-----Original Message----- From: JB Kristanto <[EMAIL PROTECTED]> Date: Monday, October 02, 2000 10:47 AM Subject: [forum-kompas] bbj putar film BENTARA BUDAYA JAKARTA PUTAR FILM Dengan senang hati, Bentara Budaya Jakarta mengundang rekan-rekan untuk hadir dalam pemutaran FILM KLASIK 60-AN,yang akan diselenggarakan pada: Hari : Senin - Kamis Tanggal : 9 - 12 Oktober 2000 Waktu : 16.00 dan 19.30 WIB Tempat : Galeri Kanan Atas Bentara Budaya Jakarta Jl. Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat Kami tunggu kedatangan Anda Atas perhatian dan kehadiran Anda, kami ucapkan terimakasih. Hormat kami BBJ SUSUNAN PROGRAM Senin, 9 Oktober 2000 16.00 BONNIE AND CLYDE (1967) 19.30 ELVIRA MADIGAN (1967) Selasa, 10 Oktober 2000 16.00 THE WILD BUNCH (1969) 19.30 MIDNIGHT COWBOY (1969) Rabu, 11 Oktober 2000 16.00 ELVIRA MADIGAN (1967) 19.30 BONNIE AND CLYDE (1967) Kamis, 12 Oktober 2000 16.00 MIDNIGHT COWBOY 1969) 19.30 THE WILD BUNCH (1969) SINOPSIS Klasik 60an Acara putar film bulan ini masih kelanjutan dari bulan lalu, yaitu film- film tahun 60an. Empat film yang akan diputar. Satu film dari Swedia (karya sutradara Bo Widerberg) dan tiga film dari Amerika Serikat, yang merupakan film-film menonjol pada zamannya, baik karena kualitasnya seperti terlihat pada penghargaan yang diterima, maupun karena popularitasnya. Keempat film tsb: 1. Bonnie and Clyde (1967) 2. Elvira Madigan (1967) 3. The Wild Bunch (1969) 4. Midnight Cowboy (1969) Bonnie and Clyde (1967) Sutradara: Arthur Penn; Skenario: Robert Benton, David Newman; Sinematografi: Burnett Guffey, Vincent Saizis; Musik: Charles Strouse; Editor: Dede Allen; Artistik: Dean Tavoularis; Pemain: Warren Beatty, FayeDunaway, Michael J. Pollard, Gene Hackman, Estelle Parson, Denver Pyle. Durasi: 112 menit. Penghargaan: Piala Oscar 1967 untuk Sinematografi, Aktris Pembanatu. Nominasi Oscar 1967 untuk Aktris, Sutradara, Skenario, Aktor Pembantu (Gene Hackman dan Michael J. Pollard), Kostum, dan untuk Film Terbaik. British Academy Award 1967 untuk Film Terbaik, Pendatang Baru (Faye Dunaway). New York Film Critics Circle 1967 untuk Penyutradaraan, Skenario dan Film Terbaik. Sinopsis: Film ini merupakan salah satu tonggak dalam sejarah Hollywood, karena secara berani mematahkan konvensi-konvensi yang berlaku, membuat para kritikus bingung, dan membuktikan adanya kekuatan baru penonton film, yaitu kaum muda. Film ini membuat para kritikus film terbelah dua: mereka yang mengakui inovasinya dan mereka yang beranggapan bahwa film ini bersikap amoral bahkan nihilis. Warren Beatty yang menjadi produser di samping pemain utama, berhasil meyakinkan Warner Bros untuk membuat film ini. Keyakinannya ternyata berbuah. Film ini menghasilkan 20 juta dollar. Ini artinya film terlaris kedua tahun itu yang keluar dari Warner Bros. Salah satu yang membuat film ini kontroversial adalah sikap "simpatik" pembuat film terhadap tokoh Clyde Barrow (Warren Beatty), perampok bank yang bersama Bonnie Parker (Faye Dunaway), membentuk sekawanan perampok yang meneror kawasan barat daya Amerika Serikat di tahun 20an. Kawanan perampok ini bukan hanya merampok bank, tapi juga mempermainkan polisi, yang justru digambarkan secara tidak simpatik. Film ini memang berdasarkan kisah nyata. Elvira Madigan (1967) Sutradara/ Skenario/ Editor: Bo Widerberg; Sinematografi: J�rgen Persson; Musik: Ulf Bjorlin; Pemain: Pia Degermark, Tommy Berggren, Lemart Malmer, Nina Widerberg, Cleo Jensen; Durasi: 88 menit. Penghargaan: Palem Emas Festival Film Cannes 1967 untuk Pia Dagermark sebagai aktris terbaik. New York Film Critics Circle Film Asing Terbaik 1967. Sinopsis: Terilhami oleh sebuah ballada terkenal karya Johan Lindstrom Saxon, kisah film ini melibatkan pemain sirkus Elvira Madigan (Pia Degermak) dan perwira angkatan darat Sixten Sparre (Tommy Berggren). Perjumpaan Sparre dengan Madigan, membuatnya ia berani memutus seluruh ikatannya dengan masa lampaunya: dinas ketentaraan yang menekan, dan hubungan dengan istri, anak dan seluruh keluarganya yang masih sangat tradisional. Padahal, jalan ke depan yang mereka tempuh, merupakan jalan menuju tragedi. The Wild Bunch (1969) Sutradara: Sam Peckinpah; Skenario: Walon Green, Sam Peckinpah, Roy N. Sickner; Sinematografi: Lucien Ballard; Musik: Jerry Fielding; Editor: Lou Lombardo; Pemain: William Holden, Ernest Borgnine, Robert Ryan, Edmond O'Brien, Jamie Sanchez, Ben Johnson, Emilio Fernandez; Durasi: 137 menit. Penghargaan: Nominasi Oscar untuk Skenario, Musik. New York Film Critics Circle untuk Penyutradaraan dan Film Terbaik. Sinopsis: Sampai sekarang film ini tetap konroversial: apakah film ini sebuah mahakarya ataukah sebuah pameran kekerasan seperti umumnya film-film karya Sam Peckinpah. Suasana wild-west masih merupakan suasana dasar film ini. Sekelompok penjahat di perbatasan Amerika Serikat - Mexico terlibat dengan rencana perampokan kereta yang mengangkut senjata, sebagai bagian dari "kerja sama" mereka dengan tentara Mexico. Midnight Cowboy (1969) Sutradara: John Schlesinger; Skenario: Waldo Salt; Sinematografi: Adam Holender; Musik: John Barry; Editor: Hugh A. Robertson; Pemain: Dustin Hoffman, Jon Voight, Sylvia Miles, John McGiver, Brenda Vaccaro, Ruth White, Jennifer Salt; Durasi: 113 menit. Penghargaan: Piala Oscar 1969 untuk Skenario adaptasi, Penyutradaraan, dan Film Terbaik. Nominasi Oscar 1969 untuk Aktor Terbaik (Dustin Hoffman dan Jon Voight), Editing, dan Aktris Pembantu (Sylvia Miles). British Academy Awards 1969 untuk Aktor (Dustin Hoffman), Penyutradaraan, Editing, Skenario, Pendatang Baru (Jon Voight) dan Film Terbaik. Directors Guild of America untuk Penyutradaraan New York Film Critics Circle untuk Aktor (Jon Voght), Penyutradaraan, Skenario, Aktor Pembantu (Dustin Hoffman) dan Film Terbaik. Sinopsis: Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Leo Herlihy. Joe Buck (Jon Voight), yang senang berpakaian koboi, meninggalkan pekerjaannya di sebuah kota kecil Texas, untuk menggapai mimpinya di New York: mendapatkan banyak uang dari menjadi gigolo untuk wanita-wanita kaya. Sesampai di New York ternyata impiannya harus terhempas saat menghadapi kenyataan rimba beton metropolitan yang sangat berlainan. Meski berawal dari penipuan, Buck lama-lama terjalin persahabatan dengan penjahat kecil dan gelandangan Rico "Ratso" Rizzo (Dustin Hoffman). Film yang disikapi sutradaranya secara komedi ini juga mampu memunculkan sketsa kehidupan sebuah kota metropolitan. To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] To Unsubscribe, send a blank message to: [EMAIL PROTECTED]
