Sekedar hati-2 bertransaksi saat membayar billing dengan "Kartu Kredit" kita di tempat public services (hotel, mall, dll) Best Regards, FRC'00 ============ Subject: Fw: Kejahatan di Internet Dear All, Mungkin perlu untuk berhati-hati dalam menggunakan kartu kredit. Buat yang nggak punya ... ya berbahagialah terhindar dari resiko ini. Electronic commerse, disingkat e-commerse atau dagang lewat internet, bertujuan mempermudah pemenuhan kebutuhan. Kini e-commerce justru dijadikan sasaran empuk para penjahat situs (hacker) untuk menjarah kekayaan orang. Caranya adalah dengan memanfaatkan kelemahan prosedur yang ada. Di Yogyakarta, pelakunya kebanyakan mahasiswa. Proses jual beli dalam e-commerce memang dibuat semudah dan secepat mungkin. Pembeli tinggal memilih barang, mengisi formulir dan menuliskan nomor kartu serta tanggal kadaluarsanya. Soal lama pengiriman tergantung perusahaan jasa kurir yang dipilih. Mudahnya proses tersebut menyebabkan siapapun - asal tahu sebuah nomor kartu kredit yang masih valid, nama pemilik, dan tanggal kadaluarsanya - bisa memborong barang-barang yang ditawarkan di dunia maya. Gampang Dapatnya Memperoleh nomor kartu kredit ternyata tidak sulit. Pakar komunikasi R.M. Roy Suryo menjelaskan bahwa nomor kartu kredit bisa didapat dari print-out hotel atau supermarket yang menerima pembayaran dengan kartu. Cara yang lebih canggih, dengan membobol data base situs-situs penyedia e-commerce. Di Yogyakarta lebih unik. Warung internet bahkan ada yang sengaja menyediakan daftar nomor kartu kredit di harddisk komputer yang disewakan. Tujuannya tentu untuk menjaring konsumen. Sabar S, pemilik saham sebuah warnet di bilangan Pogung Baru membenarkan hal itu. "Semakin banyak dan manjur kartu kredit, penyewa makin betah. Dan itu berarti keuntungan", ujar alumnus Teknik Nuklir UGM ini. Sebab kalau mencoba satu dan sukses, penyewa biasanya penasaran mencoba lagi. Yogyakarta Terbesar Meski praktek pembobolan kartu kredit di Yogyakarta baru berlangsung sekitar setahun ini, tetapi dibanding kota-kota lain, Yogya tercatat paling banyak menerima kiriman. Anthon, seorang penadah keturunan Cina yang tinggal di Solo bahkan menyempatkan diri datang tiap minggu. "Selain barangnya lebih banyak, orang Jogja juga lebih berani", katanya. Waluyo, branch supervisor perusahaan kurir DHL Yogyakarta, menyatakan pihaknya telah mengirimkan barang-barang yang dipesan melalui internet sejak pertengahan tahun lalu. Lucunya, meski alamat penerima berbeda-beda tetapi orangnya sama. Waluyo mengira barang-barang itu bukan dipesan oleh pemilik kartu kredit. "Ketahuan dari shipper (pemesan, red) yang berbeda-beda tapi penerimanya ya itu-itu saja." Hal yang sama diungkapkan Teguh (bukan nama sebenarnya ) staf perusahaan kurir UPS. Daerah yang paling sering ia dikirimi barang ialah wilayah Pogung Baru. "Sesekali ke daerah Pingit dan Condong Catur," ungkapnya. Teguh sering mendapat tips dari para pembobol. Berawal dari iseng Bagaimana seseorang menjadi pembobol kartu kredit? Kebanyakan berawal dari iseng mencoba nomor kartu kredit pemberian teman chatting. Yang dipesan seperti parfum, baju, komik, majalah porno, atau Compact Disc (CD) dalam jumlah kecil, dengan niat untuk dinikmati sendiri. Setelah berhasil, mulailah mereka memesan barang yang lebih besar dan mahal seperti alat musik, walkman, CD-man, tape recorder, sampai laptop dan gitar listrik. Para kurir biasanya tidak mempersoalkan barang yang dikirim tersebut hasil pembobolan kartu kredit atau bukan. "Kami hanya mengantar barang dari gudang ke alamat penerima," kata Waluyo. Tentang cara pembelian barang, pihaknya tidak mau tahu. Tugas perusahaan kurir hanya mengirim dan menyampaikan barang, bukan menyelidiki. Karenanya, para pembobol tidak merasa ada gangguan. Mereka bahkan berani menelpon kurir, meminta mereka untuk menyimpan dulu bila ada barang untuk pemesan X. Nama yang digunakan biasanya nama samaran. Dari aspek hukum, sampai sekarang belum ada perangkat yang mampu menjaring mereka. Model transaksi yang digunakan di internet memungkinkan mereka berdalih bahwa mereka tahu-tahu mendapat kiriman dari orang yang tidak dikenal. (Tim Bulaksumur Pos) --------------------------------------------------------------------- Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company http://www.kreatif.com To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat, forum discusion, clasifiedads, etc MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected] ** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **
