Dear kaum mancing-l.......seperti biasa, kita selalu berbagi cerita dalam setiap 
kesempatan acara silahturahmi atau mancing bersama. Kali ini adalah tentang turnamen 
Pantara Light Tackle Fishing. Dari tgl 28 s/d 30 Juli 2000. 


Berikut dibawah ini adalah hasil renungan perempuan kecil seperti saya yang selalu 
bertanya kepada apa yang nampak dan menyentuh indera saya selama berada di Pantara. 
Pulau indah yang tiada hentinya berbicara kepada saya tentang hati setiap orang yang 
mendatanginya. Bahkan dalam tidurpun sang pulau mendongengkan kisahnya melalui angin 
yang datang dengan lembut melalui celah udara kamar saya dan Eni, perempuan yang jauh 
umurnya terbang diatas saya, dan lembut hatinya dibalik kata-katanya yang tajam. 
Tulisan dibawah ini jauh dari reportase lapangan, dimana bapak Edi Cacing menjadi 
pemenang untuk kategori juara tim dan kategori beberapa spesies ikan terberat, 
termasuk abang saya dan abang kita semua, Bobby halim yang juga juara kedua kategori 
tim. Tulisan ini lebih cenderung sketsa atmosfer yang saya dapatkan dibawah langit 
FORMASI selama berada di Pantara. Semoga kita semua mendapat hikmahnya dengan dasar 
niat yang baik dan dapat belajar bersama dari apa yang telah saling kita alami dan 
kita dapatkan.



 

SUATU PERUMPAMAAN.........

FORMASI = FEDERASI OLAH RAGA MANCING SELURUH INDONESIA. 

(Perhatikan kata "Olah Raga").



Dunia Olympus dalam mitologi Yunani. Cikal bakal munculnya semangat Olympiade 
(Olympiad), dengan Olympics yang berarti pertandingan Olympiade. Kegiatan olah raga 
yang awalnya adalah semangat untuk mendekatkan diri, suatu persembahan kepada 
dewa-dewa yang bertahta di Olympus. Persembahan atas terkuat, tercepat, terbesar, 
tertinggi, terberat dan terbanyak. Semangat untuk mendapatkan kejayaan dengan 
kemenangan yang benar dan adil. Semangat untuk saling mengenal perbedaan ras dan 
latarbelakang. Semuanya untuk kejayaan dan pembuktian penyerahan diri dan pembuktian 
pengabdian kepada dewa-dewa yang bertahta di Olympus.

Semangat Olympiade masih dapat kita rasakan hingga kini. Dari dunia mitologi Yunani 
Kuno, hingga kisah dalam semua kitab-kitab suci tentang perjalanan hamba Tuhan yang 
sebenarnya ada kegiatan olah raga didalamnya jika kita jernih membacanya. Dengan 
perkataan lain, bahwa awalnya kegiatan berlari, berenang, memanah, bela diri hingga 
memancing sekalipun tadinya adalah kegiatan manusia dalam mempertahankan hidup dan 
juga dalam berdialog dengan Tuhannya. Bahkan dalam beribadah pun ada pendekatan olah 
raganya. Mungkin itu sebabnya kata "olah" dan "raga" memiliki pendekatan yang sangat 
luas dan dalam maknanya dibanding kata "Sport" (olah raga), yang dapat dijelaskan 
menjadi "Sportif" (Dia sangat sportif = Dia adalah orang yang baik/sumber terjemahan 
versi kamus). Jadi saya menerjemahkan kata "olah raga" dan "sport" adalah kegiatan 
manusia untuk menjadi baik secara jiwa dan raga/rohani yang berdampak pada attitude, 
moral dan mentalitasnya sebagai manusia ciptaan Tuhan. Olah raga/sport menjadikan 
manusia bersatu dengan kekuatan emosi/pikiran dan fisik yang ada dalam dirinya dan 
juga kekuatan alam yang akan membimbingnya menjadi sahabatnya. Sehingga menjadi sang 
juara pun tiba-tiba saja bukanlah satu-satunya tujuan utama karena "Bahwa sang 
juarapun tidaklah selalu mendapatkan segala kebaikkan dari makna kehidupannya". Setiap 
kegiatan olah raga mempunyai pendekatan masing-masing dalam tata cara pelaksanaannya. 
Demikian juga dalam attitude berkomunikasinya. Secara pribadi saya melihat olah raga 
mancing adalah olah raga yang sangat luar biasa. Bayangkan dengan pikiran dan 
perasaan. Bahwa mancing adalah olah raga yang paling banyak diberi kesempatan untuk 
berdialog dengan diri kita sendiri sebagai manusia, dengan alam, dengan mahluk Tuhan 
lainnya, dengan fenomena alam (angin, arus, gelombang, taufan, petir, cuaca, suhu, 
mitos laut, dll) dan tentunya saja dengan Tuhan Sang Pencipta segala keindahan, yang 
melukis bumi bagaikan khayalan surga yang sayangnya hanya sementara dan dalam hitungan 
degup jantung kapan saja, keindahan itu menyimpan kemurkaan yang dapat muncul kapan 
saja dan menghancurkan siapa saja seperti udara yang kita hirup tapi tidak kita 
rasakan artinya hingga sekarat. 

Sesungguhnya olah raga mancing adalah salah satu media Tuhan untuk melihat siapakah 
yang mendapatkan Kerelaan Keikhlasan Rahmat Kasih Sayang Tuhan (Dijadikannya bumi 
tunduk kepadanya, dijadikannya air laut dan air tawar terpisah darinya, dijadikannya 
isi laut untuk dimakan sebagiannya dan semuanya untuk manusia), Petunjuk Tuhan 
(Dijadikan laut, kekuatan air/mata angin, dan isi bumi dikedalaman sebagai petunjuk 
ada yang menciptakan keindahan dan manfaat itu, sekaligus kemurkaanNYA). Perlindungan 
Tuhan (Seperti gunung yang berfungsi untuk menahan bumi maka laut untuk menjaga bumi).

Jika alam dan setiap mahluk memuji nama Tuhannya tidaklah mustahil jika alam dan 
mahluk lautpun dapat memohon pembalasan kepada manusia atas segalanya. Semuanya 
hanyalah soal waktu cepat atau lambat. 

Bisa jadi para pemimpin dimuka bumi ini yang tidak adil dan telah menyesatkan banyak 
orang dengan apa yang didapatkannya dari bumi milik Tuhan itu telah didoakan oleh 
segala isi bumi, laut, gunung-gunung, dan hutan-hutan untuk pembalasan secepat atau 
selambat mungkin. Sejarah hidup dan kehidupan manusia di muka bumi ini bercerita 
banyak kepada kita semua tentang kerusakkan yang disebabkan kita sebagai manusia. Dan 
betapa semua ajaran Tuhan menjelaskan dan mengingatkan betapa lalainya manusia dan 
betapa manusia itu sesungguhnya tidak tahu berterima kasih dan tidak bersabar diri. 
Tuhan memberikan banyak tanda-tanda dan perumpamaan kepada manusia. Dan itu hanya 
untuk mereka yang berpikir. Berpikir bahwa dunia benar adanya seperti panggung 
sandiwara dan bahkan ketika berolah ragapun kita juga masih sempat bisa bersandiwara. 
AIZ



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



---------------------------------
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.

Kirim email ke