-----Original Message-----
    From: Bobby Halim <[EMAIL PROTECTED]>
    To: Harry Syahrully Riadi <[EMAIL PROTECTED]>
    Date: 02 Nopember 2000 10:27
    Subject: Re: 
    
    
    Sdr.Harry Syahrully Riadi,
    
    
    
    Pada dasarnnya ada 5 primsip yang selalu saya terapka sewaktu mancing dasar dilaut 
yaitu :
     
    1. Persiapan kapal. Tentu kapal yang kita akan gunakan harus layak laut, dan di 
haruskan ada pelampung penyelamat untuk semua orang yang ada di kapal, dan radio 
komunikasi. Selanjutnya jangkar yang baik beserta tali jangkar minimal 150m (untuk 
memancing di kedalaman sekitar 30 sampai 50m). 
     
    2. Persiapan alat-alat pancing. Sering terjadi pemancing kelupaan membawa mata 
kail atau pemberat yang sesuai saat berangkat ke laut. Periksalah apakah peralatan 
piranti pancing sudah ada semua, seperti mata kail, pemberat, kili-kili, kenur, 
neklin, pisau, gunting, joran dan reel. Pancing kotrekan untuk mencari umpan. Umpan 
segar seperti cumi (yang masih utuh kepalanya) atau umpan yang lainnya.
     
    3. Menentukan lokasi dan jenis ikan yang akan dipancing. Biasanya pemancing sangat 
tergantung sama kapten kapal atau pawang untuk menentukan lokasi yang akan dipancingi. 
Jikalau ingin mencari ikan tenggiri misalnya, tentu faktor musin ikan tsb, kawlitas 
air laut, arus, angin dan umpan memegang peranan penting. Tinggal menentukan karang 
atau lokasi mana yang akan dipancingi. 
    Mencari lokasi mancing tenggiri tidaklah sulit, karena pada umumnya pawang yang 
kita sewa sudah tahu tempat-tempatnya.
    Sebaliknya kalau memancing ikan dasar seperti kakap merah agak sulit mencari 
lakasi yang bagus, kecuali kami mempunyai rumpon sendiri. Namun demikian kalau ada 
rumpon juga tidak bisa memjamin bisa mendapatkan kakap merah yang memadai, karena 
setelah 2 atau 3 kali mancing dirumpan tsb ikan kakap merah akan habis, dan rumpon 
tersebut juga harus ditambah daun kelapa setiap paling lama 6 bulan sekali. Saya 
sendiri lebih suka mancing dasar di tandes dimana orang lain masih belom pernah 
memancinginya. Mencari tandes ada dengan 2 cara, jaitu cara tradisionel dan cara 
moderen. Cara tradisionel diterapkan oleh nelayan  dengan mencari ikan -ikan yang 
bergerombolan di permukaan laut, atau burung-burung yang selalu mengelilingi satu 
titik tertentu. Lalu nelayan tsb menurunkan alat lot yaitu besi beton atau timah yang 
panjangnya sekitar 10cm dan diikat dengan kenur sampai kedasar laut, lalu mereka 
merasakan getaran alat lot tsb begitu nenyentuh dasar laut, kalau getarannya keras itu 
tandanya dasar laut pasir atau karang, berarti tandes, Kalau getarannya lembut itu 
tandanya lumpur. Tentu dengan cara ini membutuhkan pengalaman yang baik.
    Dan cara moderen adalah menggunakan fishfinder, namun masih banyak sekali pemancin 
kita yang telah mempunyai alat tersebut masih belum bisa menggunakannya secara 
optimal. Masih banayk sekali mereka memasang transduser (pemancar dan penerima 
gelombang suara) tidak tepat sehingga kalau kapal berlaju diatas 8 kt gambar yang 
ditampirkan dilayar fishfinder sudah tidak bisa kebaca. Hal inilah yang nenyebabkan 
mereka tidak bisa mendapatkan tandes baru.
    
    4. Ketepatan berlabuh kapal. Kalau lokasi mancing sudah di temukan, tentu kita 
harus melego jangkar supaya bisa memancing tepat didepan lokasi tandes. Jikalau tandes 
tersebut kecil, contohnya tandes yang kami sebutkan tandes buntut, dimana biasanya 
kakap merah jumbo berada. Tandes ini sangat kecil mungkin 5mx5m, kalau tidak tepat 
berlabuh jangkar jangan harap bisa dapat ikan tsb. Disinilah melego jangkar memerlukan 
ketepatan. Saya selalu melepaskan 2 plontang yang dipasang bendera, dan diikat dengan 
tali plastik sesuai kedalaman air, dengan pemberat timah 5kg, diatas tandes tsb. 
Dengan cara ini mempermudah melabuh jangkar.
     
    5. Teknik menancing. ...............
     
    
    B.H.
     
    .-----Original Message-----
    From: Harry Syahrully Riadi <[EMAIL PROTECTED]>
    To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
    Date: 01 Nopember 2000 15:44
    
    
        Selamat Siang Bpk bobby halim, nama saya harry, saya sudah sangat familiar 
dengan nama bapak karena saya adalah penggemar berat majalah mancing.
        pak bobby saya sudah lama sekali ingin berkomunikasi dengan bapak tapi saya 
tidak tahu dimana dan bagai mana menghubungi bapak sampai saya mendapatkan situs 
mancing-l di internet dan mendapatkan nama bapak dan E-mail bapak disitus ini.
        Pak bobby saya sangat gemar memancing, tapi selama ini saya belum pernah 
merasa puas. Mungkin karena teknik mancing saya yang jelek.
        Bapak bisa kahn memberikan saya tips-tips yang jitu buat mancing dasar 
dikepulauan seribu. Karena untuk mancing trolling saya tidak bisa dan belum mampu 
karena biayanya mahal sekali.

Kirim email ke