Berikut cuplikan berita dari harian REPUBLIKA......dan coba deh link-in sama
perngertian kata "olah raga" yang saya tulis dibawahnya......by the way....saya sudah
selesai semedi (turun mesin plus ketok magic super benerin yg error), udah tambah
kapasitas memori dikepala......ganti heat baru (lebih canggih dari sebelumnya)
dikepala dan digital filter di perasaan....supaya bisa lebih strong identifikasi
personality-nya.... plus download program baru dengan title "I believe I can
understand FORMASI and mancing-l"....dan program-program lain yang hasilnya, saya akan
lebih calm, lebih tenang, lebih tabah, lebih kuat, lebih dramatis, dan
lebih...segalanya....pokoknya brand new aiz lah yawww.....(ngalahin si Trinity di film
Matrix dan Zena....).....pokoknya besok-besok....jangan coba-coba mancing emosi
si...aiz....hasilnya si aiz cuman nanggepin calm.....se-calm rumput laut yang tabah
diterjang ombak...cailah..... hihihihihi (aiz-thanks to... case study in mancing-l and
Formasi).
Republika, Halaman 9, Rabu, 9 Agustus 2000.
PEMBINAAN OLAH RAGA BELUM TERARAH
JAKARTA. Mekanisme pembinaan organisasi olah raga di tanah air masih belum jelas,
terarah, dan terpola, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri. Hal ini
berkaitan dengan olahraga yang sudah memiliki cabang diseluruh Indonesia, maupun yang
baru muncul dan berkembang.
Demikian pendapat yang dikemukakan Deputi Menteri Pemuda dan Olah raga Iskandar Z
Adisapoetra di sela semiloka pembentukan Federasi Olah Raga Masyarakat Indonesia
(FOMI) kemarin. "Banyak organisasi olah raga yang sudah eksis saat ini berjalan
sendiri-sendiri sesuai dengan selera dan tujuannya," kata Iskandar seraya menambahkan
sementara kekuatannya sebagai sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia dan masyarakat belum diperhitungkan. Olah raga dalam konteks ini,
papar Iskandar, menyangkut olah raga rakyat tradisional, dan sangat digemari hampir di
seluruh kalangan masyarakat.#erd
SUATU PERUMPAMAAN......
FORMASI = FEDERASI OLAH RAGA MANCING SELURUH INDONESIA.
(Perhatikan kata "Olah Raga").
Dunia Olympus dalam mitologi Yunani. Cikal bakal munculnya semangat Olympiade
(Olympiad), dengan Olympics yang berarti pertandingan Olympiade. Kegiatan olah raga
yang awalnya adalah semangat untuk mendekatkan diri, suatu persembahan kepada
dewa-dewa yang bertahta di Olympus. Persembahan atas terkuat, tercepat, terbesar,
tertinggi, terberat dan terbanyak. Semangat untuk mendapatkan kejayaan dengan
kemenangan yang benar dan adil. Semangat untuk saling mengenal perbedaan ras dan
latarbelakang. Semuanya untuk kejayaan dan pembuktian penyerahan diri dan pembuktian
pengabdian kepada dewa-dewa yang bertahta di Olympus. Semangat Olympiade masih dapat
kita rasakan hingga kini.
