Alkisah ada seorang raja mempunyai permaisuri yang sangat cantik tetapi suka
sekali selingkuh dengan pria lain. Suatu ketika sang raja berkenan
meninggalkan istana untuk pergi berburu ikan ( jaman dulu belum ada
mancing ). Maka ditugasilah perdana menteri kerajaan yang sangat setia untuk
menjaga permaisuri, agar jangan ada satupun laki-laki di lingkungan istana
berani selingkuh dengan permaisuri. Karena siapapun yang melanggar akan
terkena akibatnya.
" Baik Paduka Raja, titah Paduka, akan hamba junjung tinggi ", demikian ucap
PM dengan lantang.
Seminggu kemudian ketika raja pulang kembali ke istana. Beliau memerintahkan
PM agar segera mengumpulkan semua pria yang ada di istana.
"Ketahuilah, wahai kalian semua, aku menugasi PM untuk menjaga permaisuri
agar jangan ada di antara kalian berani berselingkuh dengan Paduka Ratu.
Karena siapapun yang melakukan aku pasti akan tahu. Bagaimana PM apa ada di
antara laki-laki di sini yang telah melanggar titahku" tanya raja.
PM menjawab dengan gelengan kepala.
"Baiklah, tapi saya perlu bukti, coba kalian turunkan celana kalian
masing-masing" kata raja.
Rupanya sebelum pergi berburu, Sang Raja menaruh sebilah silet tajam di
kemaluan istrinya. Dan kini beliau memeriksa pegawainya satu persatu. Namun
tak satupun di antara mereka yang 'barangnya' terpotong.
Raja mengangguk-angguk bangga.
"Kamu juga PM" kata raja kemudian.
Dan PM menurunkan celananya sembari mengangkat jempolnya menunjukkan
'barang'nya yang utuh.
Raja kembali mengangguk-angguk bangga.
"Bagus PM, rupanya kamu melaksanakan tugasmu dengan baik. Sebagai hadiah aku
akan menaikkan gajimu 10 x lipat" ujar raja.
Dan PM saking girangnya akan anugerah itu langsung berucap,
"Welima kacih, Waduka Laja ! watas wanugelah nyang Waduka Laja
welikan,sweswungguhnyoa uwitu cutah menycadi cugas amba"
----- Original Message -----
From: Andi T. Ramadhan - 1 <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 26, 2000 10:47 AM
Subject: [mancing-l] A True Story
| A true story from the Japanese Embassy in US:
|
| Prime Minister Mori was given some basic English conversation training
| before he visits Washington and meets with President Bill Clinton. The
| instructor told Mori " Prime Minister, when you shake hand with President
| Clinton, please say 'how are you'. Then Mr Clinton should say "I am fine,
| and you ?" Now you should say 'me too'. Afterwards we translators will do
| all the work for you." It looks quite simple, but the truth is ...
|
| When Mori met Clinton, he mistakenly said "Who Are You ?". Mr Clinton was
a
| bit shocked but still managed to react with humor : "Well, I am Hilary's
| husband, ha ha..." Then Mori replied confidently "Me too, ha ha ha.."
| Then there was a long silent moment in the meeting room.
|
| tampon-dhewe.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
- [mancing-l] A True Story Andi T. Ramadhan - 1
- Re: [mancing-l] Saat Raja Berburu was: A True S... Sulistiono
- Re: [mancing-l] Saat Raja Berburu was: A Tr... Adi Wisaksono
