Jumat, 12 Januari 2001, 10:32 WIB

Ibnu Sutowo Meninggal Dunia

Jakarta, Jumat 

Mantan Dirut PT Pertamina (1972-1976) Ibnu Sutowo (87) meninggal dunia di rumahnya 
Jalan Tanjung 16, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/1). Kepergian Ibnu ke alam baka 
itu sesuai dengan keinginannya, yakni tidak didahului dengan sakit, sebagaimana 
dikutip dari buku "Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia 1985-1986". 

"Pokoknya, saya mau bisnis selama Tuhan mengizinkan. Dan saya
ingin, kalau nanti mati, jangan pakai sakit," kata Ibnu Sutowo dalam buku terbitan PT 
Pustaka Grafitipers itu.

Ibnu yang dilahirkan di Grobogan, Jateng, 23 September 1914,
semasa hidupnya pernah mendirikan PT Indobuilco saat dirinya masih di Pertamina, 
membangun Garden Tower, dan memperluas Hotel Hilton.

Hotel megah tersebut kini ditangani oleh salah seorang anaknya,
Pontjo Nugro Susilo Sutowo yang juga Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restaurant 
Indonesia (PHRI).

Jauh sebelumnya, Ibnu dikenal sebagai Kepala Jawatan Kesehatan
Tentara se-Sumatera Selatan, Divisi VIII/Garuda (1946-1948).
Saat berpangkat mayor tituler, ia sempat ikut bergerilya ketika
Agresi Militer Belanda II, kemudian bertugas di Medan sebagai Kepala Jawatan Kesehatan 
Tentara TT Sumatera Utara.

Namun tak lama kemudian ia kembali ke Sumsel, memangku jabatan
Panglima TT II/Sriwijaya (11 Juni 1955), dan Desember 1956 memangku jabatan Asisten 
4/Logistik Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Ia ditunjuk KSAD (waktu itu dijabat AH 
Nasution) untuk mengelola PT Tambang Minyak Sumut (PT Permina) tahun 1957.

Nama PT Permina pun kemudian diubahnya menjadi PT Pertamina. Ibnu juga juga bergerak 
di bidang usaha non minyak, seperti real
estate, angkutan udara, dan pabrik baja. 

Pecah kemelut Pertamina akibat menimbun banyak utang, lalu ia
menyerahkan jabatannya kepada Piet Haryono awal tahun 1976. Namanya pun disebut-sebut 
terlibat dalam korupsi pada kemelut Pertamina saat itu.

Pendiri Perguruan Tinggi Ilmu Qur'an (PTIQ) ini menikah dengan
Zuleha tahun 1943 dan dikaruniai tujuh anak: Nuraini, Pontjo 
Nugro Susilo, Endang Oetari Mokodompit, Windrati, Sri Hartati, Handara, dan Adiguna. 
Perjalanan karier Letjen (purn) Ibnu Sutowo yakni Ketua Umum Palang Merah Indonesia 
(1986-1994). (Ant/ima)

Kirim email ke