Dari dunia mitologi Yunani Kuno, hingga kisah dalam semua kitab-kitab suci tentang
perjalanan hamba Tuhan yang sebenarnya ada kegiatan olah raga didalamnya jika kita
jernih membacanya. Dengan perkataan lain, bahwa awalnya kegiatan berlari, berenang,
memanah, bela diri hingga memancing sekalipun tadinya adalah kegiatan manusia dalam
mempertahankan hidup dan juga dalam berdialog dengan Tuhannya. Bahkan dalam beribadah
pun ada pendekatan olah raganya. Mungkin itu sebabnya kata "olah" dan "raga" memiliki
pendekatan yang sangat luas dan dalam maknanya dibanding kata "Sport" (olah raga),
yang dapat dijelaskan menjadi "Sportif" (Dia sangat sportif = Dia adalah orang yang
baik/versi kamus). Jadi saya menerjemahkan kata "olah raga" dan "sport" adalah
kegiatan manusia untuk menjadi baik secara jiwa dan raga/rohani yang berdampak pada
attitude, moral dan mentalitasnya sebagai manusia ciptaan Tuhan. Olah raga/sport
menjadikan manusia bersatu dengan kekuatan emosi/pikiran dan fisik yang ada dalam
dirinya dan juga kekuatan alam yang akan membimbingnya menjadi sahabatnya. Sehingga
menjadi sang juara pun tiba-tiba saja bukanlah satu-satunya tujuan utama karena "Bahwa
sang juarapun tidaklah selalu mendapatkan segala kebaikkan dari makna kehidupannya".
Setiap kegiatan olah raga mempunyai pendekatan masing-masing dalam tata cara
pelaksanaannya. Demikian juga dalam attitude berkomunikasinya.
Secara pribadi saya melihat olah raga mancing adalah olah raga yang sangat luar biasa.
Bayangkan dengan pikiran dan perasaan. Bahwa mancing adalah olah raga yang paling
banyak diberi kesempatan untuk berdialog dengan diri kita sendiri sebagai manusia,
dengan alam, dengan mahluk Tuhan lainnya, dengan fenomena alam (angin, arus,
gelombang, taufan, petir, cuaca, suhu, mitos laut, dll) dan tentunya saja dengan Tuhan
Sang Pencipta segala keindahan, yang melukis bumi bagaikan khayalan surga yang
sayangnya hanya sementara dan dalam hitungan degup jantung kapan saja, keindahan itu
menyimpan kemurkaan yang dapat muncul kapan saja dan menghancurkan siapa saja seperti
udara yang kita hirup tapi tidak kita rasakan artinya hingga sekarat. Sesungguhnya
olah raga ini adalah media Tuhan untuk melihat siapakah yang mendapatkan Kerelaan
Keikhlasan Rahmat Kasih Sayang Tuhan (Dijadikannya bumi tunduk kepadanya, dijadikannya
air laut dan air tawar terpisah darinya, dijadikannya isi laut untuk dimakan
sebagiannya dan semuanya untuk manusia), Petunjuk Tuhan (Dijadikan laut, kekuatan air,
dan isi bumi dikedalaman sebagai petunjuk ada yang menciptakan keindahan dan manfaat
itu, sekaligus kemurkaanNYA). Perlindungan Tuhan (Seperti gunung yang berfungsi untuk
menahan bumi maka laut untuk menjaga bumi).
Jika alam dan setiap mahluk memuji nama Tuhannya tidaklah mustahil jika alam dan
mahluk lautpun dapat memohon pembalasan kepada manusia atas segalanya. Semuanya
hanyalah soal waktu cepat atau lambat. Bisa jadi para pemimpin dimuka bumi ini yang
tidak adil dan telah menyesatkan banyak orang dengan apa yang didapatkannya dari bumi
milik Tuhan itu telah didoakan oleh segala isi bumi, laut, gunung-gunung, dan
hutan-hutan untuk pembalasan secepat atau selambat mungkin. Sejarah hidup dan
kehidupan manusia di muka bumi ini bercerita banyak kepada kita semua tentang
kerusakkan yang disebabkan kita sebagai manusia. Dan betapa semua ajaran Tuhan
menjelaskan dan mengingatkan betapa lalainya manusia dan betapa manusia itu
sesungguhnya tidak tahu berterima kasih dan tidak bersabar diri. Tuhan memberikan
banyak tanda-tanda dan perumpamaan kepada manusia. Dan itu hanya untuk mereka yang
berpikir. Berpikir bahwa dunia benar adanya seperti panggung sandiwara dan bahkan
ketika berolah ragapun kita juga masih sempat bisa bersandiwara. AIZ
---------------------------------
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.
---------------------------------
Do You Yahoo!?
Kick off your party with Yahoo! Invites.