Benar juga sih....seperti saya mancing di laut di mulai tahun 70 waktu itu
di kepulauan 1000 perahunya masih pake layar dan pakai cadik, karena baru
pertengahan 70 an ada yang peke motor tempel. Pada waktu yang terkenal
mereknya Yanmar katanya sih dapat kredit dari koperasi. Yang saya maksudkan
adalah sudah sekian lama (menurut saya lama) masalah keselamatan mancing
seperti pelampung dll belum tersentuh apalagi para nelayan yang
penghasilannya pas2an. Jangankan pelampung jeriken kosong saja tidak ada,
padahal setiap hari mereka harus mencari ikan demi menghidupi keluarganya.
Mungkin kita sebagai komunitas pemancing ada baiknya memasyarakatkan sistem
pengamanan mancing di laut seperti pernah Katen Bobby dan Abah Pudjo
anjurkan, karena kalau kita2 membiasakan memakai alat pengaman tersebut
secara lambat laun akan ditiru oleh mereka para nelayan yang perahunya
sering kita sewa dengan memodifikasi bahan yang yang mereka punyai tetapi
cukup laik pakai. Kemudian kebiasaan membuang sampah ke laut seperti
bungkus2 plastik, kita bisa memberi contoh dengan mengumpulkannya dulu dan
kemudian di buang di tempat sampah setelah kembali ke darat. Ini merupakan
contoh ringan tetapi manfaatnya cukup berarti untuk keselamatan dan
kelestarian lingkungan.Memang tidak semudah seperti membalik telapak tangan
karena perlu proses sosialisasi yang cukup panjang dan berulang-ulang.
Tetapi tidak ada salahnya kalau kita coba, dan saya usulkan kepada pengurus
FORMASI bagaimana kalau bisa mengusahakan pengadaan jaket keselematan
(pelampung) yang laik pakai dan harganya terjangkau.
ES
-----Original Message-----
From: greghar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, February 08, 2001 11:51 AM
Subject: Re: [mancing-l] VISI DAN MISI
>Bravo Sunu. Tulisan ente terlampir saya hubungkan dengan pertanyaan ente
>pada saya mengenai topik diskusi. Saya merujuk pada pernyataan anda bahwa
>mancing itu hobby yg. bisa paling murah dengan peralatan cuman 500 perak
>sampe 40 juta. Nah bila melihat masyakat pemancing, rasanya kelas 500 perak
>atau lebih dikit inilah yg. banyak, sehingga sepantasnya dipikirkan. Kalau
>kita kita cuman mikirin gimana beli Saurus ya ngga akan kepikir pemancing
>klas 500 perak itu. Topik yg. bisa didiskusikan sebenarnya banyak. Contoh
>adalah mengenai gimana mengusahakan peralatan keselamatan diperahu mancing
>rakyat yang oleh sebagian besar anggota milis ini sering disewa. Kelas
>perahu ini bukan kelas Ardika atau Krakatau Lagi. Bahkan kelas Stephani di
>Binuangen pun tidak punya peralatan keselamatan yg. memadai padahal sewanya
>untk ukuran saya udah termasuk mahal. Apalagi kelas perahunya Pak Haris di
>Kamal yang peralatan modern terakhir yang saya lihat dan sangat dibanggakan
>oleh beliau cuman pompa air pake accu sehingga beliau tidak perlu menimba
>air yg. meresap dibawah palka. Menurut saya topik peralatan keselamatan
>diperahu rakyat itu sangat relevan dengan sebagian besar sekali anggota
>milis ini . Tapi kenyataannya ( maaf mungkin perasaan saya saja ) pengurus
>formasi tidak sensitif dengan topik ini waktu dilontarkan oleh lurah milis
>ini dan saya beberapa bulan lalu.
>Mungkin memang seperti Bekti bilang, jadi anggota dulu lah, inipun sudah
>sangat membantu.
>
---------------------------------------------------------------------
Millis ini terselengara berkat dukungan PT. KreatifNet - The WebDesign Company
http://www.kreatif.com
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website mancing-l at http://www.MancingL.com --> Fishing information, online chat,
forum discusion, clasifiedads, etc
MancingL Archive at http://www.mail-archive.com/[email protected]
** Save Bandwidth... potong berita yang tidak perlu **