Kamis, 16 April 1998
--------------------------------------------------------------------------------
Ditemukan, Jenis Ikan Baru di TN Bentuang Karimun
Pontianak, Kompas
Tim Ekspedisi Keanekaan Hayati Borneo ITTO (ITTO Borneo Biodiversity Expedition)
menemukan jenis ikan dan pisang baru di kawasan Taman Nasional (TN) Bentuang Karimun
di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. TN Bentuang Karimun (800.000 hektar)
terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pimpinan Proyek TN Bentuang Karimun-WWF Indonesia, Dr Herwasono Soedjito MSc, di
Pontianak hari Rabu (15/4) mengungkapkan, satu jenis ikan baru yang ditemukan dan
diidentifikasi oleh ahli ikan, Ir Ike Rachmatika MSc, itu sudah diberi nama yaitu ikan
pelekat (Gastromyzon embalohensis sp nov). Ikan ini hidup melekat pada batu-batu di
Sungai Embaloh.
Sedangkan dua jenis lain dari marga Lobocheilus (ikan kulung dari Sungai Embaloh) dan
Luciosoma (ikan kenjuar dari Sungai Tekelan) saat ini masih dalam proses penamaan.
Sementara jenis pisang baru yang ditemukan dan sudah diidentifikasi oleh Dr Rusdi
Nasution dari LIPI diberi nama Musa lawitiensis. Jantung pisang ini berwarna merah
muda, pohonnya setinggi tiga meter, buah pisang lurus dan ramping.
Menurut Herwasono Soedjito, hasil pengamatan ikan di Sungai Embaloh dalam kawasan TN
Bentuang Karimun menunjukkan keanekaan jenisnya yang cukup tinggi. Dari koleksi 3.221
spesimen yang diambil dari 63 stasiun di 20 sungai besar dan kecil, mencakup 76 jenis
ikan yang tergolong dalam 40 marga dan 12 suku.
Suku yang banyak jenisnya adalah Cyprinidae, Balitoridae, dan Cobitiodae. Ikan pelekat
dan ikan kulung adalah ikan yang jumlahnya cukup banyak. Sedangkan ikan yang
penyebarannya luas adalah ikan kemayur, ikan banta, dan ikan seluang. Ikan buntal
(Tetraodon leiurus) juga dapat ditemukan di Sungai Embaloh.
Dijelaskan pula, beberapa jenis ikan yang mempunyai potensi ekonomi dan telah banyak
diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar adalah ikan tengadak (Puntius
collingwoodi) dan ikan semah (Tor tambra dan Tor tambroides) sebagai makanan dan ikan
batu (Schismatorhynchus heterorhynchus), serta ikan ulanguli (Botia macracanthus)
sebagai ikan hias.
Salah satu tujuan kerja sama ekspedisi adalah menghasilkan data dan informasi yang
akurat tentang kekayaan, penyebaran, dan status keanekaan hayati. (ksp)