Sebelumnya hampir tidak pernah terbayang memancing
ikan air tawar di waduk bisa menggunakan lure,
terlebih menggunakan popper.  Tapi itulah yang terjadi
pada hari Senin, 11 Desember kemarin. Saya, Agus,
Heru, Hani, dan seorang temannya Hani berangkat ke
Wadaslintang dengan iring-iringan sepedamotor pada
pukul 12.00 siang. Sampai di Waduk pukul 13.30 dan
setelah mencari-cari akhirnya kami bertemu Soni dkk (2
orang) sedang casting di dekat bendungan. Kami
akhirnya sepakat menuju ke atas (kalau Agus bilang
namanya Pasir Putih, kalau orang bilang Kemetir(?)).
Perjalanan offroad melintasi jalanan berbatu dan
licin, iring-iringan motor dan mobilnya Soni.
Pada pukul 14.30 akhirnya kami sampai di lokasi.
Segera saja Hani menghambur ke air, dan baru sekali
duakali lempar, tiba-tiba terdengar "jlegur...!" suara
ikan menyambar popper Hani. Tapi sayang ikan terlepas.

Sementara itu Heru telah mulai mendapatkan tempat
berupa tubiran (tempat dangkal yang cukup menjorok ke
tengah terus diikuti tebing yang dalam) Di ujung
tubiran juga ada batu menonjol ke permukaan. Beberapa
kali Heru melemparkan poppernya, ketika tiba-tiba
lagi-lagi suara "jlegur...!" membuat kita menengok ke
arahnya. Kali ini terlihat jagoan mancing ini terlibat
kemelut dengan seekor hampala. Ketika hendak buru-buru
diangkat, saya berteriak: jangan dulu dong....difoto
dulu. Maka beraksilah Heru pelan-pelan membawa gejolak
ikan hampala itu ke pinggir dan moment-moment penting
itu kini terekam dalam foto. Setelah di angkat
diperkirakan beratnya dua kilo. Ikan seberat begini
ternyata telah membengkokkan dua mata kail Heru. Dari
triple bait, yang selamat hanya satu kail. Memang
hampala terkenal kekuatan mulut dan gerakannya. "Mau
di release apa nggak ya?" tanya Soni kepada Heru dan
saya. "Di release kan kalau lagi banyak orang!" jawab
Heru sambil bercanda.
Gairah untuk mendapat strike hampala makin meluap-luap
di antara kami. Maka kamipun menyebar mencari
lokasi-lokasi yang diperkirakan baik. Saya membawa
bekal lure bermacam-macam dan tidak menyia-nyiakan
kesempatan ini untuk mencobai satu persatu bawaan
saya: minnow, spoon, popper, spinner bait. Sementara
itu hujan tak kunjung reda. Reda lima menit gerimisnya
limapuluh menit. Di tengah hujan gerimis ini beberapa
orang (termasuk saya) masih tetap bertahan
melempar-lemparkan umpan ke tengah, meski badan udah
mulai menggigil dan baju basah semua. Di salah satu
lokasi, saya mencoba spinner bait. Setelah beberapa
kali lempar, tiba-tiba umpan saya disambar hampala
"jlegur", tepat di depan saya berdiri. Sayang ikan itu
hanya menyambar buntut bulu-bulu spinner bait itu,
hingga hilanglah kesempatan menghajar hampala,
sementara hari bertambah remang-remang. Akhirnya
menjelang magrib kami mengakhiri casting. Hampir semua
peserta mancing hari itu mengakui bahwa umpan mereka
dimakan ikan. Hani, pemegang rekor 3,75 kg hampala
sempat beberapa kali dimakan ikan tetapi selalu
terlepas.
Perjalanan pulang. Inilah yang menjadi masalah. Karena
Mas Soni pakai mobil Suzuki Katana, sementara jalannya
sangat licin berlumpur. Maka tak terhindarkan lagi,
setiap ada tanjakan sedikit saja kami beramai-ramai
mendongkrak mobilnya dengan mendorong ramai-ramai.
Ujung-ujungnya hampir semua celana dan baju belepotan
lumpur yang nyemprot dari roda mobil. Hingga ketika
ada kubangan berisi air jernih kami segera menghambur
ke sana bak kerbau guyang mandi ramai-ramai. Menjelang
malam, barulah kami sampai di warung dekat bendungan
dan melepas semua kerinduan kami akan hidangan yang
lezat di warung ini. 
Inilah perjalanan gendheng, karena setelah menunggu
hujan tiada reda sama sekali, akhirnya kami memutuskan
untuk pulang saja. Maka dengan iring-iringan motor di
tengah lebatnya hujan dan dinginnya badan kami
mengoyak malam di perbukitan Wadaslintang, menuju
peradaban yang lebih hangat.

Saya sampai ke rumah pukul 24.00 malam. Langsung
membersihkan ikan yang kata teman-teman rasanya nggak
enak dan banyak durinya. Ibu menyiapkan bumbu. Setelah
itu ikan dibiarkan dengan bumbu semalaman. Paginya
baru digoreng terus dibikin hampala bumbu rujak.
Nikmatnya nggak ketulungan.


BST

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Shopping - Thousands of Stores. Millions of Products.
http://shopping.yahoo.com/

---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke