
> yang sering makan
> > ikan
> > seperti itu, juga mungkin akan naik sampai ke
> tingkat berbahaya.
> >
> > Kata Robert Johannes, racun itu membunuh ikan-ikan
> yang lebih
> > kecil,
> > hewan-hewan yang tidak bertulang belakang, dan
> juga mematikan
> > karang-karang laut. Tingkat kerusakan yang
> ditimbulkan dalam laut
> > itu
> > bisa dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang
> disebabkan oleh
> > penebangan hutan secara sembrono, sehingga
> menimbulkan bencana
> > banjir
> > dan hilangnya habitat hewan-hewan liar. Kata
> Robert Johannes,
> > hilang
> > atau hancurnya karang-karang laut itu tidak beda
> dengan musnahnya
> > kawasan hutan yang luas karena penebangan liar.
> >
> > Usaha penangkapan ikan dengan menggunakan racun
> sianida itu, kata
> > Johannes, merupakan suatu industri yang bernilai
> satu milyar dollar
> > setahunnya, yang secara sistematis menghabiskan
> sumber-sumber ikan
> > di
> > kawasan Asia-Pasifik. Punahnya kawasan perikanan
> yang luas itu baru
> > diketahui ketika diadakan penyelidikan di
> kepulauan Palau dekat
> > Filipina.
> >
> > Selama ratusan tahun, para nelayan di kawasan itu
> menangkap ikan
> > bagi
> > kebutuhan warga setempat, tapi sekarang mata
> pencaharian mereka
> > hampir
> > musnah karena banyaknya penangkap ikan dari luar
> yang datang kesana
> > untuk mensupplai restoran-restoran di Hongkong,
> Bangkok dan
> > lain-lain
> > tempat. Salah satu jenis ikan yang paling banyak
> dicari orang di
> > restoran-restoran makanan laut adalah sejenis ikan
> gurami.
> >
> > Kata ahli biologi ikan Yvonne Sidovi, dari
> Universitas Hongkong,
> > jumlah
> > ikan jenis ini terus berkurang dengan cepat, dan
> di beberapa tempat
> > mungkin akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk
> memulihkan
> > populasinya. Sidovi mengatakan di kawasan Lautan
> Pasifik dan
> > Lautan
> > Hindia terdapat lebih dari 100 jenis ikan gurami,
> yang panjangnya
> > antara 20 cm sampai lebih dari dua meter.
> >
> > Ikan-ikan ukuran besar itu bisa hidup 50 tahun
> atau lebih,
> > sedangkan
> > versi yang lebih kecil mungkin bisa berumur antara
> 25 sampai 35
> > tahun.
> > Itu berarti. ikan-ikan tadi membutuhkan waktu
> pertumbuhan yang
> > lama.
> > Kalau konsumsi ikan seperti itu terus meningkat,
> maka manusia pada
> > suatu
> > hari tidak akan bisa melihat ikan-ikan jenis itu
> dalam keadaan
> > aslinya.
> >
> >
> > ---------------///------------
> >
> > ---
> > You are currently subscribed to rasa-l as:
> [[EMAIL PROTECTED]]
> > To unsubscribe, forward this message to
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
>
> =====
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Send online invitations with Yahoo! Invites.
> http://invites.yahoo.com
>
>
---------------------------------------------------------------------
> Millis ini terselengara berkat dukungan PT.
> KreatifNet - The WebDesign Company
> http://www.kreatif.com
> To unsubscribe, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Website mancing-l at http://www.kreatif.com/mancingl
> --> Fishing information, online chat, forum
> discusion, clasifiedads, etc
> MancingL Archive at
> http://www.mail-archive.com/[email protected]
>
> ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu
> **
>
>
>
>
>
>
>
=====
Thank you.
Best wishes.
Murwanto A.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send online invitations with Yahoo! Invites.
http://invites.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.kreatif.com/mancingl --> Fishing information, online
chat, forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **