Karena banyak sekali pertanyaan tentang casting, misalnya dari Bung Ming 
Liang, Mas Budi, Pak Kornel, Pak MZ dll, maka akan saya jawab secara 
borongan aja dengan berkisah pas dulu sekali saya awal mulanya belajar 
casting di karang.
Dulu pas tahun 1992, saya secara tidak sengaja melihat lokasi Karang 
Manganti karena waktu itu iseng keliling dalam rangka KKN. Saya langsung 
jatuh cinta dengan lokasi itu, walau waktu itu untuk mencapai daerah itu 
perlu perjalanan yang berliku2 dan sangat berat.
Langsung aja saya tanya kesana kemari gimana caranya mancing disana. Dan 
berkenal-lah saya dengan Pak Nanang (guru casting saya yang paling saya 
hormati) yang dulu setiap sore casting di Manganti. Saya tanya semua 
peralatan casting itu apa aja. Waktu itu di rumah saya udah punya joran 
teleskopic Daiwa Mate  dan spinning reel Daiwa 10000 SS (untuk 20 lb cukup 
200 m saja). Saya tanya apakah sudah memenuhi syarat ????? Kata Pak Nanang 
sih untuk jebluk sudah tapi untuk casting belum, tapi kalau cuman untuk 
praktek juga nggak papa katanya. Untuk lure-nya saya udah punya tiga buah 
rapala sisa waktu jaman SMA trolling di Jepara. Sebenarnya menurut Pak 
Nanang enakan pake` yang handmade aja soalnya kalau putus nggak kemahalen. 
Tapi apaun juga barang pribadi adalah yang paling utama (walau gue akhirnya 
dikasih gratis dua buah) saya tetep pake tu minnow. Oya warnanya semuanya 
merah-putih, habis tengiri Jepara juga sukanya itu sih.
Dengan Taft Rocky keluaran terbaru (1992 maksudnya) milik Pak Dib, kami 
berangkat ke Manganti, waktu memang jalannya betul2 hancur dan cuma motor 
dan mobil 4wd aja yang bisa melalulnya. Memang bahwa daerah yang susah 
dijangkau (perawan) adalah banyak ikannya adalah benar adanya.
Ternyata casting itu sangat mudah, cuman lempar dan tarik seperti yang 
diliat di VCD=nya Munadi, cuman yang susah adalah fight-nya. Munadi sih 
enak bisa berada di posisi yang rata. kami harus lari2an di atas karang 
yang runcing2 untuk menghindari kenur tergesek karang. Saya terkenang 
alangkah mudahnya waktu itu plug dimakan ikan. Saya sebagai yunior, cuman 
nglempar 4 kali aja, langsung tuh rapala asli disambar, alaaaamak...... 
kuat sekali tarikannya. Untungnya ikan lari ke tengah tapi sialnya 
persediaan kenur cuman sedikit (kerna diisi kenur diameter 0,54 mm yang 
panjangnya cuman 100 m). Jadi deh langsung amblas tuh rapala sak kenur2-nya 
dan spool jadi telanjang. He-he.... gue juga nggak bawa cadangan spinning, 
jadi deh sementara jadi penonton dulu.
Waktu itu hasilnya sangat luar biasa..... Pak Nanang dapat kerapu 8 kilo, 
kakap merah 4 kilo dan gt 4 ekor di atas 10 kilo semua, belum lagi dapatnya 
Pak Dib, seekor gt 13 kilo. Total semuanya hampir 1,5 kwintal, untunglah 
kami membawa porter bernama Pak Kesot, dia sangat kuat buat mbawa2 barang 
berat.
Esoknya gue langsung cabut ke Magelang dan langsung ke Jakarta beli 
spinning Shimano Baitrunner BTR 6500 yang terkenal.
Balik lagi ke Gombong dan mancing nonstop selama 9 hari di sana. Betul2 
luar biasa waktu itu..... yah cerita dulu itu memang menyenangkan. Cuman 
sekarang kalau mo ke Komodo mungkin bisa diulang lagi.
Ayo siapa mo ke Komodo.....


Soni


---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Website mancing-l at http://www.MancingL.com  --> Fishing information, online chat, 
forum discusion, clasifiedads, etc  
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]

** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **







Kirim email ke